Langsung ke konten utama

3 Dara 2 Film Gokil Penuh Kejutan

Foto dokumentasi dari IG @film_3dara2


Badan lagi kurang sehat tapi hasrat hati ingin nonton film di bioskop. Pucuk dicinta teman pun mengajak nonton bareng film Indonesia terbaru yang siapa sangka ternyata gokil banget. 

Film yang dibintangi oleh Tora Sudiro (Affandi), Adipati Dolken (Jay), Tanta Ginting (Richard), Fanny Fabriana (Aniek), Rania Putrisari (Kasih)  dan Ovi Dian (Grace) ini hadir dengan cerita kocaknya yaitu perjalanan 3 laki-laki yang diminta menjalankan tugas-tugas Ibu Rumah Tangga. 

Adu akting diantara pemain sungguh natural. Tora Sudiro sudah tidak diragukan lagi kalau berperan jadi tokoh kocak. Tanta Ginting yang berhasil memancing Adipati ikutan kocak secara natural. Saya merasa dapat kejutan dengan kehadiran Dwi Sasono yang bikin annoying. 

Sedikit berbeda dari film 3 Dara yang pertama, film ini dikemas lebih sederhana dan mengangkat konflik keluarga. Bagi saya film ini ringan dan menghibur. 

Kalau film 3 Dara pertama menceritakan mereka dikutuk sebagai perempuan, kalau yang 3 Dara 2 mereka harus menjalankan peran sebagai Ibu rumah tangga karena kesalahan mereka yaitu tertipu karena terlalu mudah percaya untuk berinvestasi dengan mengharapkan keuntungan besar.

Konflik terjadi antara suami dan istri masing-masing yaitu Affandy dan Aniek, Richard dan Kasih yang tak lain adalah anak dan menantu dari Affandy dan Aniek, serta Jay dan Grace yang telah mempunyai seorang anak, Daren. Affandy yang merasa mertua dari Richard sering memberi usul yang salah. Belum lagi ditambah ide-ide dari Jay yang benar-benar menambah penderitaan mereka. Richard yang memilih lebih pasrah karena dia berhadapan bukan hanya dengan sohib kentalnya namun juga mertuanya, jadi ikut apa kata Affandy aja.

Kerugian finansial yang mereka alami mengakibatkan istri-istri marah dan menghukum mereka dengan cara berubah peran. Bapak Rumah Tangga itulah sebutan bagi para suami ini. Mereka harus menjalankan semua tugas istri-istri selama ini dengan mengerjakan semua pekerjaan rumah sementara sang istri bekerja kantoran. Saya menangkap pesan dari film ini bahwa jangan mudah percaya dengan alih-alih investasi dan mendapatkan keuntungan besar. Masalah keuangan memang hal yang paling krusial dalam hidup apalagi bagi yang sudah berumah tangga. Dalam menentukan keputusan bisnis, ada baiknya didiskusikan dulu antara suami dan istri agar tidak terjadi konflik seperti yang diceritakan dalam film ini.

Ketiga dara merasa hidupnya sudah tidak berguna lagi saat mereka harus pindah ke rumah Eyang Putri (Cut Mini) dengan segala peraturan ketatnya. Power Eyang Putri yang penuh kuasa dibantu dengan asistennya Jentu (Soleh Solihun) yang nyebelin abis menambah penderitaan mereka. Tokoh Eyang Putri menambah nyawa film ini, benar-benar powerful. Tak habis akal, 3 Dara selalu bikin ulah untuk bebas dari belenggu Eyang Putri meskipun berulang kali gagal. Hingga pada akhirnya para suami kembali menemui psikolog mereka yang diperankan oleh Rianti Cartwight. 

Kekacauan dan kegalauan 3 Dara ini dikemas dalam 88 menit yang segar. Dengan latar gaya modern kekinian dan bahasa gaul jaman now menjadikan film ini semakin menarik untuk ditonton.

Sutradara Monty Tiwa berhasil membuat banyak kejutan difilm ini. Banyak tokoh yang muncul di sini diluar ekspektasi. Film 3 Dara 2 juga mempunyai pesan moral menyentuh yaitu jangan pernah remehkan istri atau pekerjaan istri sebagai Ibu rumah tangga serta jangan main-main soal bisnis. 

Nah yang seru ending dari film ini diluar dari perkiraan. Film 3 Dara 2 memiliki kekuatan pada humor yang dihasilkan dari para pemain yang natural. Jadi bagi kalian yang ingin mencari experience baru tentang film Indonesia, saya sarankan untuk nonton 3 Dara 2. Ringan, gokil dan konyol, dijamin penatmu hilang setelah seharian bekerja. 

Oya film 3 Dara 2 sudah tayang sejak kemarin 25 Oktober 2018 di bioskop terdekat di kotamu. 

Komentar

  1. Film 3 dara ini menarik untuk di tonton, bisa buat belajar para suami, hihii.. harus nonton bareng suami.

    BalasHapus
  2. Kalau seru dan bikin happy, 88 menit gak akan terasa berapa lama. Pasti berasa kok sebentar banget? Hehehe...

    Belum kesampaian nonton film ini. Semoga ada kesempatannya amin...

    BalasHapus
  3. Gak tau arahnya kemana yaakann

    BalasHapus
  4. Film gokil jaman now banget ini. Soalnya aksi Jay 😍, richard n Fandi selalu ditunggu, eh ada Jentu pula, haddeh dah 😂😂

    BalasHapus
  5. hahaha emang lucu ini filmnya, aku udah nonton baremg sepupu.. dari awal nonton udah ketawa.. hihihi

    BalasHapus
  6. 88 menit terasa kurang. Tapi lucunya sangat memghibur...

    BalasHapus
  7. Penasaran dengan kejutannya. Soalnya, dari awal udah kebayang komedinya kayak gimana. Kudu nonton nih. Semoga wiken ini si dia mau aku ajak nonton film ini. :)))

    BalasHapus
  8. Aku penasaran dengan filmnya, sepertinya seru.. Buat belajar pas nanti saya berkeluarga ^^

    BalasHapus
  9. Jalinan cerita film ini menarik untuk ditonton..Pas weekend nanti tertarik ngajak Pak Suami buat nonton bareng..

    BalasHapus
  10. film komedi yang penuh pesan moral di sepanjang tahun 2018 nihh yaa sist, bagus banget ini film

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senja Bercerita Tentang

Senja kuakhiri dengan ucapan syukur karena ALLAH begitu banyak memberikan kenikmatan untukku.
Kulangkahkan kaki menyusuri jalanan basah setelah diguyur hujan, dan kusempat menghentikan langkah ketika melihat sebuah papan iklan berfotokan seorang laki-laki. Sepertinya aku mengenal laki-laki itu.
Sepersekian detik aku coba mengingatnya, dan ternyata itu kamu, teman baikku sejak 5 tahun lalu. Namun, kami putus komunikasi setelah aku memilih laki-laki lain menjadi kekasihku kala itu.
Terasa janggal memang, seketika dia berubah sikapnya saat aku berpacaran dengan Adi. Apa salahnya? Hingga detik ini pun aku tidak tahu alasan Reno menjauhiku bahkan terlihat membenciku. 5 tahun berlalu, sekarang dia sudah menjadi seorang aktor layar lebar.
Sesampainya di kamar, aku segera mengisi daya ponselku. Aku segerakan pula membersihkan badanku yang tersiram panas dan hujan. Selesai semua ritualku, aku mulai merebahkan tubuh pada kekasihku, ya tempat tidur kesayanganku. Perlahan kulepaskan semua letih dan …

Cegah Obesitas Dengan Pola Hidup Sehat

"Setengah dari porsi makanmu harus komposisi buah dan sayur." kata dr. Lily Sulistyowati, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI yang selalu terngiang dalam telinga saya. Sejak itulah saya selalu berusaha menjalankannya setiap hari. Minimal konsumsi buah dan sayur menjadi menu wajib makan siang saya. Meskipun masih jauh dari ideal, namun saya berusaha mengubah pola hidup saya diawali dengan mengubah makanan yang saya makan.
Saya terlahir dari keluarga "besar" artinya gemuk-gemuk. Keluarga saya juga kompakan mengidap diabetes dan darah tinggi. Maka dari itu saya beresiko terkena penyakit tersebut. Salah satu penyebabnya karena berat badan yang berlebih akibat makan yang mungkin tidak terkontrol. Ditambah jarang berolahraga atau memang bawaan. Entahlah, yang jelas saya ingin mengubah pola hidup saya menjadi lebih sehat karena saya ingin menikmati hidup hingga 1000 tahun lamanya (maap lebay dikit hehe)
World Obesity Day p…

Membuka Jalan Rezeki Dengan Syukur

Belajarlah untuk percaya kepada-Ku. Rencana-Ku padamu lebih baik daripada rencanamu sendiri. Yakinlah bahwa Aku selalu baik. Yakinlah segala usahamu pasti sukses. Belajarlah untuk selalu bersyukur atas apa pun yang terjadi, Karena semua akan indah pada waktunya. (Aplikasi Pencari Rezeki – hal. 153)
Yap, saya sepakat dengan quote di atas yang saya kutip dari buku berjudul Aplikasi Pencari Rezeki karya Wusda Hetsa dan Achi TM yang baru selesai saya baca. Ketika seseorang yakin terhadap Allah SWT, maka semua urusan di dunia ini akan terasa ringan. Cobaan demi cobaan akan dilalui dengan suka cita karena Allah menjanjikan akan ada 2 kemudahan dibalik 1 kesulitan, dan saya sudah sering membuktikan hal itu.
Namun, kadar keyakinan (keimanan dalam Islam) bisa naik turun. Saya pun mengalaminya. Sebagai manusia biasa, tentunya saya pernah merasa apa yang diberikan Allah tidak sesuai dengan keinginan saya. Sedangkan saya lupa bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk umat-Nya, termasuk saya.
Buku…