Langsung ke konten utama

Tetap Tenang Memperingan Langkah

 

Doc. Andini Harsono
Design by Canva


Tanpa terasa kita sudah 6 bulan menghadapi pandemi Covid-19 bahkan lebih dari itu untuk masyarakat dunia. Dampak yang dirasakan cukup besar. Selain dampak ekonomi, dampak sosial dan psikologi juga terjadi. Rasa cemas dan tak tenang menghampiri hampir semua orang. Ada saja yang memberatkan pikiran apalagi sebagai seorang freelancer, saya merasakan terkena dampak ekonomi dan kecemasan di tengah ketidakpastian yang entah sampai kapan ini.

Salah satu solusi agar saya tetap tenang dan berpikir positif yaitu dengan membaca atau menonton konten-konten positif menyemangati seperti yang diadakan oleh Home Credit Indonesia. Talkshow secara virtual melalui Instagram Live #AyoMajuBersama yang diadakan setiap hari Rabu ini mengangkat tema-tema penting dengan narasumber-narasumber mumpuni pada bidangnya. Saya merasa bersyukur sekali hari Rabu kemarin tanggal 19 Agustus 2020 saya dapat mengikuti Instagram Live di akun @homecreditid bersama Adjie Santosoputro seorang praktisi Mindfulness.

Apa Itu Mindfulness?

Mas Adjie mengatakan, untuk menghindari kecemasan kita harus memiliki mindfulness dimana kita menyadari diri kita sedang berada di sini, kini dan saat ini. Artinya tidak terbawa di masa lalu atau mengkhayal ke masa depan.

Saya dan mungkin teman-teman yang membaca artikel ini sering merasakan kecemasan. Tanpa sebab tanpa tahu apa yang sedang terjadi tiba-tiba merasa cemas. Bisa juga kecemasan timbul karena kita terlalu takut sesuatu yang belum tentu terjadi. Menurut Mas Adjie, akar penyebab kecemasan yaitu keinginan kita untuk memastikan yang tidak pasti. Setelah saya pikir-pikir, bener juga. Kadang kita terlalu sibuk memikirkan hasil sebelum menjalani usaha. Kadang kita sudah mikir yang aneh-aneh padahal hal tersebut belum tentu terjadi. Memang tidak ada sesuatu yang pasti di dunia ini.

Mindfulness merupakan cara efektif untuk membuat seseorang lebih memperhatikan pikiran, perasaan dan dunia sekitarnya. Kalau saya umpamakan membuat seseorang lebih hidup di dunia nyata hehe.

 

Instagram @homecreditid


Bagaimana Melatih Mindfullness?
 

Cara paling mudah untuk memiliki mindfulness adalah dengan sadar nafas. Duduk diam selama 5-10 menit untuk mengenali nafas. Nikmati setiap kita menarik nafas dan menghembuskannya. Sadari betapa besar anugerah kita bisa bernafas dan syukuri hal itu. Kalau sadar nafas dilakukan berulang-ulang, maka akan menghindari kita dari kecemasan dan negative thingking atau overthingking.

Saya senang bermeditasi untuk mendapatkan ketenangan. Apalagi sejak masa pandemi ini, saya jadi rajin bermeditasi. Mungkin durasi meditasi lebih panjang dari sadar nafas, jadi saya bisa mulai praktekan sadar nafas di sela-sela kegiatan saya.

Cara lainnya yaitu jangan mudah mempercayai asumsi yang timbul di pikiran kita. Bisa jadi kita terlalu berlebihan memikirkan hal yang belum tentu terjadi sehingga justru malah menghambat langkah kita. Nah yang ini mungkin kita perlu latihan lebih sering karena saya pun masih bingung antara asumsi atau kata hati hihihi..

Tetap Tenang Memperingan Langkah

Penghujung IG Live, pria lulusan Psikologi Universitas Gajah Mada ini memberi tips agar kita semua dapat tetap tenang dalam segala kondisi serta bisa tetap produktif, diantaranya

Menjaga niat diri sendiri. Pastikan bahwa kita mempunyai niat untuk melangkah maju dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang sudah dijalankan lama. Misalkan pergi bekerja (mungkin bisa work from home), menjalankan hobi, olahraga dan sebagainya. Jangan karena masih dibatasi, niat kita pun jadi dibatasi.

Menulis rencana setiap hari. Ketika bangun tidur, ada baiknya kita menuliskan apa saja yang akan kita lakukan seharian. Misalkan Anda menuliskan poin 1 – 5 maka bukan tidak mungkin yang bisa diselesaikan hanya 2 poin saja. Jangan berkecil hati, poin 3 dan seterusnya bisa dilanjutkan keesokan harinya. Kalau saya sering membuat list kegiatan dalam sehari ketika mau tidur, jadi ketika bangun tidur sudah segera bisa melaksanakannya.

Buatlah skala prioritas. Setelah membuat list kegiatan maka buatlah poin mana yang menjadi prioritas. Dengan membuat prioritas maka kita akan melaksanakannya dengan senang hati dan fokus.

Mengurangi multitasking, menambah single tasking. Jika terbiasa multitasking mungkin bisa mulai menguranginya dan membiasakan melakukan single tasking. Maka hasil pekerjannya juga akan lebih maksimal tanpa memaksa diri melakukan hal lebih.

Selain keempat hal tersebut di atas tentunya bisa mulai membiasakan melakukan sadar nafas agar pikiran dan tubuh kita saling bekerjasama. Mindfulness juga bisa membantu kita lebih mencintai diri sendiri. Kalau dengan diri sendiri sudah cinta, maka dia akan memancarkan cinta juga ke orang lain. Bayangkan kalau di dunia ini penuh cinta, indah bukan? Hehe


Dini di Kebon Raya Bogor
Doc. Andini Harsono


Alhamdulillah dapat ilmu baru dari Home Credit dan Mas Adjie. Jadi tidak sabar mengikuti
Instagram Live-nya Home Credit lagi minggu depan. Sudah saatnya maju bersama tetap bertahan dan percaya pandemi ini segera berakhir. Ayo maju bersama tetap tenang agar langkah lebih ringan. Lakukan hal-hal yang membuatmu bahagia dan tetap positif :)

Komentar

  1. Adji Santosoputro yang dulu Adji Silarus bukan, Mbak? Memang bener sih pas masa pandemi serba ga menentu gini kita mudah diserang perasaan cemas dan waswas. Buat para guru juga penting banget nih mindfulness. Aku mulai menata niat sama buat skala prioritas. Semoga pandemi segera berlalu ya Mbak Dini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. doa kita bersama ya Kak. Sehat selalu dan semangaatt 🙏

      Hapus
  2. mengurangi multitasking ini yang susah. hiks

    BalasHapus
  3. Menjaga pikiran agar tetap tenang di masa begini emang perlu ya. Biar tetap produktif juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa betul Mbaa.. semangat terus ya Mbaaaa 🙏

      Hapus
  4. Meditasi jadi langkah terbaik ya Kak, agar kita bisa tetap waras dan mawas di masa2 seperti sekarang ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya salah satu caraku utk tetap tenang adl bermeditasi. Kalo skrg bisa lebih sederhana lagi yaitu sadar nafas. Semoga kita semua tetap sehat ya Bu 🙏

      Hapus
  5. Salah satu yang sering aku lakukan yaitu membuat to do list nih mbak. Yang lainnya sedang aku coba mempraktekannya, semoga dapat membantu menenangkan pikiran ku ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya bener Kak, aku juga melakukan ini, ngebantu bgt sih :)

      Hapus
  6. Aku juga ga sabar ka dini buat nonton IG Live HomeCredit selanjutnya 😍

    BalasHapus
  7. Mencoba singletasking ini yang rada susah ya...karena biasa multitasking, semua dipikirin dikerjain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa bener Mba nantang bgt ini jadi singletasking huhu. Pelan2 semoga bisa lebih teratur ya :)

      Hapus
  8. Ringan langkah juga bisa karena saat kita merelease semua sampah pikiran dan ini ada di teknik mindfulness :)
    Bermanfaat Din!

    BalasHapus
  9. Niat. Tetap niat ya. Aku kadang susah banget produktif, mungkin karena terlalu banyak multitasking. Jadi ga fokus. Tips yang harus segera diterapkan.

    BalasHapus
  10. Saya ikut nyimak juga nih Fun Talk Homecredit yang menghadirkan Mas Adjie Santosoputro. Dan ini adalah kali pertama saya mengenal dan mendengar paparan beliau. Bagus banget ternyata, membantu kita untuk gak overthinking.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak bener bgt sangat ngebantu biar gak mikir yg aneh2 :)

      Hapus
  11. kalo udah stress, kayanya males banget untuk melakukan rutinitas, udah jenuh duluan isi kepala ya mba.

    BalasHapus
  12. Saya juga mau coba rutin latihan mindfulness ini kak, ternyata manfaatnya bagus banget ya buat kita makin tenang menjalani hidup ini.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Sejarah Melalui Drama Kolosal Fatahillah

Belajar sejarah bagi sebagian orang memang membosankan, termasuk saya. Waktu saya duduk di bangku SMP dimana diminta memperdalam sejarah mulai dari masa kerajaan hingga Indonesia merdeka adalah tantangan yang cukup berat. Pasalnya saya pusing membaca buku-buku tebal ditambah guru yang bercerita panjang seakan meninabobokan saya ketika di kelas. Namun, seiring bertambahnya umur, saya menjadi tertarik belajar kembali tentang sejarah Indonesia. Saya menyesal, saya melewatkan pelajaran sejarah ketika sekolah dulu dan kini saya harus mengulang hampir seluruhnya.
Beruntung, semakin kesini jaman sudah canggih. Saya tinggal ketika kata kunci dan google mencarikan berbagai informasinya untuk saya. Akan tetapi saya lebih suka mencari informasi dengan pakar sejarah atau mengunjungi langsung situs-situs sejarah yang masih ada. Sejarah juga erat kaitannya dengan budaya, maka jika saya sedang bepetualang, saya mengutamakan mengunjungi tempat-tempat yang mengandung unsur sejarah dan budayanya. Dengan…

Film 99 Nama Cinta : Antara Ambisi dan Cinta

Siapa yang tak mengenal Acha Septriasa? Aktris yang kini tinggal di Australia kembali membintangi film berjudul 99 Nama Cinta pasca melahirkan. Berperan sebagai Talia seorang presenter sekaligus produser dalam program TV-nya sendiri yaitu acara gosip membuat ia jarang sekali ada waktu untuk Ibunya yang diperankan oleh Ira Wibowo apalagi mencari pasangan. Talia mengejar karir hingga ia melejit di dunia infotainment dan dikenal banyak orang. Namun, hidupnya berubah setelah bertemu dengan Kiblat (Deva Mahenra), ustaz muda yang muncul tiba-tiba untuk memberikan pelajaran agama sesuai wasiat almarhum ayah Talia. Namun siapa sangka, sejak pertemuan itu, karir Talia merosot jatuh gara-gara kesalahan kecil, tapi Kiblat ada untuk selalu mendukungnya hingga Talia mampu kembali bangkit dan menghadapi masalahnya.

Talia dan Kiblat yang sebenarnya merupakan teman kecil terlihat malu-malu saat bertemu kembali. Kiblat yang berniat tulus mengajari Talia mengaji mendapat penolakan dari Talia hingga timb…

Pimpinan Baru XL Axiata Regional Jabodetabek, Kalbar, Kaltim dan Kaltara

Seiring dengan perkembangan dunia telekomunikasi yang semakin pesat, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus berusaha memberikan yang terbaik sesuai ekspetasi pelanggan dan sekaligus meningkatkan performa bisnis telekomunikasi dan data dengan melakukan salah satu upaya yaitu rotasi pimpinan tertinggi di lingkup regional. Mulai tanggal 1 Oktober 2019, Francky Rinaldo Pakpahan menjabat Region Group Head Jabodetabek menggantikan Bambang Parikesit yang telah menjabat sejak Maret 2016 dan mendapat tugas baru di Region East.
Regional Jabodetabek merupakan wilayah yang memiliki pasar besar, bahwasanya terdapat 6 provinsi besar yang juga menjadi fokus pemerintah dalam upaya peningkatan perekonomian daerah, diantaranya Provinsi DKI Jakarta, Banten, sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.


Teritori Regional Jabodetabek memiliki dua wilayah yang menjadi fokus pemerintah yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kedua wilayah terse…