Langsung ke konten utama

Apa Rencanamu Setelah Covid-19 Berakhir?

Doc. Andini Harsono

Hola sahabat semestaku, apa kabar? Semoga selalu sehat dan selalu dalam keadaan baik ya. Di tengah pandemic Covid-19 ini kita harus jaga kesehatan, jaga diri, jaga kebersihan dan jaga hati serta pikiran agar dapat terus bertahan hidup. Tentunya banyak perubahan yang terjadi pada hidup kita. Semoga itu positif ya.

Covid-19 yang telah terjadi sejak akhir Januari 2020 lalu membuat banyak aktivitas saya terhenti. Bukan hanya itu, pekerjaan pun jadi terhenti. Bahkan rencana traveling saya pun harus terpaksa dibatalkan. Semuanya berubah, perubahan yang terjadi secara tiba-tiba. Kaget? Tentu. Sedih? Bukan main. Geregetan? Waw. Semua perasaan campur aduk. Sampai dengan akhir Maret ini, Covid-19 memaksa kita untuk diam di rumah. Di rumah aja adalah jalan terbaik saat ini agar Covid-19 bisa berakhir sesegera mungkin.

Dengan banyak di rumah bukan berarti kita tidak hidup kan? Bukan berarti juga kita tidak boleh keluar sama sekali. Boleh keluar hanya untuk belanja kebutuhan sehari-hari, jangan nongkrong, jangan jalan-jalan, dan jangan berinteraksi terlalu lama dengan orang lain. Setelah itu, bersihan diri segera. Cuci tangan. Please stay at home.

Nah, sudah hampir dua minggu ini kita di rumah aja. Apa sih yang kalian lakukan? Kalau saya selain mengerjakan pekerjaan rumah, melakukan hobi (membaca, menulis, mendengarkan musik), dan olahraga, saya membuat skema perencanaan hidup setelah Covid-19 ini berlalu. Selama dua bulan terhenti ini, banyak sekali rencana yang sudah saya susun sejak akhir tahun 2019 tertunda. Salah satunya adalah traveling, hehe.

Traveling Lagi Setelah Covid-19 Berlalu

Saya rasa poin ini paling banyak dilakukan kita semua yang hobinya jalan-jalan. Buru-buru buka aplikasi travel dan tentukan segera destinasinya. Eits, tunggu dulu. Setelah Covid-19 berakhir yang perlu diingat adalah proses bangkit kembali suatu Negara/daerah yang akan kita tuju. Masing-masing Negara/daerah tersebut pasti punya kebijakan, jadi kita harus cermat mengetahui perubahan yang mungkin saja terjadi pada kebijakan tersebut ya.

Andini ketika berada di ION Orchard, Singapore
Doc. Andini Harsono

Tahun ini saya telah menggagalkan perjalanan ke Vietnam pada bulan Maret 2020. Maka tujuan saya selanjutnya yaitu Jepang kalau bisa jangan sampai gagal lagi. Begitu Covid-19 da da bye bye, saya akan berusaha bagaimana caranya biar bisa ke Jepang. Hihi..

Kembali Bekerja

Nah bagi seorang freelancer bagian ini sangat penting yaitu bisa kembali bekerja. Selama Covid-19 ini banyak sekali pekerjaan yang ditunda atau dibatalkan, maka setelah semua berakhir, saya akan mencari pekerjaan tersebut dan bisa melaksanakan rencana project saya kembali yang sempat tertunda ini. Selain itu, bisa kembali beraktivitas di luar ruangan. Bertemu banyak orang, meeting sana sini, dan lain-lain. Pokoknya akan kembali aktif seperti sediakala deh.

Mencari Inspirasi di Tempat Favorit

Karena tidak memiliki kantor tempat bernaung, saya lebih sering bekerja di berbagai tempat. Bahkan di taman terbuka saja saya bisa bekerja hehe. Tapi yang paling saya suka, bekerja di kafe dengan musik pelan, disertai makanan dan minuman enak. Tak perlu Wifi, yang penting tempatnya nyaman. Saya juga suka mencari inspirasi di taman-taman. Setelah Covid-19 berlalu, saya akan kembali ke tempat-tempat favorit saya untuk mengerjakan apa yang bisa saya kerjakan.

Bekerja di tempat favorit
Doc. Andini Harsono

Bersilaturahmi

Kangennya bertemu orang-orang tersayang akan terobati setelah Covid-19 ini pergi. Saya akan sowan ke rumah saudara, bertemu para sahabat dan bersilaturahmi lagi dengan klien. Kembali bersosialisasi dengan banyak orang adalah keinginan yang sangat ingin saya lakukan setelah masa karantina mandiri ini berakhir.

Apapun rencana kita setelah Covid-19 ini, semoga semua dimudahkan dan kita mendapat hikmah positif dari adanya pandemic ini. Tetaplah semangat, jaga kesehatan dan percayalah, Covid-19 ini akan segera berakhir, ya, segera, sesegera mungkin.

Jadi apa rencanamu guys? :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenali dan Cegah Thalassemia Sedini Mungkin

Musim hujan telah tiba nih, sudah seharusnya kita meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Seperti biasa, musim hujan maka flu mudah menyerang. Belum nanti diare dan lain sebagainya. Konsumsi makanan bergizi seimbang, gerak badan alias olahraga, dan istirahat cukup adalah upaya pencegahan berbagai macam penyakit. Sebenarnya bukan hanya pada musim penghujan aja sih, kita harus setiap hari usaha menjaga pola hidup sehat.
Berbicara soal kesehatan tidak akan ada habisnya apalagi bicara soal penyakit. Nah, minggu lalu saya mengikuti seminar “Pengendalian Kanker dan Thalassemia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular khususnya kanker dan thalassemia. 
Tentang Thalassemia
Saya mau berbagi informasi tentang thalassemia dulu ya, karena bagi saya thalassemia masih asing diketahui. Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkura…

Mengembangkan Sains Melalui Kalbe Junior Scientist Award 2019

Sejak diselenggarakan tahun 2011, Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) memiliki jumlah peserta hingga ribuan yang meningkat setiap tahunnya dan tercatat 1,306 karya yang masuk atau 383 berdasarkan sekolah pada tahun 2018. KJSA adalah lomba karya sains nasional untuk siswa-siswi tingkat SD dan SMP se-Indonesia. Tahun 2019, KJSA tampil dengan KJSA Goes Digital yang memanfaatkan unsur teknologi digital di dalamnya guna menghadapi revolusi industri 4.0.

KJSA merupakan bentuk komitmen PT Kalbe Farma Tbk untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini serta melihat permasalahan di sekitar dan mencari jawabannya.
Jenis teknologi digital yang digunakan untuk mengikuti KJSA ini tidak dibatasi. Mulai dari penggunaan alat bantu yang termasuk komputerisasi, automatisasi, programming (misalnya penggunaan tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro-bit rasberry pi, dll). Pada KJSA tahun ini akan mengadakan monitoring atau pembimbingan kepada finalis terpi…

Kemchicks dan Tumpeng

Apa hubungannya Kemchicks dan Tumpeng?
Pada Sabtu, 20 Juli 2019 lalu, Kemchicks merayakan ulang tahun ke 70 hubungan diplomatik Indonesia-Amerika yang ditandai dengan pemotongan Nasi Tumpeng. Dalam tradisi masyarakat Jawa, Nasi Tumpeng dihadirkan pada peristiwa penting seperti pernikahan, ulang tahun, dan peresmian suatu tempat sebagai wujud rasa syukur.
Tumpeng adalah nasi putih/nasi kuning/nasi gurih berbentuk kerucut yang merupakan budaya masyarakat Jawa yang tertera dalam Serat Centhini. Tumpeng disebut juga dalam naskah sastra Ramayana, Arjuna Wijaya dan Kidung Hasra Wijaya sebagai hidangan dalam berbagai pesta.


Lauk pauk dalam penyajian tumpeng juga memiliki arti dimana harus ada unsur hewan darat, hewan laut dan sayur mayur. Tidak ada lauk pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng, namun beberapa lauk yang biasa menyertai adalah perkedel, abon, kedelai goreng, telur dadar/telur goreng, timun yang dipotong melintang, dan daun seledri. Variasinya melibatkan tempe kering, serundeng, ura…