Ketika Hidup Berubah Lebih Cepat Dari Rencana


Ada masa ketika saya berpikir, mungkin saya sangat sibuk mengejar impian atau apa yang saya inginkan daripada menikmati prosesnya. Sehingga saya sering lupa bahwa ada hal-hal yang tidak bisa kita kontrol (di luar kontrol). Semakin ke sini, saya menyadari tidak semua berjalan seperti apa yang kita inginkan.

Ketika hidup berubah lebih cepat dari rencana, saya melihat itu sebagai tantangan. Sebagian orang pun mungkin melihat hal yang sama. Tinggal bagaimana kesiapan kita untuk menjalaninya. Banyak hal yang berubah seperti kebiasaan, hobi, mungkin impian, bahkan pekerjaan.

Satu per satu kesibukan berganti menjadi perubahan hidup. Bisa jadi, pekerjaan yang dulu menjadi rutinitas perlahan hilang karena berbagai faktor, misalnya kena pengurangan karyawan. Dunia kerja berubah sangat cepat dari yang dibayangkan. Sebagai freelancer, saya mulai menyadari bahwa bertahan hidup hari ini bukan hanya tentang bekerja lebih keras, tetapi juga harus terus belajar, mengembangkan keterampilan, dan berani mencoba peluang baru. Bahkan kita bisa juga menciptakan peluang itu sendiri.

Di tengah semua perubahan itu, tanpa sadar blog yang dulu menjadi sahabat dekat bahkan menjadi salah satu sumber penghasilan, perlahan menghilang. Bukan karena sudah tidak cinta menulis tapi pikiranku terlalu penuh memikirkan hal-hal yang terasa lebih mendesak.

Bagaimana mendapatkan pekerjaan berikutnya? Bagaimana memastikan kebutuhan hidup tetap terpenuhi di tengah situasi ekonomi yang seperti kita ketahui sekarang ini? Bagaimana tetap berdiri ketika perubahan hidup membuat banyak orang harus beradaptasi dengan cara yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya seperti berdampingan dengan AI.

Mencari ide ternyata bukan satu-satunya tantangan bagi seorang freelancer dan kreator. Tantangan yang lebih besar adalah tetap mampu berkarya ketika kepala dipenuhi oleh berbagai kekhawatiran. Kreativitas sering kali harus berbagi ruang dengan tagihan, target pekerjaan, dan rasa takut terhadap masa depan.

Di titik ini, saya menyadari bahwa menjadi dewasa ternyata tidak sesederhana yang kubayangkan ketika masih kecil. Apakah kalian juga merasa seperti itu?


Apa Salahnya Menulis Blog Lagi?

Menjadi orang dewasa berarti bebas menentukan pilihan. Kini aku mengerti bahwa menjadi dewasa juga berarti belajar menerima konsekuensi dari setiap pilihan, menghadapi ketidakpastian, dan tetap melangkah meski tidak selalu tahu ke mana jalan akan membawamu.

Ada banyak hal yang berubah seiring berjalannya waktu. Seperti, teman-teman yang dulu sering bertemu atau sekadar berkomunikasi, kini sibuk dengan kehidupan masing-masing. Sebagian ada yang membangun keluarga, mengejar karier, atau menjalani perjuangan hidup yang mungkin tidak pernah diceritakan kepadaku. Di bagian ini saya belajar bahwa jarak bukan selalu berarti kehilangan. Terkadang, itu hanyalah tanda bahwa setiap orang sedang berusaha bertahan dalam versinya masing-masing.

Pada akhirnya, ada banyak perjalanan yang memang harus dijalani sendirian. Lalu saya berpikir, kenapa tidak menjadikan blog kembali menjadi sahabat dekat saya?

Mana tahu dari hadirnya tulisan demi tulisan saya bisa mendekatkan saya dan kalian teman-teman dunia nyata dan online. Bisa saling bertukar cerita, saling memberi semangat, dan memotivasi positif. Karena dengan kita merasa "ditemani" bisa mendorong kita untuk tetap melangkah. 

Pelajaran untuk menjadi dewasa berikutnya adalah tidak selalu ada seseorang yang selalu bisa di samping kita bahkan mungkin pasangan, keluarga, saudara, atau sahabat. Pada banyak situasi, kita sendirilah yang harus menguatkan diri, mengambil keputusan, lalu bertanggung jawab atas kehidupan yang sedang dijalani.

Di bagian lainnya, saya menyadari bahwa banyak hal yang patut disyukuri. Saya pribadi bersyukur karena saya masih sendiri belum memiliki tanggung jawab besar selain pada diriku sendiri. Saya belum berada pada fase memiliki anak-anak atau merawat orang tua (kalau ini sudah lewat karena Ibu saya sudah berada di tempat terindah di sisi Allah aamiin). Kesadaran ini membuat saya sering mengingatkan diri sendiri untuk tidak mengeluh. Sebab setiap fase kehidupan membawa tantangan yang berbeda, dan fase yang sedang saya jalani hari ini juga merupakan kesempatan untuk mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih kuat, matang, dan bijaksana. Insya Allah.

Belajar Berdamai Dengan Diri Sendiri, Situasi, dan Impian Yang Berubah

Perlahan impianku berubah. Dulu, ingin semua serba cepat. Keinginan melahirkan target dan harus dicapai apapun yang terjadi. Tapi tetap dalam jalur yang benar yaa. Lama kelamaan sekarang hal itu sudah tidak lagi saya genggam. Perlahan saya ingin lebih ringan menjalani hidup agar kembali utuh.

Iya, menjalani hidup dengan utuh dan penuh kesadaran adalah hal yang sedang saya upayakan. Saya mulai belajar bahwa berjalan pelan bukan berarti tertinggal. Langkah-langkah kecil yang dilakukan setiap sering kaling jauh lebih berarti daripada berlari sebentar lalu kehabisan tenaga.

Saya belajar mengapresiasi diri sendiri, tidak lagi terlalu sibuk dengan urusan luar. Saya juga semakin menyadari bahwa setiap orang punya timeline-nya sendiri-sendiri. Tidak membandingkan perjalanan hidup dengan orang lain dan tidak merasa gagal hanya karena garis waktu saya berbeda dari kebanyakan orang.

Dan mungkin, kembali menulis adalah salah satu langkah kecil saya untuk melanjutkan hidup yang berubah lebih cepat dari yang saya bayangkan. Saya punya rencana, tapi kembali lagi saya manusia. Ada rencana yang lebih dahsyat yaitu rencana Allah SWT. Maka saat ini, saya berdoa agar rencana saya selaras dengan rencana Allah. 

Kata tiap kata saya rangkai berdasarkan apa yang saya ingin sampaikan dari hati. Kalau bahasa lainnya, berdasarkan intuisi. Saya berharap tulisan-tulisan ini bisa menjadi peneman teman-teman dan harapan lebih jauhnya sebagai motivasi bahkan inspirasi bahwa kalian "tidak sendirian" bagi siapa saja yang membacanya (menemukan blog ini).

Saya ingin kembali punya ruang untuk berbagi cerita, apa yang saya rasakan, dan pengalaman perjalanan. Berbagi cerita yang mungkin sederhana, tetapi siapa tahu bisa menemani kalian yang sedang berada di persimpangan yang sama.

Kalau beberapa tahun lalu blog ini menjadi tempat saya bercerita tentang perjalanan ke berbagai kota, tempat, bahkan Negara, mungkin sekarang blog ini akan lebih banyak bercerita tentang perjalanan pulang kepada diri sendiri. Dan saya rasa, perjalanan itu tidak kalah menarik untuk dituliskan dan dibagikan.

Saya sangat senang untuk kalian tinggalkan komentar atau membagikan tulisan sederhana ini tentang keresahan ketika hidup berubah lebih cepat dari rencana. Harapannya, kita bisa berdiri, melangkah, dan menjalani kehidupan dengan sadar. Masa lalu adalah cerita lalu yang tidak bisa kita ubah bagaimana pun caranya. Tetapi kita bisa menuliskan masa kini dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik. 

Terima kasih telah membaca sampai selesai. Selalu sehat, tetap semangat dan sampai jumpa.


Komentar

Follow Me

Instagram : @andini_harsono Facebook : www.facebook.com/andiniharsono Twitter : @andiniharsono Blog lainnya : www.mainjalan.com Email : andiniharsono@gmail.com