Langsung ke konten utama

Kreatif Mengemas Bisnis Rumahan



Sudah 344 hari (terhitung sejak 2 Maret 2020 – 9 Februari 2021) pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia. Bukan saja terjadi perubahan pola hidup, tapi juga berpengaruh terhadap pekerjaan/mata pencaharian. Sebagai seorang freelancer saya harus mencari jalan baru agar tetap bertahan hidup. Salah satu hal yang saya lakukan adalah mencoba menjual makanan tradisional yang dijual dalam bentuk frozen food agar lebih awet. Produk yang sudah diproduksi adalah Sosis Solo. Lalu ada juga Cake Tape yang dibuat berdasarkan pesanan (open PO).

 

Saya bangun usaha rumahan ini bersama Tante dan sepupu saya. Tante saya yang produksi makanan, saya dan sepupu yang jadi marketingnya. Berawal dari menawarkannya ke lingkungan teman dekat, tetangga dan saudara yang lain, sampai kami mulai membuat akun di Instagram. Kami juga memikirkan tentang packaging-nya supaya aman untuk makanan serta menarik para pembeli.



Alhamdulillah tahun 2018 lalu saya berkesempatan mengikuti pameran tentang kemasan-kemasan untuk industri baik skala besar (pabrik) hingga rumahan di Bangkok, Thailand, jadi sedikitnya saya bisa mempraktekannya untuk produk sendiri. Karena yang kami jual adalah makanan tradisional maka kami memilih packaging yang sesuai, yaitu kotaknya berwarna cokelat dengan logo sederhana yang kami buat dengan aplikasi Canva. Sungguhlah teknologi mempermudah kerja kami hehe.

 

Manfaatkan Aplikasi Yang Ada Untuk Branding Product

 

Selama ini untuk mempermudah pekerjaan saya memanfaatkan aplikasi yang sudah semakin banyak macamnya sesuai kebutuhan kita. Sebagai seorang konten kreator juga, saya selalu menggunakan beberapa aplikasi sebagai alat penunjang konten-konten saya. Salah satunya Canva. Nah, kebetulan sedang membuat branding untuk produk jualan saya, maka saya gunakan Canva untuk membuat logo. Saya dan sepupu juga menawarkan jika ada seorang pelanggan yang ingin menghadiahkan produk kami ke seseorang, maka kami siapkan kartu ucapannya, misalkan ulang tahun atau pernikahan. Design kartu ucapannya pun saya gunakan Canva. Alhamdulillah aplikasi ini memudahkan usaha kami.

 

Hemat Karena Cetak Sendiri

 

Tahun lalu ketika saya menjalankan usaha saya di bidang travel, saya sempat sewa kantor dan membeli beberapa barang inventaris seperti laptop dan printer. Karena pandemi maka saya menghentikan sewa kantor karena usaha saya itu pun ikut berhenti hehe. Jadi saya bawa pulang saja inventarisnya. Ternyata sekarang sangat membantu kerja kami juga menghemat anggaran cetak karena saya pakai printer HP Color LaserJet Pro M454DN dimana saya bisa cetak logo dan kartu ucapan sendiri dari rumah.



Wirelessprinter ini mampu mencetak dokumen dan foto dengan hasil baik. Waktu beli juga saya memilih printer multifungsi yang bisa buat print foto. Alhamdulillah dengan adanya printer HP Color LaserJet Pro M454DN ini bisa membantu usaha kami mencetak logo dan kartu ucapan dengan kualitas baik. Biaya produksi dapat ditekan dengan memaksimalkan kreasi yang kami buat sendiri. Sungguh menyenangkan.

 

Maksimalkan Sosial Media Untuk Promosi

 

Saatnya promosi produk kami dengan memaksimalkan sosial media. Selain memperkenalkan produk kami, melalui sosial media juga kita memperluas promosi dengan harapan setelah melihat sosial media kami, ada pesanan baru dan pelanggan baru. Kami produksi konten sendiri dengan editing dan design menggunakan aplikasi yang sudah saya gunakan selama ini. Dengan kekuatan sosial media, kami berharap produk kami dapat dikenal, diminati, dicoba, dan ada pelanggan.




 

Masa pandemi bukan halangan untuk kita berkarya menghasilkan sesuatu. Bahkan memulai bisnis baru yang bisa dilakukan dari rumah aja. Perbanyak referensi, gali minat, dan rencanakan sesuai kemampuan serta segera laksanakan tanpa harus menunggu siap. Kalau tidak segera dicoba, kita tidak akan tahu hasilnya kan? Ruang informasi yang semakin terbuka memudahkan kita dalam mengatur langkah. Kita juga bisa memilih alat penunjang untuk melancarkan pekerjaan atau bisnis kita, salah satunya memilih printer seperti saya tadi. Alhamdulillah selain printer awet untuk kantor yang bisa membantu saya menjalankan usaha saat ini. Jadi, jangan patah semangat yaa untuk menjalankan usahanya, yang boleh itu patah hati :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film 99 Nama Cinta : Antara Ambisi dan Cinta

Film 99 Nama Cinta Doc. Andini Harsono Siapa yang tak mengenal Acha Septriasa? Aktris yang kini tinggal di Australia kembali membintangi film berjudul 99 Nama Cinta pasca melahirkan. Berperan sebagai Talia seorang presenter sekaligus produser dalam program TV-nya sendiri yaitu acara gosip membuat ia jarang sekali ada waktu untuk Ibunya yang diperankan oleh Ira Wibowo apalagi mencari pasangan. Talia mengejar karir hingga ia melejit di dunia infotainment dan dikenal banyak orang. Namun, hidupnya berubah setelah bertemu dengan Kiblat (Deva Mahenra), ustaz muda yang muncul tiba-tiba untuk memberikan pelajaran agama sesuai wasiat almarhum ayah Talia. Namun siapa sangka, sejak pertemuan itu, karir Talia merosot jatuh gara-gara kesalahan kecil, tapi Kiblat ada untuk selalu mendukungnya hingga Talia mampu kembali bangkit dan menghadapi masalahnya. Talia dan Kiblat yang sebenarnya merupakan teman kecil terlihat malu-malu saat bertemu kembali. Kiblat yang berniat tulus mengajari Talia

Film Buku Harianku : Film Untuk Semua Umur

Official Poster Film Buku Harianku Doc. IG @film.buku.harianku Sudah lama saya tidak nonton film bertemakan keluarga. Film keluarga dengan cerita ringan namun menghibur. Nah, Film Buku Harianku hadir menjadi penawar rindu film keluarga yang menyenangkan. Film Buku Harianku menampilkan artis cilik Kila dan Widuri dengan perannya masing-masing yang memukau. Slamet Raharjo hadir memperkuat cerita dalam film ini sebagai Kakek Kila yang tegas namun penyayang. Widi Mulya, Dwi Sasono dan Ence Bagus melengkapi suasana keluarga pada Film Buku Harianku. Dengan mengambil latar suasana pedesaan di Jawa Barat, menjadikan Film Buku Harianku tidak membosankan. Dikemas dengan nyanyian dan tarian dari Kila CS, sungguh menghibur. Ya, ini bukan film anak-anak tapi ini film semua umur yang asyik ditonton bareng keluarga atau teman-teman. Pemain, Produser, Sutradara dan Penata Musik Film Buku Harianku Doc. Andini Harsono Disutradari oleh Angling Sagaran, diproduksi oleh BRO's

Belajar Sejarah Melalui Drama Kolosal Fatahillah

Fatahillah saat berperang melawan pasukan Portugis (Doc. Sarah) Belajar sejarah bagi sebagian orang memang membosankan, termasuk saya. Waktu saya duduk di bangku SMP dimana diminta memperdalam sejarah mulai dari masa kerajaan hingga Indonesia merdeka adalah tantangan yang cukup berat. Pasalnya saya pusing membaca buku-buku tebal ditambah guru yang bercerita panjang seakan meninabobokan saya ketika di kelas. Namun, seiring bertambahnya umur, saya menjadi tertarik belajar kembali tentang sejarah Indonesia. Saya menyesal, saya melewatkan pelajaran sejarah ketika sekolah dulu dan kini saya harus mengulang hampir seluruhnya. Beruntung, semakin kesini jaman sudah canggih. Saya tinggal ketika kata kunci dan google mencarikan berbagai informasinya untuk saya. Akan tetapi saya lebih suka mencari informasi dengan pakar sejarah atau mengunjungi langsung situs-situs sejarah yang masih ada. Sejarah juga erat kaitannya dengan budaya, maka jika saya sedang bepetualang, saya mengutamakan m