New Normal dan Era Digital Bagi Industri Direct Selling



Perkembangan teknologi yang sangat cepat membawa banyak perubahan kebiasaan pada setiap individu. Apalagi ditambah pandemi yang sudah hampir 2 tahun ini mengharuskan pembatasan ruang gerak masyarakat. Semua kegiatan jadi serba online termasuk berbelanja memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pertumbuhan perekonomian terlihat pada ramainya transaksi jual beli di market place. Kemudahan membeli dan menjual produk dirasakan hanya dari genggaman tangan.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi industri penjualan langsung (direct selling) atau MLM dimana pada Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 70 tahun 2019 mengatur distribusi penjualan secara langsung baik yang dilakukan secara single level marketing atau multi level marketing. Penjualan produknya secara langsung melalui jejaring keanggotaan. Namun, bisnis direct selling bisa menjadi solusi ekonomi masyarakat agar tetap bisa terus berjalan selama masa pandemi, terutama bagi yang terdampak secara ekonomi.

Bapak Oke Nurwan, Dipl., Ing, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI tetap mengajak para pelaku usaha dan konsumen (masyarakat) untuk tidak kendor menerapkan protokol kesehatan meskipun sudah ada penurunan level PPKM. Tapi Covid-19 belum selesai, terbukti ada penyebaran virus corona jenis baru dan kita harus mencegah terjadinya penyebaran yang lebih luas atau terjadi gelombang ketiga. Sementara perdagangan harus tetap dilaksanakan sebagai upaya roda ekonomi tetap terus berputar. Dengan bisnis direct selling yang menjadi peluang masyarakat untuk tetap mendapatkan penghasilan sekaligus dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Negara.




Sejalan dengan Bapak Oke, Bapak Sendy Apriandi, Direktur Deregulasi Penanaman Modal yang hadir di studio juga menyebutkan investasi merupakan motor utama penggerak perekonomian Negara. Dengan pengendalian pandemi maka investasi juga bisa dikendalikan pertumbuhannya bergerak dengan baik. Pemerintah menargetkan pertumbuhan investasi dengan 90% dari sektor swasta dan sisanya dari pemerintah. Sehingga harus segera beradaptasi dengan suasana new normal untuk mengendalikan investasi ini.

APLI melihat adanya tantangan dengan adanya perubahan pola kebiasaan jual beli di tengah masyarakat yang sekarang serba online (digital). Untuk itu perlu dilakukan mediasi untuk mengambil solusi akan hal ini agar tidak saling bertabrakan. Kemudian jika ada kasus member penjualan langsung melakukan proses jual di market place maka akan ada sanksinya. Oleh karena itu diperlukan pengawasan agar hal tersebut tidak terjadi. Dengan menjadi member dan menjalankan bisnis direct selling maka sudah terikat pada kode etik selama menjalankan bisnisnya.




Industri direct selling dan market place bisa tetap sama-sama menjadi roda penggerak perekonomian bangsa jika sudah ada peraturan lebih jelas yang mengatur di antara keduanya. Berjalan beriringan memajukan perekonomian masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Negara. Masyarakat bisa memilih bisnis mana yang sesuai agar kesejahteraan bisa dicapai. Utamanya selama menghadapi pandemi yang entah kapan selesainya, kita harus pandai-pandai memilih peluang usaha atau bisnis.

APLI Convention masih belum berakhir karena masih ada rangkaian kegiatan seperti APLI Awards dan APLI Expo. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara perusahaan penjualan langsung dengan para member dan masyarakat yang bisa menjadi mitra. APLI juga terus melakukan edukasi terhadap para member dan masyarakat luas tentang sistem penjualan langsung. Tetap waspada memilih perusahaan penjualan langsung untuk bergabung. Bapak Kany, Ketua APLI berharap industri direct selling bisa menjangkau masyarakat lebih luas yang dapat merasakan manfaatnya. Industri direct selling dapat berkontribusi aktif dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia terlebih untuk menghadapi era new normal di tengah ramainya era digital saat ini.

Teman-teman bisa menonton talkshownya secara lengkap di channel YouTube APLI Indonesia untuk mendapatkan banyak insight baru tentang industri direct selling dan peraturannya. 

Komentar