Langsung ke konten utama

Rudy Habibie Sang Mata Air

Rudy Habibie (doc. www.rudyhabibie.com)

Kisah Habibie & Ainun menjadi kisah cinta romantis sepanjang masa sejak diceritakan ke muka dunia melalui filmnya Habibie & Ainun pada tahun 2012 lalu. Cerita cinta mereka menjadi inspirasi banyak orang dengan segala pelik dan sukanya. Sosok B.J. Habibie memang sangat berpengaruh bagi bangsa dan Negara Indonesia, maka banyak sekali orang yang ingin mengenal beliau lebih dekat lagi. MD Pictures melalui sutradara Hanung Bramantyo dan produser Manoj Punjabi menjawab rasa penasaran dan membuat kisah B.J. Habibie lebih diketahui banyak orang dan dapat semakin menginspirasi sehingga dapat berpengaruh terhadap kemajuan bangsa dan Negara yang semangatnya selalu ditularkan oleh B.J. Habibie.

Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2) menceritakan perjalanan B.J. Habibie sedari kecil hingga cita-citanya untuk membangun industri dirgantara di Indonesia yang membawanya terbang ke Universitas RWTH di Aachen, Jerman. Pada masa kuliahnya di sana, bukan tanpa halangan. Kesulitan ekonomi pada masa itu membuat Rudy Habibie harus benar-benar pintar mengatur keuangan karena kiriman dari Mami Rudi terbatas. Selain belajar teknik penerbangan, Rudy juga harus belajar tentang arti persahabatan. Rudy Habibie yang diperankan oleh Reza Rahardian dirasa sangat mengena dengan tokoh asli B.J. Habibie sangat natural dan menyatu. Dia memiliki sahabat-sahabat dekat seperti Lim Keng Kie (Ernest Prakarsa), Ayu (Indah Permatasari), Peter (Pandji Pragiwaksono), Poltak (Boris Bokir) yang berhadapan dengan kelompok Panca dan teman-temannya dimana mereka mantan Tentara Pelajar yang percaya bahwa Indonesia membutuhkan solusi tapi tidak dengan visi Rudy. Perdebatan sengit terjadi hingga menimbulkan airmata dan pertumpahan darah namun tidak menyurutkan semangat Rudy untuk tetap pada tujuannya.

Ilona (Chelsea Islan), gadis keturunan Polandia yang berhasil merebut hati dan cinta Rudy sangat mendukung cita-cita dan selalu berusaha menyemangati, mendukung Rudy untuk mewujudkannya. Ilona dengan setia mendampingi dan menjadi teman diskusi Rudy. Romantisme yang disuguhkan oleh Rudy dan Ilona dalam film ini berbeda dengan Habibie & Ainun. Rudy dan Ilona senang menghadiri pesta dansa, menonton film atau sekedar berjalan-jalan keliling kota Aachen. Panorama bangunan-bangunan khas Eropa menjadi pemandangan indah membuat mata penonton tak berkedip sedikitpun. Cinta dalam perbedaan antara Rudy dan Ilona membuat jantung penonton deg-degan. Airmata, canda tawa, romantisme, perjuangan, semangat dikemas apik dalam Rudy Habibie.

“Jadilah mata air.” Itu pesan almarhum Papi Rudy yang selalu diingat oleh Rudy kapanpun dimanapun, dan nyatanya Rudy bisa mewujudkan mata air tersebut. Rudy bukan saja  berhasil menjadi mahasiswa cerdas di universitas RWTH namun Rudy mampu membangun industry dirgantara di Indonesia, membawa Indonesia bisa membuat pesawat sendiri yang berawal dari semangat Rudy ingin membuatkan pesawat untuk Papi Maminya karena daerah asal mereka berjarak jauh Sulawesi dan Jawa. Selain itu, Rudy berhasil memberikan rumus untuk menghadapi persoalan yaitu Fakta, Masalah, dan Solusi.

Film Rudy Habibie ini sarat dengan pesan moral, semangat dan juga menghibur. Tidak akan bosan mata penonton untuk menyaksikan film ini. Rudy Habibie akan menyapa Anda pada 30 Juni 2016 mendatang.

Official Trailer Rudy Habibie

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cegah Obesitas Dengan Pola Hidup Sehat

"Setengah dari porsi makanmu harus komposisi buah dan sayur." kata dr. Lily Sulistyowati, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI yang selalu terngiang dalam telinga saya. Sejak itulah saya selalu berusaha menjalankannya setiap hari. Minimal konsumsi buah dan sayur menjadi menu wajib makan siang saya. Meskipun masih jauh dari ideal, namun saya berusaha mengubah pola hidup saya diawali dengan mengubah makanan yang saya makan.
Saya terlahir dari keluarga "besar" artinya gemuk-gemuk. Keluarga saya juga kompakan mengidap diabetes dan darah tinggi. Maka dari itu saya beresiko terkena penyakit tersebut. Salah satu penyebabnya karena berat badan yang berlebih akibat makan yang mungkin tidak terkontrol. Ditambah jarang berolahraga atau memang bawaan. Entahlah, yang jelas saya ingin mengubah pola hidup saya menjadi lebih sehat karena saya ingin menikmati hidup hingga 1000 tahun lamanya (maap lebay dikit hehe)
World Obesity Day p…

Jeda

"Sampai kapan di Bangkok?" tanyamu pada chat WhatsApp.
Tak langsung aku membalasnya karena aku sedang menemui beberapa kolegaku.
"Hari Senin minggu depan. Kenapa?" balasku 2 jam kemudian yang berujung tak dibalas lagi olehnya.
Hari berganti hari, tak kunjung kutemui balasan darinya bahkan tak juga kulihat update di Instagram Story-nya atau posting-nya pada Instagram. Padahal dia termasuk laki-laki yang aktif berbagi cerita di dunia maya. Ya, dia lebih kekinian dibandingkan aku.
Senin menjelang tengah malam aku tiba di Jakarta. Aku sapa dia kembali mengabarkan bahwa aku sudah di Jakarta tapi gak juga ada balasannya. Bahkan untuk dibaca aja gak.
Dia menghilang.. Gak biasanya dia semenghilang ini. Tapi siapalah aku. Tak mungkin telepon terus menerus, kirim pesan terus menerus. Siapalah aku?
"Hai. Aku baik-baik aja. Semua akan berlalu. Ini adalah jeda dalam hidupku. Ini akan segera berlalu." pesan singkatnya masuk pada WhatsApp-ku yang diakhiri dengan emotic…

Ibu dan Generasi Emas Indonesia

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2017 ini mengambil tema “Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga.” dengan harapan setiap keluarga di Indonesia menjadi barisan terdepan dalam memberikan perlindungan kepada anak, baik dalam hal pendidikan hingga memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsinya.


Hal ini seiring sejalan dengan adanya program pemerintah menuju Generasi Emas 2045 dimana diperlukan awareness dari orang tua (terutama Ibu) terhadap putra-putrinya. Menurut dr. Eni Gustina, MPH, Direktur Kesehatan Keluarga Indonesia, Kementerian Kesehatan RI pada acara Diskusi Publik Dalam Rangka Memperingati Hari Anak Nasional "Pemenuhan Hak Kesehatan Anak untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045." yang diselenggarakan oleh Yayasan Adhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) beberapa waktu lalu bahwa anak Indonesia memiliki permasalahan gizi yaitu gizi kurang, kurus, pendek, obesitas. Untuk itu, Kementerian Kesehatan memiliki prioritas pembangunan kesehatan yaitu pengurangan kekurangan…