Langsung ke konten utama

Celoteh Malam

Waktu demi waktu berlalu tak terasa 12 tahun berlalu sudah. Namun kenangan masa-masa berseragam biru putih tak pernah terlupa. Apalagi ketika tersambungnya kembali tali silaturahmi diantara kita satu kelas yang kemudian diberi nama #triA alias 3A. Ya kami dulu kelas 3A dimana untuk setiap tingkatnya sampai huruf E. 

Malam ini entah kenapa ada gelisah yang mengorek kenangan kala itu hingga akhirnya aku menggoreskan celotehan di malam ini. Untuk kalian semua teman-temanku #triA dimanapun kamu berada, all the best :)

Sebagian penghuni #triA 3A yg masih suka ketemu,
dan aku hanya bilang dlm hati "Kangeen"

Rinduku Bersemi Pada Bangku Sekolah

Perjalanan masa membawaku teringat
Akan riuh gemuruh menggema
Pada sebuah ruang berkapur tulis lama
Helai demi helai buku mulai lusuh terlihat

Bangku, meja menjadi saksi
Saat bel berbunyi aku berlari
Uang lima ratus rupiah menjadi penawar
Haus lapar si gadis berseragam biru putih

Senja musim ini membawaku menikmati
Indahnya persahabatan berbalut cinta lugu
Dan aku merindu tiap detik canda tawa bersama
Waktu itu di bangku bernama sekolah

Jakarta, 13 Februari 2016
Andini Harsono
untuk teman2 3A SMP 2 Mlati, Sinduadi, Sleman, Yogyakarta

Komentar

  1. Masa lalu memang sering menimbulkan kerinduan, yang kadangkala membuat mata memerah menyimpan air dikelopaknya. Ada rasa ingin kembali ke ke zaman itu dengan segala suka dukanya, tapi ya sudahlah, itu hanya sebuah impian yang takkan pernah menjadi nyata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga air mata itu tidak akan pernah jatuh karena tersapu oleh kebahagiaan ketika kami bertemu kembali dalam suatu kedamaian..

      Terima kasih telah berkenan mampir Yah Dian Kelana :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senja Bercerita Tentang

Senja kuakhiri dengan ucapan syukur karena ALLAH begitu banyak memberikan kenikmatan untukku.
Kulangkahkan kaki menyusuri jalanan basah setelah diguyur hujan, dan kusempat menghentikan langkah ketika melihat sebuah papan iklan berfotokan seorang laki-laki. Sepertinya aku mengenal laki-laki itu.
Sepersekian detik aku coba mengingatnya, dan ternyata itu kamu, teman baikku sejak 5 tahun lalu. Namun, kami putus komunikasi setelah aku memilih laki-laki lain menjadi kekasihku kala itu.
Terasa janggal memang, seketika dia berubah sikapnya saat aku berpacaran dengan Adi. Apa salahnya? Hingga detik ini pun aku tidak tahu alasan Reno menjauhiku bahkan terlihat membenciku. 5 tahun berlalu, sekarang dia sudah menjadi seorang aktor layar lebar.
Sesampainya di kamar, aku segera mengisi daya ponselku. Aku segerakan pula membersihkan badanku yang tersiram panas dan hujan. Selesai semua ritualku, aku mulai merebahkan tubuh pada kekasihku, ya tempat tidur kesayanganku. Perlahan kulepaskan semua letih dan …

Pertemuan Singkat

Mengenalmu adalah kebangkitan bagiku Mengenalmu adalah semangat baru bagiku
Panas terik Ibukota membuat aku memutuskan untuk berteduh di sebuah coffee shop tersohor di bilangan Sarinah. Sejak kecil aku memang kalah dengan panas matahari yang terlampau terik. Pasti kepalaku langsung keliyengan.
Sembari membuka laptop, aku menikmati segelas es cokelat dan sepotong kue keju. Setiap mampir ke coffee shop, aku jarang memesan kopi. Ya memang aku sesungguhnya bukan coffee lovers hehe..Jadi ya nikmati minuman yang lainnya aja.
Seperti biasanya, tempat ini ramai dikunjungi orang-orang pecinta kopi plus nongkrong. Karena tempatnya strategis jadi mereka sering menjadikan tempat ini lokasi meeting, nongkrong-nongkrong atau kerja seperti aku. Jaman sudah canggih ada beberapa pekerjaan yang bisa dikerjakan dimana aja dan kapan aja.
“Eh eh sebentar lagi Reno mau datang. Katanya dia sudah dekat.” ucap perempuan A salah satu anggota rombongan sekitar 20 orang atau lebih yang memblock hampir setengah coff…

Jeda

"Sampai kapan di Bangkok?" tanyamu pada chat WhatsApp.
Tak langsung aku membalasnya karena aku sedang menemui beberapa kolegaku.
"Hari Senin minggu depan. Kenapa?" balasku 2 jam kemudian yang berujung tak dibalas lagi olehnya.
Hari berganti hari, tak kunjung kutemui balasan darinya bahkan tak juga kulihat update di Instagram Story-nya atau posting-nya pada Instagram. Padahal dia termasuk laki-laki yang aktif berbagi cerita di dunia maya. Ya, dia lebih kekinian dibandingkan aku.
Senin menjelang tengah malam aku tiba di Jakarta. Aku sapa dia kembali mengabarkan bahwa aku sudah di Jakarta tapi gak juga ada balasannya. Bahkan untuk dibaca aja gak.
Dia menghilang.. Gak biasanya dia semenghilang ini. Tapi siapalah aku. Tak mungkin telepon terus menerus, kirim pesan terus menerus. Siapalah aku?
"Hai. Aku baik-baik aja. Semua akan berlalu. Ini adalah jeda dalam hidupku. Ini akan segera berlalu." pesan singkatnya masuk pada WhatsApp-ku yang diakhiri dengan emotic…