Langsung ke konten utama

Sembutopia Ajak Masyarakat Hidup Sehat Melalui Supear

Photo by USA Pears, India Facebook
Design by Canva
Re-design by Andini Harsono

Siapa yang tak suka makan buah pear (pir)? Saya sih cukup lumayan suka buah pir karena rasanya unik dan mengandung banyak manfaat bagi tubuh. Saya lebih suka pir hijau dari USA, lebih empuk dan lebih manis. Ternyata buah pir menyimpan cerita sejarah juga, saya baru tahu setelah hari ini, 27 November 2018 bertemu Bapak Kafi Kurnia untuk berdiskusi tentang keunggulan buah pir.

Buah pir tercatat sebagai buah ajaib untuk penyembuhan beragam penyakit yang ditemukan pada tablet lempung di Sumer, Mesopotamia kuno sekitar 2,750 B.C. Homer menyebut buah pir sebagai karunia keajaiban para dewa dan salah satu buah-buahan yang hadir di Taman Alcinous. Ketika peradaban menyebar, ribuan varietas pir muncul dan dibudidayakan di seluruh Eropa.

Sementara di Cina kuno, buah pir dipercaya mewakili keabadian dan kemakmuran karena pohon pir hidup untuk waktu yang lama. Di Korea, buah pir melambangkan rahmat dan kebangsawanan. Pohon pir merupakan simbol kenyamanan. Buah pir juga sebagai simbol kesuburan bagi wanita. Sementara dalam bahasa Cina, kata pir berarti li dimana memiliki arti perpisahan. Sehingga buah pir tidak diperbolehkan diberikan kepada orang tua, keluarga, sahabat atau kekasih pada momen tahun baru.

Manfaat Buah Pir Bagi Kesehatan

Buah pir memiliki manfaat untuk kesehatan di antaranya:

Kandungan antioksidan lawan radikal bebas. Kandungan klorofil pada buah pir yang matang mampu berubah menjadi antioksidan aktif yang sangat baik bagi tubuh kita.

Memperkuat sistem imun. Buah pir banyak mengandung vitamin C dan vitamin K yang akan meningkatkan sistem imun tubuh kita sehingga tidak mudah sakit.

Mengurangi risiko kanker. Buah pir dapat memenuhi 8 persen asupan vitamin K harian yang akan menurunkan risiko kanker hingga 45 persen lebih rendah.

Melancarkan pencernaan. Buah pir kaya akan serat mencapai 5 gram atau 20 persen kebutuhan harian serat tubuh kita.

Mengatasi penyakit kardiovaskular dan kolesterol. Peningkatan asupan serat telah terbukti menurunkan kadar kolesterol. Pir dapat bekerja dengan baik pada pasien kardiovaskular dan kolesterol.

Mengontrol diabetes. Pir sangat baik bagi pasien diabetes karena tinggi serat sangat baik dalam mengontrol gula darah agar lebih stabil.

Photo by IG @sembutopia

Northwest Pacific Penghasil 8 Varietas Utama Pir

 Wilayah Northwest Pacific yaitu Negara bagian Washington, Oregon dan sekitarnya merupakan penghasil 8 varietas utama dan berbagai varietas produksi kecil. Varietas utama dibagi menjadi 2 periode yaitu musim panas/musim gugur (green and red bartlett) yang tersedia bulan Agustus. Selain itu varietas musim dingin tersedia awal September.

Northwest Pacific memiliki iklim ideal, tanah vulkanik yang subur, dan air yang berlimpah menghasilkan buah pir terbaik di dunia. Hingga saat ini, pir Northwest dengan mudah bisa diidentifikasi di bawah label pir USA. Nah, seperti yang saya sering makan itu rupanya dari Washington dan Oregon.

Sembutopia Berperan Aktif Dalam Kampanye Hidup Sehat

Sembutopia merupakan gerakan yang diprakarsai Bapak Kafi Kurnia dengan tujuan memotivasi dan menginspirasi masyarakat Indonesia untuk memberdayakan kemampuan diri sendiri dalam menyembuhkan diri masing-masing dari segala gangguan jiwa dan raga. Gerakan ini sudah dilaksanakan selama setahun dan telah memiliki 2 apotik (Cleanning Services and Pest Control) yang telah memperkerjakan 100 karyawan.

Bapak Kafi Kurnia
Doc : Andini Harsono


Sembutopia telah membagikan Washington Apple kepada 80.000 pelari secara gratis sebagai bentuk dukungan pangan sehat. Seperti yang kita ketahui bersama, Kementerian Kesehatan RI telah melaksanakan program GERMAS untuk mengubah pola hidup masyarakat lebih sehat. Makan makanan bergizi seimbang sangat dianjurkan setiap hari. Buah-buahan dan sayuran sangat penting sebagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Sebagai bentuk dukungan kepada GERMAS, Bapak Kafi Kurnia mengadakan kampanye Supear untuk memotivasi masyarakat konsumsi buah pir setiap hari. Kampanye ini dilaksanakan pada bulan November dimana bertepatan dengan bulan diabetes. Buah pir sangat baik bagi pasien diabetes. Selain itu, tanggal 1 Desember 2018 merupakan hari pir sedunia (World Pear Day).

Kampanye Supear ini akan dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2018 di Senayan dan 6 Desember 2018 di AEON Mall BSD City. Harapannya dengan adanya kampanye ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga pola makan dan mengonsumsi makanan bergizi. Salah satunya dengan rutin mengonsumsi buah pir segar akan membantu mencegah berbagai macam penyakit dan menjadikan tubuh lebih sehat, segar, dan bugar. Tentunya makan bergizi haruslah diimbangi dengan aktivitas fisik, tidur yang cukup, hindari stress, tidak merokok dan rutin cek kesehatan.

GERMAS
Photo by Kemenkes RI


Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Makan pear aman buat diabetes, bikin tidak khawatir lagi akan rasa manis gula yang ternyata aman buat penderita diabetes.


    BalasHapus
  4. Aku doyan banget sama buah Pir dan Apel mbak. Karena dulu awalnya aku diet gt mbak Trus makan nya hanya buah alhamdulilah aman2 aja perut dan tetap mggak lemes. Akhirnya ke bawa sampai sekarang suka buah Pir. Ternyata manfaatnya banyak ya mbak

    BalasHapus
  5. Kedoyanan qw nih Din, boleh antar kerumah ga buah pearnya

    BalasHapus
  6. Pear ajah punya sejarahnya ya Ka.. Kalau makan buah pear hijau ini, jadi teringat almarhumah Ibu, soalnya beliau paling senang makan buah ini. Akhirnya jadi ikut suka makan pear ini dech!

    BalasHapus
  7. Wah banyak juga manfaat buah peer ya...saya sdh lama ga beli peer, ini covoknya kalau lagi cuaca panas nih jd seger. .

    BalasHapus
  8. Pear itu jadi idaman daku karena ada kandungan airnya, jadinya kalau makan setelah dikeluarkan dari kulkas serasa minum air buah segar 😊

    BalasHapus
  9. Masyarakat harus terus digerakkan nih budaya makan buah setiap hari supaya sehat kak

    BalasHapus
  10. Saya suka banget makan buah peer, rasanya segar.. Kalo saya suka peer madu dan seringnya dibikin jus atau dimix sama apel dan jeruk..

    BalasHapus
  11. Wah, salah satu buah kesukaanku nih. Adem di perut dan bikin pencernaan lancaaar :)

    BalasHapus
  12. Di kampung saya buah pir termasuk langka dan mahal lho. Jadi kah ini belum banyak dikonsumsi masyarakat. Banyaknya buah di kampung mah mangga, jeruk, pisang dan pepaya hehehe

    BalasHapus
  13. Mba itu nulis yang benar Pir atau pear sih, almarhum kakak aku dulu juga saban hari konsumsi ini buat pengobatan, kandungan airnya juga banyak jadi anak-anak juga suka.

    BalasHapus
  14. Setelah apel fuji, buah pear adalah buah favorit saya, manis dan crunchy gitu 😋

    BalasHapus
  15. Buah pear ini fav banget, kalau makan ini rasanya kriuk2 seger. Biasanya saya pakai buat masker pengganti bengkoang, nggak sering2 amat sih...soalnya eman. Mendingan dimakan aja hahaha

    BalasHapus
  16. Aku doyan banget nih pear apalagi yang hijau tuh. Nggak terlalu suka yang lembek atau terlalu mateng. Tapi sayang banget buah pear ini mahal ya sekilonya.

    BalasHapus
  17. Manfaat buah ini banyak banget ya, kaya serat lagi, wajib bgt ada d rumah setiap hari

    BalasHapus
  18. Sayang ank qu yg kecil tidak terlalu suka buah... Harus di paksa ni kayaknya

    BalasHapus

  19. Saya termasuk penggemar salah satunya buah, dahulu di tempat saya pir ini jd buah yg cukup mahal karena msh jarang ditemui. Senangnya sekarang cukup terjangkau dan kian banyak dijumpai

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Sejarah Melalui Drama Kolosal Fatahillah

Belajar sejarah bagi sebagian orang memang membosankan, termasuk saya. Waktu saya duduk di bangku SMP dimana diminta memperdalam sejarah mulai dari masa kerajaan hingga Indonesia merdeka adalah tantangan yang cukup berat. Pasalnya saya pusing membaca buku-buku tebal ditambah guru yang bercerita panjang seakan meninabobokan saya ketika di kelas. Namun, seiring bertambahnya umur, saya menjadi tertarik belajar kembali tentang sejarah Indonesia. Saya menyesal, saya melewatkan pelajaran sejarah ketika sekolah dulu dan kini saya harus mengulang hampir seluruhnya.
Beruntung, semakin kesini jaman sudah canggih. Saya tinggal ketika kata kunci dan google mencarikan berbagai informasinya untuk saya. Akan tetapi saya lebih suka mencari informasi dengan pakar sejarah atau mengunjungi langsung situs-situs sejarah yang masih ada. Sejarah juga erat kaitannya dengan budaya, maka jika saya sedang bepetualang, saya mengutamakan mengunjungi tempat-tempat yang mengandung unsur sejarah dan budayanya. Dengan…

Film 99 Nama Cinta : Antara Ambisi dan Cinta

Siapa yang tak mengenal Acha Septriasa? Aktris yang kini tinggal di Australia kembali membintangi film berjudul 99 Nama Cinta pasca melahirkan. Berperan sebagai Talia seorang presenter sekaligus produser dalam program TV-nya sendiri yaitu acara gosip membuat ia jarang sekali ada waktu untuk Ibunya yang diperankan oleh Ira Wibowo apalagi mencari pasangan. Talia mengejar karir hingga ia melejit di dunia infotainment dan dikenal banyak orang. Namun, hidupnya berubah setelah bertemu dengan Kiblat (Deva Mahenra), ustaz muda yang muncul tiba-tiba untuk memberikan pelajaran agama sesuai wasiat almarhum ayah Talia. Namun siapa sangka, sejak pertemuan itu, karir Talia merosot jatuh gara-gara kesalahan kecil, tapi Kiblat ada untuk selalu mendukungnya hingga Talia mampu kembali bangkit dan menghadapi masalahnya.

Talia dan Kiblat yang sebenarnya merupakan teman kecil terlihat malu-malu saat bertemu kembali. Kiblat yang berniat tulus mengajari Talia mengaji mendapat penolakan dari Talia hingga timb…

Mengembangkan Sains Melalui Kalbe Junior Scientist Award 2019

Sejak diselenggarakan tahun 2011, Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) memiliki jumlah peserta hingga ribuan yang meningkat setiap tahunnya dan tercatat 1,306 karya yang masuk atau 383 berdasarkan sekolah pada tahun 2018. KJSA adalah lomba karya sains nasional untuk siswa-siswi tingkat SD dan SMP se-Indonesia. Tahun 2019, KJSA tampil dengan KJSA Goes Digital yang memanfaatkan unsur teknologi digital di dalamnya guna menghadapi revolusi industri 4.0.

KJSA merupakan bentuk komitmen PT Kalbe Farma Tbk untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini serta melihat permasalahan di sekitar dan mencari jawabannya.
Jenis teknologi digital yang digunakan untuk mengikuti KJSA ini tidak dibatasi. Mulai dari penggunaan alat bantu yang termasuk komputerisasi, automatisasi, programming (misalnya penggunaan tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro-bit rasberry pi, dll). Pada KJSA tahun ini akan mengadakan monitoring atau pembimbingan kepada finalis terpi…