Langsung ke konten utama

Petualangan Es di Wahana Ice Age Dufan

Wah ini sebenarnya sudah sangat terlambat untuk memposting kegiatan ini. Tapi tidak apalah, seperti kata pepatah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali :D

Kalau tidak salah pada bulan Mei 2014 tanggalnya lupa saya berkesempatan untuk datang bergabung di Launching Wahana Baru Ice Age di Dufan. Setelah sekian lama tidak berkunjung ke Dufan, akhirnya bisa juga masuk Dufan, gratis lagi :D

Wahana Ice Age ini terinspirasi dari film anak - anak Ice Age dengan tokoh - tokohnya. Dibuat sedemikian mungkin sehingga setiap pengunjung yang memasuki wahana ini dapat merasakan benar - benar seperti berada di dunia es. Dingiiiinnnn...


Masuk ke wahana ini akan langsung merasakan dingin sekali. Lalu kita akan diberikan pengantar dulu agar dapat menikmati wahana ini dengan aman, nyaman dan seru. Setelah di briefing, langsung menaiki kapal, berisi kurang lebih 16 - 20 orang. Kapal mulai berjalan pelan - pelan, dan kita akan disuguhi cerita seperti di film Ice Age. Dilengkapi dengan animasi yang keren menambah serunya wahana ini. Satu yang membuat kita akan berteriak, khususnya saya sih ( hehe jadi malu ), ketika kapal kita akan dimakan naga, ternyata kita akan dibawa ke bawah sehingga basah semua. Tapi tenang, penumpang akan tetap aman di dalam kapal. Perlu diingat dan diperhatikan jangan sampai ada yang menyentuh air ya apalagi benda apapun yang ada di wahana itu.

Wahana ini cocok bagi keluarga. Bisa dijadikan referensi yang asik untuk berlibur. Selamat mencoba :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senja Bercerita Tentang

Senja kuakhiri dengan ucapan syukur karena ALLAH begitu banyak memberikan kenikmatan untukku.
Kulangkahkan kaki menyusuri jalanan basah setelah diguyur hujan, dan kusempat menghentikan langkah ketika melihat sebuah papan iklan berfotokan seorang laki-laki. Sepertinya aku mengenal laki-laki itu.
Sepersekian detik aku coba mengingatnya, dan ternyata itu kamu, teman baikku sejak 5 tahun lalu. Namun, kami putus komunikasi setelah aku memilih laki-laki lain menjadi kekasihku kala itu.
Terasa janggal memang, seketika dia berubah sikapnya saat aku berpacaran dengan Adi. Apa salahnya? Hingga detik ini pun aku tidak tahu alasan Reno menjauhiku bahkan terlihat membenciku. 5 tahun berlalu, sekarang dia sudah menjadi seorang aktor layar lebar.
Sesampainya di kamar, aku segera mengisi daya ponselku. Aku segerakan pula membersihkan badanku yang tersiram panas dan hujan. Selesai semua ritualku, aku mulai merebahkan tubuh pada kekasihku, ya tempat tidur kesayanganku. Perlahan kulepaskan semua letih dan …

Pertemuan Singkat

Mengenalmu adalah kebangkitan bagiku Mengenalmu adalah semangat baru bagiku
Panas terik Ibukota membuat aku memutuskan untuk berteduh di sebuah coffee shop tersohor di bilangan Sarinah. Sejak kecil aku memang kalah dengan panas matahari yang terlampau terik. Pasti kepalaku langsung keliyengan.
Sembari membuka laptop, aku menikmati segelas es cokelat dan sepotong kue keju. Setiap mampir ke coffee shop, aku jarang memesan kopi. Ya memang aku sesungguhnya bukan coffee lovers hehe..Jadi ya nikmati minuman yang lainnya aja.
Seperti biasanya, tempat ini ramai dikunjungi orang-orang pecinta kopi plus nongkrong. Karena tempatnya strategis jadi mereka sering menjadikan tempat ini lokasi meeting, nongkrong-nongkrong atau kerja seperti aku. Jaman sudah canggih ada beberapa pekerjaan yang bisa dikerjakan dimana aja dan kapan aja.
“Eh eh sebentar lagi Reno mau datang. Katanya dia sudah dekat.” ucap perempuan A salah satu anggota rombongan sekitar 20 orang atau lebih yang memblock hampir setengah coff…

Jeda

"Sampai kapan di Bangkok?" tanyamu pada chat WhatsApp.
Tak langsung aku membalasnya karena aku sedang menemui beberapa kolegaku.
"Hari Senin minggu depan. Kenapa?" balasku 2 jam kemudian yang berujung tak dibalas lagi olehnya.
Hari berganti hari, tak kunjung kutemui balasan darinya bahkan tak juga kulihat update di Instagram Story-nya atau posting-nya pada Instagram. Padahal dia termasuk laki-laki yang aktif berbagi cerita di dunia maya. Ya, dia lebih kekinian dibandingkan aku.
Senin menjelang tengah malam aku tiba di Jakarta. Aku sapa dia kembali mengabarkan bahwa aku sudah di Jakarta tapi gak juga ada balasannya. Bahkan untuk dibaca aja gak.
Dia menghilang.. Gak biasanya dia semenghilang ini. Tapi siapalah aku. Tak mungkin telepon terus menerus, kirim pesan terus menerus. Siapalah aku?
"Hai. Aku baik-baik aja. Semua akan berlalu. Ini adalah jeda dalam hidupku. Ini akan segera berlalu." pesan singkatnya masuk pada WhatsApp-ku yang diakhiri dengan emotic…