Langsung ke konten utama

Film Buku Harianku : Film Untuk Semua Umur

Official Poster Film Buku Harianku
Doc. IG @film.buku.harianku

Sudah lama saya tidak nonton film bertemakan keluarga. Film keluarga dengan cerita ringan namun menghibur. Nah, Film Buku Harianku hadir menjadi penawar rindu film keluarga yang menyenangkan.

Film Buku Harianku menampilkan artis cilik Kila dan Widuri dengan perannya masing-masing yang memukau. Slamet Raharjo hadir memperkuat cerita dalam film ini sebagai Kakek Kila yang tegas namun penyayang. Widi Mulya, Dwi Sasono dan Ence Bagus melengkapi suasana keluarga pada Film Buku Harianku.

Dengan mengambil latar suasana pedesaan di Jawa Barat, menjadikan Film Buku Harianku tidak membosankan. Dikemas dengan nyanyian dan tarian dari Kila CS, sungguh menghibur. Ya, ini bukan film anak-anak tapi ini film semua umur yang asyik ditonton bareng keluarga atau teman-teman.

Pemain, Produser, Sutradara dan Penata Musik Film Buku Harianku
Doc. Andini Harsono

Disutradari oleh Angling Sagaran, diproduksi oleh BRO's Studio dan Blue Sheep, Film Buku Harianku memang berbeda. Konflik yang diangkat juga konflik yang sering terjadi di tengah masyarakat kita. Seorang Kila, anak tunggal yang sering ditinggal Mamanya pergi kerja merindukan kebersamaan dengan Mamanya. Lalu dia pergi liburan di rumah Kakeknya yang sarat dengan berbagai aturan ketat. Kila yang tadinya gak suka, menjadi ingin tinggal lama-lama di rumah Kakek Prapto. Sungguh membuat rindu keluarga.

Pada acara press screening tanggal 9 Maret lalu, para pemain dalam Film Buku Harianku mengaku mendapatkan tantangan masing-masing. Contohnya Widuri. Dia harus belajar bahasa isyarat selama 1,5 bulan untuk berperan sebagai Rintik. Lalu Slamet Raharjo bercerita mendapat tantangan menyanyi bersama Kila di film ini. 

Slamet Raharjo
Doc. Andini Harsono

Film berdurasi kurang lebih 90 menit ini menampilkan tarian dan nyanyian lagu anak-anak yang sekarang jarang sekali kita dengar. Film ini menyajikan keceriaan seorang anak kecil dan para sahabatnya. Ada sentuhan melankolis yang membuat kita semua rindu keluarga. Buku Harianku memiliki pesan moral bahwa sesibuk-sibuknya kita bekerja, jangan lupakan keluarga.

Buku Harianku sedang tayang di bioskop terdekat Anda. Jangan lupa ajak keluarga, teman-teman, pacar, atau gebetan untuk nonton bareng. Serius, film ini sangat menyenangkan, bukan film yang ditujukan untuk anak-anak saja, namun untuk semua umur.


Official Trailer Film Buku Harianku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Sejarah Melalui Drama Kolosal Fatahillah

Belajar sejarah bagi sebagian orang memang membosankan, termasuk saya. Waktu saya duduk di bangku SMP dimana diminta memperdalam sejarah mulai dari masa kerajaan hingga Indonesia merdeka adalah tantangan yang cukup berat. Pasalnya saya pusing membaca buku-buku tebal ditambah guru yang bercerita panjang seakan meninabobokan saya ketika di kelas. Namun, seiring bertambahnya umur, saya menjadi tertarik belajar kembali tentang sejarah Indonesia. Saya menyesal, saya melewatkan pelajaran sejarah ketika sekolah dulu dan kini saya harus mengulang hampir seluruhnya.
Beruntung, semakin kesini jaman sudah canggih. Saya tinggal ketika kata kunci dan google mencarikan berbagai informasinya untuk saya. Akan tetapi saya lebih suka mencari informasi dengan pakar sejarah atau mengunjungi langsung situs-situs sejarah yang masih ada. Sejarah juga erat kaitannya dengan budaya, maka jika saya sedang bepetualang, saya mengutamakan mengunjungi tempat-tempat yang mengandung unsur sejarah dan budayanya. Dengan…

Film 99 Nama Cinta : Antara Ambisi dan Cinta

Siapa yang tak mengenal Acha Septriasa? Aktris yang kini tinggal di Australia kembali membintangi film berjudul 99 Nama Cinta pasca melahirkan. Berperan sebagai Talia seorang presenter sekaligus produser dalam program TV-nya sendiri yaitu acara gosip membuat ia jarang sekali ada waktu untuk Ibunya yang diperankan oleh Ira Wibowo apalagi mencari pasangan. Talia mengejar karir hingga ia melejit di dunia infotainment dan dikenal banyak orang. Namun, hidupnya berubah setelah bertemu dengan Kiblat (Deva Mahenra), ustaz muda yang muncul tiba-tiba untuk memberikan pelajaran agama sesuai wasiat almarhum ayah Talia. Namun siapa sangka, sejak pertemuan itu, karir Talia merosot jatuh gara-gara kesalahan kecil, tapi Kiblat ada untuk selalu mendukungnya hingga Talia mampu kembali bangkit dan menghadapi masalahnya.

Talia dan Kiblat yang sebenarnya merupakan teman kecil terlihat malu-malu saat bertemu kembali. Kiblat yang berniat tulus mengajari Talia mengaji mendapat penolakan dari Talia hingga timb…

Pimpinan Baru XL Axiata Regional Jabodetabek, Kalbar, Kaltim dan Kaltara

Seiring dengan perkembangan dunia telekomunikasi yang semakin pesat, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus berusaha memberikan yang terbaik sesuai ekspetasi pelanggan dan sekaligus meningkatkan performa bisnis telekomunikasi dan data dengan melakukan salah satu upaya yaitu rotasi pimpinan tertinggi di lingkup regional. Mulai tanggal 1 Oktober 2019, Francky Rinaldo Pakpahan menjabat Region Group Head Jabodetabek menggantikan Bambang Parikesit yang telah menjabat sejak Maret 2016 dan mendapat tugas baru di Region East.
Regional Jabodetabek merupakan wilayah yang memiliki pasar besar, bahwasanya terdapat 6 provinsi besar yang juga menjadi fokus pemerintah dalam upaya peningkatan perekonomian daerah, diantaranya Provinsi DKI Jakarta, Banten, sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.


Teritori Regional Jabodetabek memiliki dua wilayah yang menjadi fokus pemerintah yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kedua wilayah terse…