Langsung ke konten utama

Indosat Ooredoo Mempersembahkan The Beauty of Indonesian Batik di Pentas Dunia

Salah satu koleksi Ibu Aang Kunaefi pada The Beauty Of Indonesian Batik
(dok,Andini Harsono)
Sejak diresmikan oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 lalu, batik menjadi populer di dunia. Tanggal yang sama kemudian dijadikan Hari Batik Nasional sebagai upaya pemerintah mengajak masyarakat untuk melestarikan warisan budaya ini. Hal ini ditandai dengan diwajibkan menggunakan busana batik pada acara-acara resmi kenegaraan, atau kegiatan lainnya. Bahkan kini marak diadakan acara peragaan busana atau pameran bertemakan batik. Bukan hanya di dalam negeri upaya melestarikan batik juga dilakukan di luar negeri dengan cara memperkenalkan batik dalam pentas global.

The Beauty of Indonesian Batik dihadirkan oleh Indosat Ooredoo sebagai bentuk dukungan eksistensi batik yang bukan sekedar busana melainkan sebagai identitas bangsa Indonesia. Acara tersebut digelar di kantor pusat Indosat Ooredoo pada Rabu, 12 Oktober 2016 lalu dengan menampilkan koleksi batik karya desainer ternama, Sjully Darsono, koleksi batik dari Ibu Ginandjar Kartasasmita, Ibu Aang Kunaefi dan Komunitas Batikology. Selain pameran, The Beauty of Indonesian Batik juga menampilkan peragaan busana karya Sjully Darsono oleh model profesional Komunitas Batikoloy. Penampilan Tari Topeng dihadirkan sebagai pembuka acara, kemudian Live Painting Batik Show yang pernah diikuti pada tahun 2015 memberikan penghargaan Batikology kepada tokoh-tokoh wanita. Yang menarik lagi adalah batik rancangan Sjully Darsono juga diperagakan oleh seluruh jajaran manajemen Indosat Ooredoo.

Tari Topeng
(dok. Andini Harsono)

Peragaan Busana Batik oleh Jajaran Manajemen Indosat Ooredoo
(dok. Andini Harsono)

Peragaan Busana Batik oleh Jajaran Manajemen Indosat Ooredoo
(dok. Andini Harsono)
Live Painting Batik Show
(dok. Bowo Susilo)

Acara The Beauty of Indonesian Batik yang diusung oleh Indosat Ooredoo pada akhir Oktober mendatang berkesempatan menampilkan batik karya Sjully Darsono dalam jamuan diplomatik Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Praha.

Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat Ooredoo mengatakan bahwa Indosat Ooredoo mendukung penuh kegiatan yang merupakan upaya menunjukkan eksistensi batik di pentas global. Indosat Ooredoo juga siap membantu pemerintah untuk terus memperkenalkan batik kebanggaan Indonesia hingga ke pelosok dunia.

Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat Ooredoo
(dok. Andini Harsono)

The Beauty of Indonesian Batik menampilkan batik cantik dari Jawa Barat. Mega mendung dan merak ngibing corak batik Jawa Barat yang sungguh menawan. Berbeda dengan batik Pekalongan, Solo ataupun Jogja, batik Jawa Barat memiliki corak warna cenderung terang dan beraneka warna dengan motif gambar yang cenderung mengambil tema flora fauna seperti merak ngibing.

(dok. Andini Harsono)

(dok. Andini Harsono)

(dok. Andini Harsono)

Koleski batik yang ditampilkan pada malam itu sungguh membuat saya terpana dan ingin memiliki semuanya. Sebagai masyarakat, saya bangga menggunakan batik pada setiap aktifitas saya. Sama dengan Indosat Ooredoo, harapan saya dengan diselenggarakannya acara-acara seperti ini dapat menginspirasi berbagai kalangan untuk terus meningkatkan eksistensi batik di pentas dunia. Karena Indonesia bukan saja kaya pada alamnya namun juga kaya warisan budayanya.



(dok. Andini Harsono)

Komentar

  1. Canyik, elegan dan eksotis batiknya ih love love

    BalasHapus
  2. Itu ibu ibu pede ber catwalk.. saluuttt

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cegah Obesitas Dengan Pola Hidup Sehat

"Setengah dari porsi makanmu harus komposisi buah dan sayur." kata dr. Lily Sulistyowati, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI yang selalu terngiang dalam telinga saya. Sejak itulah saya selalu berusaha menjalankannya setiap hari. Minimal konsumsi buah dan sayur menjadi menu wajib makan siang saya. Meskipun masih jauh dari ideal, namun saya berusaha mengubah pola hidup saya diawali dengan mengubah makanan yang saya makan.
Saya terlahir dari keluarga "besar" artinya gemuk-gemuk. Keluarga saya juga kompakan mengidap diabetes dan darah tinggi. Maka dari itu saya beresiko terkena penyakit tersebut. Salah satu penyebabnya karena berat badan yang berlebih akibat makan yang mungkin tidak terkontrol. Ditambah jarang berolahraga atau memang bawaan. Entahlah, yang jelas saya ingin mengubah pola hidup saya menjadi lebih sehat karena saya ingin menikmati hidup hingga 1000 tahun lamanya (maap lebay dikit hehe)
World Obesity Day p…

Ibu dan Generasi Emas Indonesia

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2017 ini mengambil tema “Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga.” dengan harapan setiap keluarga di Indonesia menjadi barisan terdepan dalam memberikan perlindungan kepada anak, baik dalam hal pendidikan hingga memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsinya.


Hal ini seiring sejalan dengan adanya program pemerintah menuju Generasi Emas 2045 dimana diperlukan awareness dari orang tua (terutama Ibu) terhadap putra-putrinya. Menurut dr. Eni Gustina, MPH, Direktur Kesehatan Keluarga Indonesia, Kementerian Kesehatan RI pada acara Diskusi Publik Dalam Rangka Memperingati Hari Anak Nasional "Pemenuhan Hak Kesehatan Anak untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045." yang diselenggarakan oleh Yayasan Adhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) beberapa waktu lalu bahwa anak Indonesia memiliki permasalahan gizi yaitu gizi kurang, kurus, pendek, obesitas. Untuk itu, Kementerian Kesehatan memiliki prioritas pembangunan kesehatan yaitu pengurangan kekurangan…

Jeda

"Sampai kapan di Bangkok?" tanyamu pada chat WhatsApp.
Tak langsung aku membalasnya karena aku sedang menemui beberapa kolegaku.
"Hari Senin minggu depan. Kenapa?" balasku 2 jam kemudian yang berujung tak dibalas lagi olehnya.
Hari berganti hari, tak kunjung kutemui balasan darinya bahkan tak juga kulihat update di Instagram Story-nya atau posting-nya pada Instagram. Padahal dia termasuk laki-laki yang aktif berbagi cerita di dunia maya. Ya, dia lebih kekinian dibandingkan aku.
Senin menjelang tengah malam aku tiba di Jakarta. Aku sapa dia kembali mengabarkan bahwa aku sudah di Jakarta tapi gak juga ada balasannya. Bahkan untuk dibaca aja gak.
Dia menghilang.. Gak biasanya dia semenghilang ini. Tapi siapalah aku. Tak mungkin telepon terus menerus, kirim pesan terus menerus. Siapalah aku?
"Hai. Aku baik-baik aja. Semua akan berlalu. Ini adalah jeda dalam hidupku. Ini akan segera berlalu." pesan singkatnya masuk pada WhatsApp-ku yang diakhiri dengan emotic…