Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Mengenal Tradisi Cap Go Meh di Kalimantan Barat

  Pontianak dan Singkawang, Kalimantan Barat merupakan salah satu tempat di Indonesia yang masuk ke dalam travel list saya pada tahun 2020 kemarin, tapi apa daya, pandemi melanda jadilah tertunda *sedih. Namun, saya tidak berhenti mengagumi kota ini dengan mencari tahu cerita-cerita sejarah dan budayanya. Alhamdulillah, AksaraPangan menghadirkan Acara Seri Gastronomi Indonesia, Cang Nyiat Pan untuk mengenal lebih dekat budaya Cap Go Meh di Kalimantan Barat. Saya percaya, makanan yang kita makan memiliki cerita sejarahnya masing-masing yang akhirnya melahirkan budaya/tradisi yang diwariskan turun temurun hingga saat ini, termasuk makanan yang disajikan ketika perayaan Cap Go Meh.   Ketika saya berkunjung ke Penang pada perayaan Imlek awal tahun 2020 lalu, saya dapat melihat kemeriahan dan kehangatannya dengan ditandai kumpul keluarga untuk makan bersama-sama. Saya penasaran makanan apa yang mereka makan. Ternyata banyak sekali jenis makanan yang dihidangkan di atas meja. Waktu itu

Belajar Ecopreneur Dari Batik Quu Ciwaringin Cirebon

Sejak tahun 2017 saya tergerak untuk memilih pekerjaan tidak terikat waktu alias freelancer dan mulai mencoba melihat peluang usaha yang memungkinkan untuk saya jalani sebagai langkah selanjutnya. Di tahun itu juga saya mendapat kesempatan untuk ikut pameran promosi Indonesia di luar negeri yang diselenggarakan oleh KBRI setempat. Awalnya saya diminta bantu untuk mengurus perjalanan para pengusaha yang menjadi peserta pameran seperti mengurus tiket penerbangan, penginapan serta transportasi di sana. Melihat peluang yang ada ketika pameran itu, saya berpikir kenapa tidak saya mencoba ikut menjadi bagian dari peserta pemeran? Saya memberanikan diri untuk menjadi salah satu peserta pameran dengan membawa batik sebagai barang pameran saya waktu itu. Antusias pengunjung pameran membuat saya yakin bahwa usaha di dunia batik ini menjanjikan. Dorongan untuk belajar berbisnis batik semakin kuat ketika saya bertemu banyak pengrajin batik yang kesulitan menjual batik hasil karyanya. Sampai akhir

Kreatif Mengemas Bisnis Rumahan

Sudah 344 hari (terhitung sejak 2 Maret 2020 – 9 Februari 2021) pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia. Bukan saja terjadi perubahan pola hidup, tapi juga berpengaruh terhadap pekerjaan/mata pencaharian. Sebagai seorang freelancer saya harus mencari jalan baru agar tetap bertahan hidup. Salah satu hal yang saya lakukan adalah mencoba menjual makanan tradisional yang dijual dalam bentuk frozen food agar lebih awet. Produk yang sudah diproduksi adalah Sosis Solo. Lalu ada juga Cake Tape yang dibuat berdasarkan pesanan (open PO).   Saya bangun usaha rumahan ini bersama Tante dan sepupu saya. Tante saya yang produksi makanan, saya dan sepupu yang jadi marketingnya. Berawal dari menawarkannya ke lingkungan teman dekat, tetangga dan saudara yang lain, sampai kami mulai membuat akun di Instagram. Kami juga memikirkan tentang packaging -nya supaya aman untuk makanan serta menarik para pembeli. Alhamdulillah tahun 2018 lalu saya berkesempatan mengikuti pameran tentang kemasan-kemasan unt