Langsung ke konten utama

BRAVEN : When You Have To Fight

BRAVEN
(doc. movieweb.com)

Hujan yang mengguyur Jakarta bagian selatan sore ini membuat saya memutuskan untuk menunda pulang ke rumah. Lalu iseng saya buka-buka situs 21 cineplex dan kutemukan film yang menurutku cukup menantang yaitu BRAVEN. 

Setelah lebih dulu kepoin trailer-nya di Youtube akhirnya tekad saya bulat untuk nonton film ini. Pasalnya saya memang suka banget dengan action movie apalagi yang berbau-bau survive-nya gitu. 

Film yang diperankan oleh Jason Momoa (Joe Braven), Stephen Lang (Linden) ayahnya Joe, Jill Wagner (Stephanie) istri Joe, dan Garret Dillahunt sebagai bandar narkoba ini mengambil latar di Newfoundland, Canada penuh dengan saljunya dan saya mupeng hahaha. Film ini berhasil menjadi penawar khayalan saya bagaimana keadaan desa-desa atau kota-kota kecil di Negara yang penuh salju. Sungguh menarik.

Sebenarnya Braven gak se-action yang saya kira. Ada sisi drama dan harunya. Karena film ini mengisahkan tentang sebuah keluarga Linden yang tinggal bersama Joe, anaknya yang sudah menikah dengan Stephanie dan punya anak, Charlotte. Karena Linden sudah tua dan mulai pikun serta masih trauma dengan meninggalnya sang istri, maka Linden perlu pengawasan lebih dari anaknya.  

Suatu malam Linden terlibat perkelahian di sebuah bar tidak jauh dari rumahnya dan berujung jahitan di kepalanya. Sejak itu, Joe merasa galau, sedih memikirkan ayahnya. Dia tidak mau ayahnya dirawat di panti jompo seperti saran dokter. Kemudian sang istri menyarankan untuk bicara lebih dekat dari hati ke hati dengan Linden. Akhirnya mereka memutuskan untuk berlibur di sebuah pondok yang berada di tengah gunung milik Linden dan Joe. Pondok itu jarang sekali dikunjungi. 

Film yang berdurasi sekitar 94 menit ini mulai panas ketika ada bandar narkoba yang hendak mengambil barangnya di pondok milik Joe tersebut. Akhirnya mereka terlibat aksi tembak-tembakan. 

Selalu saya tunggu Sheriff-nya atau Polisi setempat. Biasanya diceritakan jumlah personil Sheriff sedikit sehingga mereka perlu bantuan dari kota. Makin liar khayalan saya ke desa-desa di benua Amerika. Kira-kira kapan bisa merasakannya langsung? Eh tapi bukan tembak-tembakannya ya. 

Film ini mengisahkan betapa kita harus survive ketika kriminal datang tiba-tiba. Karena dalam hidup kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. tsahh..

Kira-kira begitulah kisah film Braven menurut saya. Cukup seru, Joe-nya ganteng (halah), dan latarnya indah (salju). Braven bisa menjadi referensi Anda untuk menikmati long weekend minggu ini. Selamat nonton :)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cegah Obesitas Dengan Pola Hidup Sehat

"Setengah dari porsi makanmu harus komposisi buah dan sayur." kata dr. Lily Sulistyowati, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI yang selalu terngiang dalam telinga saya. Sejak itulah saya selalu berusaha menjalankannya setiap hari. Minimal konsumsi buah dan sayur menjadi menu wajib makan siang saya. Meskipun masih jauh dari ideal, namun saya berusaha mengubah pola hidup saya diawali dengan mengubah makanan yang saya makan.
Saya terlahir dari keluarga "besar" artinya gemuk-gemuk. Keluarga saya juga kompakan mengidap diabetes dan darah tinggi. Maka dari itu saya beresiko terkena penyakit tersebut. Salah satu penyebabnya karena berat badan yang berlebih akibat makan yang mungkin tidak terkontrol. Ditambah jarang berolahraga atau memang bawaan. Entahlah, yang jelas saya ingin mengubah pola hidup saya menjadi lebih sehat karena saya ingin menikmati hidup hingga 1000 tahun lamanya (maap lebay dikit hehe)
World Obesity Day p…

Jeda

"Sampai kapan di Bangkok?" tanyamu pada chat WhatsApp.
Tak langsung aku membalasnya karena aku sedang menemui beberapa kolegaku.
"Hari Senin minggu depan. Kenapa?" balasku 2 jam kemudian yang berujung tak dibalas lagi olehnya.
Hari berganti hari, tak kunjung kutemui balasan darinya bahkan tak juga kulihat update di Instagram Story-nya atau posting-nya pada Instagram. Padahal dia termasuk laki-laki yang aktif berbagi cerita di dunia maya. Ya, dia lebih kekinian dibandingkan aku.
Senin menjelang tengah malam aku tiba di Jakarta. Aku sapa dia kembali mengabarkan bahwa aku sudah di Jakarta tapi gak juga ada balasannya. Bahkan untuk dibaca aja gak.
Dia menghilang.. Gak biasanya dia semenghilang ini. Tapi siapalah aku. Tak mungkin telepon terus menerus, kirim pesan terus menerus. Siapalah aku?
"Hai. Aku baik-baik aja. Semua akan berlalu. Ini adalah jeda dalam hidupku. Ini akan segera berlalu." pesan singkatnya masuk pada WhatsApp-ku yang diakhiri dengan emotic…

Ibu dan Generasi Emas Indonesia

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2017 ini mengambil tema “Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga.” dengan harapan setiap keluarga di Indonesia menjadi barisan terdepan dalam memberikan perlindungan kepada anak, baik dalam hal pendidikan hingga memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsinya.


Hal ini seiring sejalan dengan adanya program pemerintah menuju Generasi Emas 2045 dimana diperlukan awareness dari orang tua (terutama Ibu) terhadap putra-putrinya. Menurut dr. Eni Gustina, MPH, Direktur Kesehatan Keluarga Indonesia, Kementerian Kesehatan RI pada acara Diskusi Publik Dalam Rangka Memperingati Hari Anak Nasional "Pemenuhan Hak Kesehatan Anak untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045." yang diselenggarakan oleh Yayasan Adhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) beberapa waktu lalu bahwa anak Indonesia memiliki permasalahan gizi yaitu gizi kurang, kurus, pendek, obesitas. Untuk itu, Kementerian Kesehatan memiliki prioritas pembangunan kesehatan yaitu pengurangan kekurangan…