Langsung ke konten utama

Cara Mudah Deteksi Alergi Susu Sapi Bersama Enfa Club

Tes Alergi Susu Sapi enfaclub.com/tesalergi-sususapi/
(dok. Andini Harsono)

Memiliki anak pastinya sangat menyenangkan. Kehidupan baru sebagai orang tua pastinya lebih lengkap tantangannya tapi nikmatnya juga luar biasa. Untuk itu diperlukan kesiapan lahir dan batin menjalani kehidupan sebagai orang tua. Tidak boleh berdiam diri, harus rajin mencari tahu tentang kesehatan si anak, pendidikan si anak, tumbuh kembang anak dan lain sebagainya. Seru yaa..

Beberapa waktu lalu tepatnya di bulan puasa, saya menghadiri acara bertema parenting dan kesehatan dari Enfa Club di bilangan Kebayoran, Jakarta Selatan. Acara yang bertema “Tidak Semua Masalah Pencernaan Berkaitan Dengan Alergi.” memberi informasi baru bagi saya. Ya memang saya masih belum memiliki anak tapi melakukan persiapan dengan baik tidak ada salahnya kan? hehe

Peserta yang hadir pada acara Enfa Club
"Tidak Semua Masalah Pencernaan Berkaitan Dengan Alergi"
(dok. Andini Harsono)

Saya sudah sering mendengar curhatan dari saudara atau sahabat yang sudah memiliki anak curhat soal alergi susu sapi dan adanya gangguan pencernaan pada anaknya. Pada umumnya anak bayi (dibawah 3 tahun) akan sering mengalami 3 jenis alergi yaitu pernafasan, kulit dan pencernaan. Kebanyakan orang tua menganggap hal itu terjadi akibat makanan yang dikonsumsi tidak tepat, sehingga keburu panik dan penanganannya jadi kurang tepat.

Padahal apabila bayi mengalami masalah pencernaan itu dikarenakan sistem pencernaannya belum sempurna. Bayi belum mampu memproduksi enzim dengan sempurna sehingga makanan belum bisa diserap dengan sempurna juga. Akibatnya bayi sering mengalami berbagai gejala seperti perut kembung, sering buang gas, sakit perut, muntah, mual, dan BAB tidak lancar. Apabila bayi sudah merasa tidak nyaman pastinya akan rewel. Tantangan jadi orang tua adalah tetap tenang ketika si anak sedang tidak enak badan. Jangan panik, segera cari solusi.

DR. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp. A memberi pencerahan tentang
Alergi Pada Anak
(dok. Andini Harsono)

DR. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp. A menjelaskan tidak semua masalah pencernaan itu terjadi akibat alergi, maka dari itu sebaiknya kenali dulu gejalanya. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas bahwa bayi belum memiliki sistem pencernaan yang sempurna. Selain itu bisa juga dikarenakan alergi protein susu sapi. Dokter Ariani menyarankan untuk mengecek terlebih dahulu makanan apa yang sudah dikonsumsi selama 3x24 jam lalu segera konsultasikan ke dokter anak agar bisa diketahui penyebab yang sebenarnya.
Dokter Ariani juga memberikan tips untuk dilakukan orang tua jika anak mengalami masalah pencernaan ketika berada di rumah, antara lain :

  • Mandikan menggunakan air hangat
  • Pada bagian perutnya kompres menggunakan air hangat
  • Berikan pijatan LOVE dengan lembut menggunakan minyak telon
  • Berikan Asefetida yang biasa dicampur dengan air kemudian dibalurkan ke perut agar tidak kembung
  • Pijat pada kaki seperti sedang mengayuh sepeda
  • Gendong dan tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut agar dapat bersendawa


Tentunya semua itu dilakukan dengan penuh cinta kasih yaa. Pasti si kecil nyaman dan tenang.

Selanjutnya, M. Nuh Nasution tim ahli Enfa+ menjelaskan tentang cara deteksi alergi susu sapi pada anak. Untuk memudahkan para orang tua mendeteksi dini alergi susu sapi cukup melakukan Tes Alergi Susu Sapi sederhana pada website www.enfaclub.com. Anda harus menjawab beberapa pertanyaan yang nantinya akan menentukan hasil akhir dan menjelaskan bahwa anak mengalami alergi susu sapi atau tidak.

Ini hasil tes sepupuku Dhipa - 17 bulan
(dok. Andini Harsono)

Semua peserta Enfa Club yang hadir diminta untuk mencoba mendeteksi dini alergi susu sapi dan saya mencoba mendeteksi adik sepupu yang berusia 17 bulan. Karena sering menemani sehari-harinya sehingga kurang lebih saya tahu apa yang dia makan dan dia alami. Dan inilah hasilnya, dia tidak alergi protein susu sapi. Alhamdulillah.

Setelah mengetahui bahwa pencernaan belum matang sempurna, tidak perlu terburu-buru untuk tidak memberikan anak susu formula. Enfagrow A+ Gentle Care bisa menjadi solusi untuk anak 1-3 tahun. Susu dengan formula PHP (Partially Hydrolyzed Protein) ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengatasi masalah pencernaan yang peka. Formulanya mudah dicerna dengan protein halus dan mengandung nutrisi penting yang mendukung aktivitas dan proses belajarnya.

Enfagrow A+ Gentle Care
(dok. Andini Harsono)

Pada bagian akhir acara, para blogger diingatkan tentang membuat artikel SEO Friendly oleh Parjono Sudiono, Group Head Digital Zenit Optimedia. SEO merupakan optimisasi yang dilakukan sehingga website kita mendapat tempat teratas dalam pencarian secara organik.

Parjono Sudiono, Group Head Digital Zenit Optimedia
(dok. Andini Harsono)

Ada 4 hal yang harus diperhatikan untuk menjaga SEO tersebut yaitu :

Index : Membantu memberikan tepat kepada mesin pencari
Content : Membuat pembaca blog kita mendapatkan konten menarik dan relevan
Authority : Menjadikan blog kita terpercaya
Experience : Engagement yang tinggi serta interaksi terhadap pembaca

Selain itu, beliau juga mengingatkan cara optimisasi pada konten yaitu :
Original, unik dan informatif 
Masukan kata kunci utama dalam 100 kata terakhir, paragraph tengah, dan di akhir artikel
Minimum kata pada artikel yaitu 350 kata, tapi disarankan 1000 kata lebih
Persentase penulisan kata kunci dalam artikel 1-3%
Gunakan H1, H2, H3 – kata kunci dalam H1 Tag
Gunakan Bold, Italic, dan UnderlineGunakan multimedia, foto, video, infografis mampu memberikan interaksi lebih baik bagi pembaca
Internal link harus digunakan
External link dari website-website besar seperti news website dan lain-lain
Gunakan social sharing button
Acara ini sungguh bermanfaat bagi saya dan semua yang hadir. Semakin semangat mempersiapkan diri menjadi orang tua. Semakin semangat ngeblog juga. Karena dengan menulis, kita bisa berbagi informasi, pengalaman dan juga cerita. Semoga ringkasan tentang “Tidak Semua Masalah Pencernaan Berkaitan Dengan Alergi” ini dapat bermanfaat untuk kita semua.
 
Enfagrow A+ Gentle Care yang saya bawa pulang untuk Dhipa minum
(dok. Andini Harsono)


Komentar

  1. Enfaclub ngebantu banget ya mbak. Aku yg emak2 kerja di luar rumah merasa terbantu, jadi gak gampang panikan kalau si kecil ngalamin ketidaknyamanan pencernaan.

    BalasHapus
  2. asyik ya. cuma pake hape bisa cek apakah anak alergi susu sapi atau tidak. sambil jaga anak di rumah.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BPOM Ajak Pelaku Usaha Mengedukasi Masyarakat Melalui Perka No. 31 Tahun 2018

Sebagai anak kos, saya sering mengonsumsi pangan olahan yang dibeli dari supermarket karena lebih praktis. Oleh karena itu saya tidak boleh lengah untuk tidak membaca label pada kemasannya, kapan tanggal kadaluarsa, kode produksi dan informasi gizi di dalam pangan tersebut. Kebanyakkan dari kita sering lupa untuk melakukan hal tersebut. Jangan karena beli di supermarket lalu kita menganggap enteng hal itu, biar bagaimanapun kita harus menjadi konsumen cerdas sebelum membeli.
Belum lama ini BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengeluarkan Perka Nomor 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang merupakan revisi dari peraturan terkait label pangan olahan yang sebelumnya diatur dalam Lampiran IV Peraturan Badan POM Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.
Kalau boleh saya rangkum isi Perka Nomor 31 tahun 2018 adalah sebagai berikut :
Harus tercantum label halal (apabila memang pangan tersebut halal). Label halal dapat dicantumkan sepanjang telah mendapat sertifikat halal …

Kenali dan Cegah Thalassemia Sedini Mungkin

Musim hujan telah tiba nih, sudah seharusnya kita meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Seperti biasa, musim hujan maka flu mudah menyerang. Belum nanti diare dan lain sebagainya. Konsumsi makanan bergizi seimbang, gerak badan alias olahraga, dan istirahat cukup adalah upaya pencegahan berbagai macam penyakit. Sebenarnya bukan hanya pada musim penghujan aja sih, kita harus setiap hari usaha menjaga pola hidup sehat.
Berbicara soal kesehatan tidak akan ada habisnya apalagi bicara soal penyakit. Nah, minggu lalu saya mengikuti seminar “Pengendalian Kanker dan Thalassemia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular khususnya kanker dan thalassemia. 
Tentang Thalassemia
Saya mau berbagi informasi tentang thalassemia dulu ya, karena bagi saya thalassemia masih asing diketahui. Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkura…

Akhir Pekan Seru di Banten Lama

Entah mengapa sejak 2 bulan belakangan ini, saya ingin sekali menghabiskan waktu akhir pekan di Banten Lama. Sampai-sampai saya mengatakan hal ini ke beberapa kawan dan juga sepupu saya yang hobinya “ngulik tempat-tempat bersejarah.
Seakan alam tahu apa keinginan hati dengan keberuntungan saya bergabung dalam kegiatan “Pesona Cagar Budaya Indonesia, Banten Lama.” yang diselenggarakan oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ya, tanggal 12-14 Oktober 2018 lalu saya explore Banten Lama.
Meskipun bukan kali pertama saya datang ke sini namun pesona Banten Lama tetap mencuri perhatian. Apa sih yang membuat saya ingin datang lagi ke Banten Lama? Cerita sejarah yang menjadi cagar budaya di tempat ini sungguh mengesankan. Banten dulunya sempat berjaya mengusai ekonomi nusantara dengan hasil rempah-rempah yang melimpah. Para pedagang dari India, Malaysia, Vietnam hingga Cina berbondong-bondong merapat di Pelabuhan Karangantu, Banten. Hi…