Langsung ke konten utama

Jaga Kesehatan Optimal Dengan Jurnal Program Nutritalk

Peluncuran Jurnal Program Nutritalk
(dok. Andini Harsono)


Perayaan International Women’s Day tahun ini menjadi spesial karena Sarihusada meluncurkan buku perdananya berjudul Jurnal Program Nutritalk : Tumbuh Kembang Optimal Ciptakan Pemimpin Andal. Bekerjasama dengan Kelompok Kerja Jurnalis Penulis Kesehatan (K2JPK), buku ini merupakan kumpulan materi edukasi dari program Nutritalk yang sudah terselenggara sejah tahun 2010. Buku yang berisi 60 topik gizi lengkap mulai dari siklus kehidupan Bunda hingga kehidupan awal si kecil. Buku ini rangkuman diskusi-diskusi dengan para narasumber pada program Nutritalk yang membahas berbagai tema gizi, kesehatan, dan stimulasi tepat untuk tumbuh kembang optimal.

Bertempat di Kembang Goela, Sudirman Jakarta, peluncuran buku ini dihadiri oleh Prof. Dr. Hardinsyah, MS (Guru Besar Ilmu Gizi FEMA IPB), Ade Anggita Devi (anggota K2JPK), Kamidia Radisti (Public Figure), dan tentu saja Arif Mujahidin selaku Communications Director Danone Indonesia.

Edukasi gizi melalui Jurnal Program Nutritalk dirangkum K2JPK secara lengkap, runut, dan aplikatif berdasarkan sumber-sumber yang kredibel. Dengan bahasa sederhana yang mudah diserap oleh masyarakat diharapkan dapat mengubah paradigma berpikir masyarakat untuk memelihara gizi seimbangnya. Seperti yang dijelaskan oleh Prof. Hardin bahwa kecukupan gizi masyarakat Indonesia dapat dikatakan masih memprihatinkan dimana Indonesia merupakan salah satu dari 17 negara di dunia yang memiliki tiga masalah gizi di waktu bersamaan, yaitu stunting (pendek), wasting (terlalu kurus), dan obesitas (terlalu gemuk). Angka kematian ibu karena melahirkan juga masih tinggi. Maka dari itu diperlukan edukasi masyarakat terutama para ibu untuk lebih memperhatikan asupan gizi agar lebih seimbang dan lebih baik.

Ini dia bukunya :D
(dok. Andini Harsono)


Uniknya, buku ini terdiri dari 5 BAB dan diceritakan secara berurutan, mulai dari kesehatan pada remaja putri hingga menjadi ibu. Artinya sejak remaja kita harus memperhatikan kesehatan agar siap ketika berumah tangga nanti. Jurnal Program Nutritalk menyajikan ulasan lengkap seputar gizi awal kehidupan mulai dari persiapan kehamilan ibu, masa kehamilan dan menyusui. Lalu ada juga gizi dan stimulasi untuk si kecil dalam upaya perkembangan fisik-motorik, kognitif, bahasa dan sosial emosional. Ada juga ulasan psikologis dan pendidikan. Semua itu bisa menjadi bekal untuk menciptakan pemimpin andal.

Kamidia Radisti sudah membuktikan bahwa menjadi ibu adalah surga dunia yang tak ternilai harganya. Memiliki 3 orang buah hati dengan segudang aktivitasnya sebagai public figure tidak membuat Radisti kehilangan peran. Momen kebersamaan bersama para buah hati selalu diciptakannya dan tak lupa tetap memperhatikan asupan gizinya. Menurutnya yang paling penting adalah kerja sama dalam keluarga, antara dia dan suaminya, dia dan para assisten rumah tangga yang membantu menjaga anak-anaknya ketika dia dan suami bekerja di luar rumah. Dengan hadirnya Jurnal Program Nutritalk ini, sangat membantunya untuk dapat terus menambah pengetahuannya tentang kesehatan dan psikologi emosional.


Program pemerintah tidak ada 1 pun gizi buruk di Indonesia tentunya menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Jurnal Program Nutritalk diharapkan mampu menjadi sumber informasi lengkap dan mudah untuk dipahami siapa saja yang membacanya. Sehingga ketika sudah membaca, masyarakat mampu mengubah perilaku sehatnya. Untuk sementara ini, Jurnal Program Nutritalk belum dijual bebas hanya untuk kalangan media dan blogger. Semoga segera dapat didapatkan di toko-toko buku terdekat.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senja Bercerita Tentang

Senja kuakhiri dengan ucapan syukur karena ALLAH begitu banyak memberikan kenikmatan untukku.
Kulangkahkan kaki menyusuri jalanan basah setelah diguyur hujan, dan kusempat menghentikan langkah ketika melihat sebuah papan iklan berfotokan seorang laki-laki. Sepertinya aku mengenal laki-laki itu.
Sepersekian detik aku coba mengingatnya, dan ternyata itu kamu, teman baikku sejak 5 tahun lalu. Namun, kami putus komunikasi setelah aku memilih laki-laki lain menjadi kekasihku kala itu.
Terasa janggal memang, seketika dia berubah sikapnya saat aku berpacaran dengan Adi. Apa salahnya? Hingga detik ini pun aku tidak tahu alasan Reno menjauhiku bahkan terlihat membenciku. 5 tahun berlalu, sekarang dia sudah menjadi seorang aktor layar lebar.
Sesampainya di kamar, aku segera mengisi daya ponselku. Aku segerakan pula membersihkan badanku yang tersiram panas dan hujan. Selesai semua ritualku, aku mulai merebahkan tubuh pada kekasihku, ya tempat tidur kesayanganku. Perlahan kulepaskan semua letih dan …

Pertemuan Singkat

Mengenalmu adalah kebangkitan bagiku Mengenalmu adalah semangat baru bagiku
Panas terik Ibukota membuat aku memutuskan untuk berteduh di sebuah coffee shop tersohor di bilangan Sarinah. Sejak kecil aku memang kalah dengan panas matahari yang terlampau terik. Pasti kepalaku langsung keliyengan.
Sembari membuka laptop, aku menikmati segelas es cokelat dan sepotong kue keju. Setiap mampir ke coffee shop, aku jarang memesan kopi. Ya memang aku sesungguhnya bukan coffee lovers hehe..Jadi ya nikmati minuman yang lainnya aja.
Seperti biasanya, tempat ini ramai dikunjungi orang-orang pecinta kopi plus nongkrong. Karena tempatnya strategis jadi mereka sering menjadikan tempat ini lokasi meeting, nongkrong-nongkrong atau kerja seperti aku. Jaman sudah canggih ada beberapa pekerjaan yang bisa dikerjakan dimana aja dan kapan aja.
“Eh eh sebentar lagi Reno mau datang. Katanya dia sudah dekat.” ucap perempuan A salah satu anggota rombongan sekitar 20 orang atau lebih yang memblock hampir setengah coff…

Jeda

"Sampai kapan di Bangkok?" tanyamu pada chat WhatsApp.
Tak langsung aku membalasnya karena aku sedang menemui beberapa kolegaku.
"Hari Senin minggu depan. Kenapa?" balasku 2 jam kemudian yang berujung tak dibalas lagi olehnya.
Hari berganti hari, tak kunjung kutemui balasan darinya bahkan tak juga kulihat update di Instagram Story-nya atau posting-nya pada Instagram. Padahal dia termasuk laki-laki yang aktif berbagi cerita di dunia maya. Ya, dia lebih kekinian dibandingkan aku.
Senin menjelang tengah malam aku tiba di Jakarta. Aku sapa dia kembali mengabarkan bahwa aku sudah di Jakarta tapi gak juga ada balasannya. Bahkan untuk dibaca aja gak.
Dia menghilang.. Gak biasanya dia semenghilang ini. Tapi siapalah aku. Tak mungkin telepon terus menerus, kirim pesan terus menerus. Siapalah aku?
"Hai. Aku baik-baik aja. Semua akan berlalu. Ini adalah jeda dalam hidupku. Ini akan segera berlalu." pesan singkatnya masuk pada WhatsApp-ku yang diakhiri dengan emotic…