Langsung ke konten utama

Postingan

Puisi - Rahasia

Ratusan purnama ku bertanya-tanya tentang Ratusan purnama ku terus mencari jawaban tentang Sebuah senyum yang terus terlintas tanpa kutahu Sebuah tawa yang terus terngiang tanpa meragu
Ratusan purnama ku terus mencari pemilik senyum itu Menghiasi ruang-ruang kosong pada tiap-tiap malamku Mengisi ruam-ruam rindu pada suam-suam senjaku Ratusan purnama ada rahasia tentang senyum itu
Tentang senyum, tentang tawa, tentang kamu Dan tentang rasa yang tiba-tiba menyelinap pada bilik hati
Ratusan purnama ku berharap suatu saat Malam tidak akan cepat berlalu dan meninggalkan Pagi tidak akan terlalu cepat datang mengejutkan Sungguh, datanglah diwaktu yang tepat
Sungguh, purnama akan membawamu diwaktu yang tepat
Jakarta, 27 Februari 2019
-AH-
Postingan terbaru

Piknik Kopi ke Gunung Puntang Mengubah Mindset Tentang Lingkungan

Akhir pekan memang waktunya untuk beristirahat di rumah. Tapi apa salahnya melakukan perjalanan untuk refreshing setelah penat seminggu bekerja dan disibukkan dengan berbagai macam aktivitas. Kembali ke alam adalah cara terbaik membersihkan diri. Alam memberikan ketenangan sekaligus semangat baru melanjutkan langkah.
Sabtu – Minggu, 19-20 Januari 2019 lalu saya bergabung bersama Kedai JATAM dalam program Piknik Kopi Berdaya Pulih di Gunung Puntang, Bandung Barat, Jawa Barat. Mendengar kata gunung, dalam bayangan saya adalah naik gunung, kemah dan harus survive ala anak gunung. Rupanya tidak seperti itu. Piknik kopi kali ini mengunjungi Klasik Beans yang berada di lereng Gunung Puntang.


Klasik Beans adalah kelompok usaha bersama yang mengelola tanaman kopi mulai dari pendampingan petani kopi, pengolahan hingga siap dipasarkan. Selain itu mereka berkewajiban menjaga suistanability pohon kopi yang berada di hutan Gunung Puntang. Klasik Beans juga mengajak para penikmat kopi untuk mengetahu…

Upaya Pemerintah Mendorong Pertumbuhan Industri Ramah Disabilitas

“A hero is an ordinary individual who finds the strength to persevere and endure in spite of overwhelming obstacles.” – Christopher Reeve
Masih banyak yang menganggap bahwa tidak ada ruang bagi penyandang disabilitas dalam dunia kerja. Padahal mereka juga memiliki hak yang sama sebagai warga negara untuk mendapatkan penghidupan yang layak yakni pendidikan dan pekerjaan. Dibalik keterbatasan mereka, teman-teman difabel pasti memiliki kelebihan untuk berkarya.
Tanggal 27 Desember 2018 yang lalu telah dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman mengenai Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Nota kesepahaman ini menunjukkan bahwa Negara hadir untuk warga negara yang difabel sesuai yang diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo.
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto mengatakan bahwa Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial sepakat melakukan kerja sama untuk meningkatkan kom…

Modul Pintar Sisternet Untuk Perempuan Indonesia

Setiap tanggal 22 Desember diperingati hari Ibu sebagai wujud penghargaan terhadap perempuan dengan segala perjuangannya. Di Indonesia telah diperingati hari Ibu sejak 90 tahun silam. Hal ini menandakan bahwa Negara hadir untuk semua perempuan Indonesia.
Bertepatan dengan momen hari Ibu tahun 2018, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) meluncurkan modul belajar program Sisternet yang berbasis online. Modul Pintar Sisternet merupakan sarana baru bagi kaum perempuan untuk mengakses berbagai macam informasi terkait aktivitas mereka di rumah (sebagai ibu) maupun ketika berkarya di tengah masyarakat.
Presiden Direktur PT XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital memberikan kesempatan yang luas kepada XL untuk berbagai informasi positif juga pengembangan diri melalui materi-materi yang tersedia di Modul Pintar Sisternet. Materi-materi tersebut dapat diakses kapan saja dan dimana saja.

Modul Pintar Sisternet diapresiasi oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kemente…

HIV Bukan Akhir Segalanya, Awali Perjalanan Barumu Dengan ARV

“..Dia tidak akan menularimu. Dia tidak akan membuatmu ikut sakit, meskipun minum secangkir berdua dengannya..”
Kalimat itu masih terngiang di telingaku saat sang mentor memberiku pemahaman tentang bagaimana HIV Aids menular. Beberapa tahun silam, kami terlibat sebuah kampanye tentang HIV Aids di Monas. Pesertanya ya mereka yang terkena HIV Aids. Mentor saya menyemangati mereka untuk tidak berkecil hati bahwa HIV Aids bukan akhir dari segalanya. Dari sanalah saya melihat harapan-harapan yang terbersit dari sinar matanya. Hidup terus berjalan, HIV bukan suatu penghalang.
Hari Aids tahun ini saya kembali terlibat dalam sebuah kampanye. Kalau sekarang lebih sederhana. Saya bersama teman-teman blogger lain bergabung dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI tentang apa sih HIV Aids itu? Bagaimana cara penularannya?
Saya cuma mau bilang, HIV Aids tidak sekonyong-konyong menular. Dengan bersentuhan langsung bahkan ciuman sekalipun dengan dia, tidak akan menular. 
Penu…

Kenali dan Cegah Thalassemia Sedini Mungkin

Musim hujan telah tiba nih, sudah seharusnya kita meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Seperti biasa, musim hujan maka flu mudah menyerang. Belum nanti diare dan lain sebagainya. Konsumsi makanan bergizi seimbang, gerak badan alias olahraga, dan istirahat cukup adalah upaya pencegahan berbagai macam penyakit. Sebenarnya bukan hanya pada musim penghujan aja sih, kita harus setiap hari usaha menjaga pola hidup sehat.
Berbicara soal kesehatan tidak akan ada habisnya apalagi bicara soal penyakit. Nah, minggu lalu saya mengikuti seminar “Pengendalian Kanker dan Thalassemia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular khususnya kanker dan thalassemia. 
Tentang Thalassemia
Saya mau berbagi informasi tentang thalassemia dulu ya, karena bagi saya thalassemia masih asing diketahui. Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkura…

Puisi Menolak Korupsi 52 : Malang Masih Ada

Tepat pukul 15.15 WIB keretaku, Matarmaja berangkat dari Stasiun Pasar Senen. Sumpah, ini pengalaman pertamaku naik kereta ekonomi jarak jauh selama 16 jam 36 menit. Biasanya hanya jarak Semarang-Jakarta atau Jogja-Jakarta. Sejak awal masuk gerbong, saya berdoa, semoga saya tabah menjalani perjalanan selama itu.
Malang menyambut saya dan Buncha (teman seperjalanan kali ini) dengan cuaca cerah berawan. Ternyata sudah hampir 5 tahun saya tidak main jalan ke kota apel ini. Tujuan kami ke Malang selain untuk refreshing yaitu mengikuti Puisi Menolak Korupsi (PMK) yang ke-52.
Sudah lama sekali saya tidak berpuisi. Menulis puisi iya, tapi membacakannya? Sepertinya sudah hampir lupa dalam ingatan kapan terakhir saya baca puisi. Kerinduan akan menyairkannya kembali menyeruak sepanjang perjalanan. Oh, I’m so excited. Meskipun dengan nada yang tidak karuan, akhirnya saya bisa baca puisi di panggung PMK.
Puisi Menolak Korupsi Sudah Diselenggarakan Sebanyak 52 Kali Selama 5 Tahun
Buncha sering cerit…