Langsung ke konten utama

Smoky Wagyu Brisket, Menu Baru Penikmat Steak

Smoky Wagyu Brisket - Holy Smokes (dok. Andini Harsono)

Apakah Anda sering mengadakan acara barbeque-an? Mungkin di penghujung tahun biasanya Anda dan keluarga menghabiskan malam bergantian tahun dengan barbeque-an di rumah atau tempat penginapan yang Anda sewa. Barbeque sendiri sering dijadikan ajang silaturahmi antar keluarga, kerabat, kolega dan teman oleh saudara-saudara kita di seberang Negara sana. Dan di Indonesia kini sudah menggunakan barbeque menjadi alat silaturahmi dan keakraban satu sama lain.

Barbeque adalah teknik memasak daging dengan menggunakan api tidak langsung atau pengasapan kayu dalam waktu yang lama 3-14 jam. Berbeda dengan grill yaitu mematangkan daging dengan api langsung dalam waktu yang singkat. Rasanya pun berbeda. Kalau grill masih terasa tekstur dagingnya dengan taste yang khas. Sedangkan barbeque akan mengeluarkan taste yang lebih kaya karena daging dilumuri bumbu-bumbu yang meresap selama proses pengasapan berlangsung serta akan menghasilkan daging yang terbaik hasil dari penyusutan daging setelah diasap lama.

Di Ibukota, menikmati makanan semacam barbeque atau grill tidaklah sulit. Berjejer restoran-restoran barbeque dan grill sudah ada dimana-mana. Tinggal Anda memilih mana yang sesuai dengan lidah dan kantong Anda.

Kemarin lusa saya mampir ke sebuah restoran yaitu Holy Smokes di Jalan Woltermonginsidi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang menyajikan menu spesial beraneka ragam steak yang digrill maupun yang dibarbeque. Holy Smokes menyajikan signature menunya Smoky Wagyu Brisket pada April 2016 lalu dan mendapatkan sambutan luar biasa dari para pelanggan dan penikmat steak. Sebelumnya Holy Smoke menggunakan brisket beef biasa, kali ini menggunakan daging wagyu yang diasap selama 14 jam sehingga menghasilkan daging terbaik dari segi taste dan juga teksturnya.

Saya tertarik mencoba Smoky Wagyu Brisket. Dari aromanya saja sudah menggugah selera, lalu pas dipotong dagingnya sangatlah empuk. Begitu masuk mulut langsung lumer, empuk banget. Pantaslah disebut daging terbaik setelah di asap selama 14 jam. Teksturnya melt in your mouth.

Smoky Wagyu Brisket yaitu daging brisket yang dilumuri dengan Rub spesial kreasi Chef Albert Wijaya yang merupakan hasil kombinasi sempurna dari 8 bahan sebelum diasap dengan metode low and slow selama 14 jam. Metode pengasapannya dilakukan dengan temperatur rendah yaitu 96-121 derajat celsius dan waktu yang lama. Holy Smokes juga menggunakan kayu buah-buahan untuk pengasapan wagyu brisket. Kayu buah tersebut dimasukan kedalam smoker machine khusus yang dapat menampung 250kg daging dalam sekali pengasapan. Brisket merupakan daging bagian bawah dada yang sangat keras. Dengan pengasapan 14 jam dari Holy Smokes, daging tersebut menjadi empuk saat disantap. Tadinya saya heran ketika menerima Smoky Wagyu Brisket dengan kondisi gosong di bagian pinggir daging dan merah di tengahnya. Saya pikir ini gosong dan tengahnya tidak matang. Ternyata bukan seperti itu. Bagian hitam pada pinggir daging tersebut disebut Bark yang merupakan hasil karamelisasi pada saat pengasapan dilakukan. Sedangkan lapisan merah ini dinamakan Smoke Ring yang menandakan tekni pengasapannya dilakukan dengan baik.

Smoky Wagyu Brisket habis saya lahap. Sangat lumer dimulut dan ditambah dengan Smoky BBQ Sauce yang original dicampur yang spicy menambah cita rasanya. Selain Smoky Wagyu Brisket saya disuguhi menu from the grill diantaranya adalah
  1. Rib Eye Steak, daging rib eye dari Australia disajikan dengan berat 250 gram dan dengan tingkat kematangan sesuai selera.
  2. Fillet Steak, steak ini menggunakan daging Rib Eye Scotch Cut dari Australia yang bisa dinikmati dengan harga terjangkau.
  3. Salmon Steak. Menggunakan salmon dari Norwegia yang merupakan salah satu penghasil salmon terbaik di dunia dengan teknik masak pan fry dan disajikan dengan berat 200 gram. Salmon Steak ini rasanya juga juara. Teksturnya lembut dengan tingkat kematangan yang pas.
  4. Porterhouse steak merupakan T Bone yang memiliki bagian tenderloin lebih banyak daripada striploin/short loin, sehingga kita dapat menikmati 2 bagian daging Australia dalam ukuran yang besar dalam 1 menu. Disajikan dengan berat 1000 gram dengan tingkat kematangan sesuai selera. Porterhouse ini cocok untuk dinikmati bersama sahabat atau keluarga. Karena ukurannya yang besar, saya yakin, Anda tidak sanggup menghabiskannya.
Rib Eye Steak - Holy Smokes (dok. Andini Harsono)

Salmon Steak - Holy Smokes (dok. Andini Harsono)


Fillet Steak (dok. Andini Harsono)
Semua menu From The Grill disajikan denhan Sauteed Veggie dan pilihan Mashed Potato/Fries/Rosemary Potato dengan pilihan sauce creamy Mushroom sauce/blackpepper sauce/blue cheese sauce. 

Porterhouse with Mashed Potato/Fries/Rosemary Potato (dok. Andini Harsono)
Diantara kelima menu yang saya coba, yang paling ingin lagi mencobanya adalah Smoky Wagyu Brisket. Selain enak banget rasanya, steak ini cukup ramah di kantong. Cukup dengan Rp. 130.000,- Anda sudah bisa menikmati daging terbaik, kaya akan taste dan juga menikmati suasana restoran yang nyaman, luas, dengan pelayan ramah dan siap sedia membantu pengunjungnya. 

Selamat mencoba :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BPOM Ajak Pelaku Usaha Mengedukasi Masyarakat Melalui Perka No. 31 Tahun 2018

Sebagai anak kos, saya sering mengonsumsi pangan olahan yang dibeli dari supermarket karena lebih praktis. Oleh karena itu saya tidak boleh lengah untuk tidak membaca label pada kemasannya, kapan tanggal kadaluarsa, kode produksi dan informasi gizi di dalam pangan tersebut. Kebanyakkan dari kita sering lupa untuk melakukan hal tersebut. Jangan karena beli di supermarket lalu kita menganggap enteng hal itu, biar bagaimanapun kita harus menjadi konsumen cerdas sebelum membeli.
Belum lama ini BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengeluarkan Perka Nomor 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang merupakan revisi dari peraturan terkait label pangan olahan yang sebelumnya diatur dalam Lampiran IV Peraturan Badan POM Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.
Kalau boleh saya rangkum isi Perka Nomor 31 tahun 2018 adalah sebagai berikut :
Harus tercantum label halal (apabila memang pangan tersebut halal). Label halal dapat dicantumkan sepanjang telah mendapat sertifikat halal …

Kenali dan Cegah Thalassemia Sedini Mungkin

Musim hujan telah tiba nih, sudah seharusnya kita meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Seperti biasa, musim hujan maka flu mudah menyerang. Belum nanti diare dan lain sebagainya. Konsumsi makanan bergizi seimbang, gerak badan alias olahraga, dan istirahat cukup adalah upaya pencegahan berbagai macam penyakit. Sebenarnya bukan hanya pada musim penghujan aja sih, kita harus setiap hari usaha menjaga pola hidup sehat.
Berbicara soal kesehatan tidak akan ada habisnya apalagi bicara soal penyakit. Nah, minggu lalu saya mengikuti seminar “Pengendalian Kanker dan Thalassemia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular khususnya kanker dan thalassemia. 
Tentang Thalassemia
Saya mau berbagi informasi tentang thalassemia dulu ya, karena bagi saya thalassemia masih asing diketahui. Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkura…

Akhir Pekan Seru di Banten Lama

Entah mengapa sejak 2 bulan belakangan ini, saya ingin sekali menghabiskan waktu akhir pekan di Banten Lama. Sampai-sampai saya mengatakan hal ini ke beberapa kawan dan juga sepupu saya yang hobinya “ngulik tempat-tempat bersejarah.
Seakan alam tahu apa keinginan hati dengan keberuntungan saya bergabung dalam kegiatan “Pesona Cagar Budaya Indonesia, Banten Lama.” yang diselenggarakan oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ya, tanggal 12-14 Oktober 2018 lalu saya explore Banten Lama.
Meskipun bukan kali pertama saya datang ke sini namun pesona Banten Lama tetap mencuri perhatian. Apa sih yang membuat saya ingin datang lagi ke Banten Lama? Cerita sejarah yang menjadi cagar budaya di tempat ini sungguh mengesankan. Banten dulunya sempat berjaya mengusai ekonomi nusantara dengan hasil rempah-rempah yang melimpah. Para pedagang dari India, Malaysia, Vietnam hingga Cina berbondong-bondong merapat di Pelabuhan Karangantu, Banten. Hi…