Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Macao Yang Tak Terlupakan

Macao Yang Tak Terlupakan Doc. Andini Harsono Sebagai seorang pecinta traveling , saya merasa lebih tertantang ketika harus melakukan perjalanan ke luar negeri. Bukan tidak ingin keliling Indonesia, tapi kalau traveling ke luar negeri itu tantangannya beda, seperti saya harus benar-benar bisa menghitung biaya hidup selama saya di sana, jangan sampai di sana kekurangan uang dan kesusahan. Selain itu, melatih saya supaya lebih berani dan juga menambah teman baru dari berbagai Negara. Salah satu target hidup saya adalah menambah satu Negara untuk dikunjungi dalam waktu satu tahun, dan Macao merupakan Negara ke-sepuluh saya dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini. Berawal dari hunting tiket murah Jakarta - Hong Kong - Jakarta lalu saya mengatakan kepada kawan jalan waktu itu bahwa saya ingin ke Macao, mengingat Macao merupakan salah satu Negara di Asia yang ingin sekali saya kunjungi sejak lama. Entah mengapa pesona Macao menjadi daya tarik sendiri bagi saya. Macao mencer

Cegah Diabetes Sedini Mungkin

World Diabetes Day Doc. kompas.com Sebagai seseorang yang memiliki keturunan diabetes, saya menjadi sangat perhatian dengan asupan makanan yang saya konsumsi setiap hari. Saya sudah mulai terbiasa melihat kalori pada kemasan cemilan dan sudah menerapkan isi piringku. Tak lupa, saya selalu berusaha bisa mencapai 10.000 langkah setiap hari karena saya bukan tipe yang gemar melakukan olahraga. Tanggal 14 November 2019 lalu diperingati Hari Diabetes Sedunia dan kali ini Hari Diabetes di Indonesia mengangkat tema “Lindungi Keluarga dari Diabetes.”. Kampanye ini digaungkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 15 November 2019 dengan mengadakan seminar yang membahas kembali tentang diabetes agar kita semua mengingat bahwa diabetes adalah penyakit tidak menular yang bisa menyerang siapa saja. Lindungi Keluarga Dari Diabetes Doc. Tati Suherman Dalam seminar tersebut dihadiri para narasumber diantaranya, Dr. Cut Putri Arianie (Direktur P2PTM Kementerian

Rumah Sakit Premier Jatinegara Memberi Perhatian Khusus Pada Parkinson

Doc photo by honestdocs.id Parkinson adalah sebuah penyakit yang terjadi karena degenerasi sel syaraf dan hilangnya sel-sel yang memproduksi dopamin di otak. Parkinson berakibat pada penurunan fungsi system motorik. Kekurangan dopamin bisa mengakibatkan hilangnya kemampuan mengendalikan tubuh. Biasanya parkinson terjadi pada seseorang yang berusia di atas 60 tahun. Saya pribadi baru pertama kali mendengar parkinson. Selama ini saya hanya tahu jika ada orang tua yang gemetar tubuhnya disebut “buyutan” dalam istilah Jawa. Rupanya itu tanda bahwa orang tua tersebut mengalami parkinson. Tanda yang mudah dikenali jika seseorang parkinson adalah tanda pada motoriknya yaitu : Gemetar (tremor). Setiap memegang sebuah benda selalu bergetar tubuhnya atau gemeteran. Bahkan bisa jadi benda tersebut lantas jatuh karena kurang kuatnya menggenggam. Namun, sesungguhnya tremor hanya tanda kecil, sedangkan gejala non motorik yang lebih banyak. Sehingga banyak gejala selain tremor yang terle