Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Apa Rencanamu Setelah Covid-19 Berakhir?

Hola sahabat semestaku, apa kabar? Semoga selalu sehat dan selalu dalam keadaan baik ya. Di tengah pandemic Covid-19 ini kita harus jaga kesehatan, jaga diri, jaga kebersihan dan jaga hati serta pikiran agar dapat terus bertahan hidup. Tentunya banyak perubahan yang terjadi pada hidup kita. Semoga itu positif ya.
Covid-19 yang telah terjadi sejak akhir Januari 2020 lalu membuat banyak aktivitas saya terhenti. Bukan hanya itu, pekerjaan pun jadi terhenti. Bahkan rencana traveling saya pun harus terpaksa dibatalkan. Semuanya berubah, perubahan yang terjadi secara tiba-tiba. Kaget? Tentu. Sedih? Bukan main. Geregetan? Waw. Semua perasaan campur aduk. Sampai dengan akhir Maret ini, Covid-19 memaksa kita untuk diam di rumah. Di rumah aja adalah jalan terbaik saat ini agar Covid-19 bisa berakhir sesegera mungkin.
Dengan banyak di rumah bukan berarti kita tidak hidup kan? Bukan berarti juga kita tidak boleh keluar sama sekali. Boleh keluar hanya untuk belanja kebutuhan sehari-hari, jangan non…

Film Buku Harianku : Film Untuk Semua Umur

Sudah lama saya tidak nonton film bertemakan keluarga. Film keluarga dengan cerita ringan namun menghibur. Nah, Film Buku Harianku hadir menjadi penawar rindu film keluarga yang menyenangkan.
Film Buku Harianku menampilkan artis cilik Kila dan Widuri dengan perannya masing-masing yang memukau. Slamet Raharjo hadir memperkuat cerita dalam film ini sebagai Kakek Kila yang tegas namun penyayang. Widi Mulya, Dwi Sasono dan Ence Bagus melengkapi suasana keluarga pada Film Buku Harianku.
Dengan mengambil latar suasana pedesaan di Jawa Barat, menjadikan Film Buku Harianku tidak membosankan. Dikemas dengan nyanyian dan tarian dari Kila CS, sungguh menghibur. Ya, ini bukan film anak-anak tapi ini film semua umur yang asyik ditonton bareng keluarga atau teman-teman.

Disutradari oleh Angling Sagaran, diproduksi oleh BRO's Studio dan Blue Sheep, Film Buku Harianku memang berbeda. Konflik yang diangkat juga konflik yang sering terjadi di tengah masyarakat kita. Seorang Kila, anak tunggal yang…

Cegah Stunting Itu Penting

Indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2025-2030 dan mencapai puncaknya pada tahun 2045. Bonus demografi ditandai dengan meningkatkan proporsi penduduk usia kerja. Diperkirakan, pada tahun 2045 ada sebanyak 70 persen dari total jumlah penduduk Indonesia berusia produktif (usia 15 – 64 tahun). Sisanya sebanyak 30 persen adalah penduduk tidak produktif (usia di bawah 14 – di atas 65 tahun). Dengan jumlah usia produktif mencapai 70 persen, maka beban tanggungan dari penduduk usia produktif menurun atau menjadi rendah, yakni antara 0,4-0,5 persen.
Anak-anak dan remaja saat ini akan memasuki usia produktif pada tahun 2045 yang harus kita jaga kesehatannya. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah masih ada kasus gizi buruk dan juga stunting. Belum lagi penyakit tidak menular yang sudah ada pada riwayat kesehatan anak-anak dan remaja saat ini. Hal ini harus kita antisipasi sebaik mungkin dengan memperbaiki pemberian asupan makanan untuk mereka.



Berdasarkan data yang dirilis o…