Langsung ke konten utama

Teknologi UV-C Dapat Melindungi Diri Dari Mikro-organisme

 

Design by Canva


Sejak menghadapi pandemi Covid-19 saya semakin memperhatikan kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungan tempat tinggal. Memperhatikan pola makan, istirahat, olahraga dan rutin bersih-bersih rumah. Sedikit-sedikit saya lap lantai, meja, gagang pintu dan semua benda-benda di rumah yang sering saya pegang dengan cairan disinfektan. Tujuannya supaya tidak ada virus, kuman dan bakteri yang menempel. Sekarang saya juga tambah dengan mendisinfeksi udara dalam rumah. Memang effort-nya sedikit naik, tapi demi menjaga kesehatan dan terhindar dari berbagai macam virus terutama Corona, saya rela melakukan apa saja. *senyummanis.

Beberapa hari yang lalu saya mengikuti diskusi virtual dari Signify yang membahas tentang “Sinar UV-C : Kawan atau Lawan? Pemanfaatan Teknologi UV-C yang Aman untuk Perlindungan Masyarakat dari Mikro-organisme.”. Dalam diskusi virtual tersebut hadir beberapa pakar sesuai bidangnya sebagai narasumber. Diskusi virtual ini diselenggarakan untuk membantu konsumen dan masyarakat luas agar lebih memahami bagaimana pemanfaatan sinar UV-C bisa sangat efektif dalam melawan mikro-organisme, dan membangun kesadaran terhadap pentingnya memperhatikan aspek keselamatan dalam penggunaannya.

 

Teknologi UV-C Melindungi Dari Mikro-organisme

Sinar UV-C tentunya berasal dari sinar matahari yang disaring lapisan ozon sehingga tidak sampai ke bumi. Teknologi UV-C merupakan salah satu upaya untuk mendukung pola hidup bersih dan sehat. Teknologi UV-C ini sangat diperlukan di area-area publik seperti pusat perbelanjaan, kantor, hotel, sekolah, tempat ibadah, stasiun, bandara dan sebagainya sebagai upaya mencegahan penyebaran mikro-organisme.

Kita berfokus pada bagaimana caranya menghentikan penyebaran virus corona ini, padahal Covid-19 ini bukan satu-satunya penyakit yang disebabkan oleh mikro-organisme. Di Indonesia masih banyak penyakit menular lainnya yang disebabkan oleh mikro-organisme yang harus kita waspadai dan hindari. 

Menurut Dr. Hermawan Saputra, SKM., MARS., CICS., Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), kasus terkonfirmasi Covid-19 saat ini hanya merupakan puncak dari gunung es dan hanya mewakili sekitar 66% sampai 73% dari jumlah kasus sesungguhnya. Covid-19 menjadi fokus utama penanganan penyakit infeksi yang sedang berkembang (Emerging Infectious Diseases/EID) sementara sesungguhnya masih banyak penyakit menular lainnya yang disebabkan oleh mikro-organisme. “Ada jutaan, bahkan puluhan juta mikro-organisme di sekitar kita. Kalau kita menerapkan pola hidup sehat dan bersih maka kita bisa hidup berdampingan dengan dengan mikro-organisme tersebut.” jelas Dr. Hermawan.

Dr. rer. Nat. Ir. Aulia Nasution, M. Sc., Kepala Laboratorium Rekayasa Fotonika, Departemen Teknik Fisika Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menyebutkan bahwa sinar UV-C yang berada dalam spektrum cahaya tak kasat mata, memiliki potensi untuk mengatasi penyebaran Covid-19. Namun ada juga bahayanya apabila sinar UV-C mengenai tubuh manusia secara langsung. Jika terpapar langsung cahaya UV-C maka dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan, menyebabkan iritasi kulit seperti ruam, sensasi terbakar, tumor hingga memicu kanker. Sementara pada mata dapat menyebabkan katarak dan terbakar retina.


Doc. Signify

Teknologi UV-C yang banyak dipasarkan sebagai produk germicidal atau pembunuh kuman berada pada gelombang 254nm, rentang gelombang yang efektif untuk membunuh mikro-organisme. Cara kerjanya adalah ketika sinar UV-C itu diserap oleh jaringan sel maka ia akan memutus rantai DNA dari sel tersebut sehingga sel akan gagal melakukan replikasi. Kalau sel gagal membelah diri maka jumlahnya akan berkurang sehingga penyakit yang disebabkan olehnya dapat menjadi berkurang bahkan tidak ada. Namun agar sinar UV-C ini bekerja dengan baik tanpa merugikan, penggunaan sinar UV-C ini harus dalam dosis yang tepat.

 

Sinar UV-C secara umum dapat digunakan untuk mendisinfeksi udara dan permukaan dalam ruangan seperti dinding, meja, lantai, dan benda. Perlu diperhatikan bahwa deaktivasi mikro-organisme yang efektif sangat dipengaruhi oleh dosis paparan yang tepat, dengan parameter dosis paparan (dosimetry) sebagai berikut daya sumber cahaya : banyak cahaya (iradiansi yang diterima permukaan yang akan disinari), jarak sumber cahaya dengan obyek penyinaran dan lama penyinaran. Untuk itu Dr. Aulia memberikan rumus dosis paparan yaitu perhitungan paparan yang tepat akan menghasilkan efek disinfeksi yang diharapkan.

Dosis paparan dinyatakan dalam satuan (J/cm2).

Dosis (Joule/cm2) = Irradiansi (watt/cm2) x waktu (detik)

dimana 1 Watt = 1 Joule/detik

 

Produk Teknologi UV-C Sudah Ada di Pasaran

Saat ini sudah banyak produk teknologi UV-C yang beredar di pasaran sebagai upaya mengendalikan virus Corona. Melihat kondisi tersebut, Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengingatkan pentingnya aspek keamanan, kenyamanan, dan keselamatan konsumen. Pihaknya mendorong pemerintah untuk melakukan kebijakan pengawan produk sebelum diedarkan seperti menetapkan standar dan sertifikasi terhadap produk UV-C. Kemudian melakukan pengawasan ketika produk tersebut sampai di tangan konsumen. Apakah ada yang tidak sesuai hingga merugikan konsumen maka seharusnya dilakukan penarikan dari pasaran dan tindakan hukum.

Tulus juga mengajak konsumen untuk cerdas sebelum membeli produk. Konsumen hendaknya mencari informasi sebanyak mungkin dari sumber-sumber terpercaya tentang UV-C ini. Lalu cermati label, baca dengan baik petunjuk penggunaan serta instruksi keselamatannya. Untuk produsen sendiri diharapkan selalu mematuhi regulasi yang berlaku, dan mengikuti standar teknis produknya serta menyediakan kanal pengaduan konsumen yang mudah diakses oleh konsumennya.

Sementara itu, Signify Indonesia, Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia menjelaskan bahwa produk-produk UV-C Signify menggunakan panjang gelombang 254nm yang sangat efektif untuk melumpuhkan DNA dan RNA dari mikro-organisme. Ada produk UV-C yang bisa digunakan di rumah salah satunya Philips UV-C Disinfection Desk Lamp yang memiliki perlindungan keamanan terintegrasi seperti pengatur waktu, alarm suara, sensor gerak dengan radius 3 meter menggunakan teknologi gelombang mikro, dan kabel sepanjang 3 meter dengan design untuk melindungi pengguna dari bahaya paparan lebih. Ada juga fitur alarm suara yang akan aktif sebelum pengguna menyalakan lampu.


Philips UV-C Disinfection Desk Lamp
Doc. Signify


Perlu diperhatikan ketika ingin menggunakan produk UV-C ini di rumah pilihlah yang sesuai dengan kondisi rumah. Perlu diingat juga bahwa produk UV-C ini harus dioperasikan di ruangan tertutup dan tidak ada orang di dalamnya untuk menghindari resiko paparan.

Edukasi mengenai teknologi UV-C dan cara menggunakannya memang sangat penting karena terkait keselamatan para konsumen. Untuk itu jangan pernah lelah mencari tahu tentang UV-C sebelum menggunakannya. Alhamdulillah dengan mengikuti diskusi virtual ini saya menjadi semakin tahu tentang UV-C ini.


Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia
Doc. Signify


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Sejarah Melalui Drama Kolosal Fatahillah

Belajar sejarah bagi sebagian orang memang membosankan, termasuk saya. Waktu saya duduk di bangku SMP dimana diminta memperdalam sejarah mulai dari masa kerajaan hingga Indonesia merdeka adalah tantangan yang cukup berat. Pasalnya saya pusing membaca buku-buku tebal ditambah guru yang bercerita panjang seakan meninabobokan saya ketika di kelas. Namun, seiring bertambahnya umur, saya menjadi tertarik belajar kembali tentang sejarah Indonesia. Saya menyesal, saya melewatkan pelajaran sejarah ketika sekolah dulu dan kini saya harus mengulang hampir seluruhnya.
Beruntung, semakin kesini jaman sudah canggih. Saya tinggal ketika kata kunci dan google mencarikan berbagai informasinya untuk saya. Akan tetapi saya lebih suka mencari informasi dengan pakar sejarah atau mengunjungi langsung situs-situs sejarah yang masih ada. Sejarah juga erat kaitannya dengan budaya, maka jika saya sedang bepetualang, saya mengutamakan mengunjungi tempat-tempat yang mengandung unsur sejarah dan budayanya. Dengan…

Film 99 Nama Cinta : Antara Ambisi dan Cinta

Siapa yang tak mengenal Acha Septriasa? Aktris yang kini tinggal di Australia kembali membintangi film berjudul 99 Nama Cinta pasca melahirkan. Berperan sebagai Talia seorang presenter sekaligus produser dalam program TV-nya sendiri yaitu acara gosip membuat ia jarang sekali ada waktu untuk Ibunya yang diperankan oleh Ira Wibowo apalagi mencari pasangan. Talia mengejar karir hingga ia melejit di dunia infotainment dan dikenal banyak orang. Namun, hidupnya berubah setelah bertemu dengan Kiblat (Deva Mahenra), ustaz muda yang muncul tiba-tiba untuk memberikan pelajaran agama sesuai wasiat almarhum ayah Talia. Namun siapa sangka, sejak pertemuan itu, karir Talia merosot jatuh gara-gara kesalahan kecil, tapi Kiblat ada untuk selalu mendukungnya hingga Talia mampu kembali bangkit dan menghadapi masalahnya.

Talia dan Kiblat yang sebenarnya merupakan teman kecil terlihat malu-malu saat bertemu kembali. Kiblat yang berniat tulus mengajari Talia mengaji mendapat penolakan dari Talia hingga timb…

Mengembangkan Sains Melalui Kalbe Junior Scientist Award 2019

Sejak diselenggarakan tahun 2011, Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) memiliki jumlah peserta hingga ribuan yang meningkat setiap tahunnya dan tercatat 1,306 karya yang masuk atau 383 berdasarkan sekolah pada tahun 2018. KJSA adalah lomba karya sains nasional untuk siswa-siswi tingkat SD dan SMP se-Indonesia. Tahun 2019, KJSA tampil dengan KJSA Goes Digital yang memanfaatkan unsur teknologi digital di dalamnya guna menghadapi revolusi industri 4.0.

KJSA merupakan bentuk komitmen PT Kalbe Farma Tbk untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini serta melihat permasalahan di sekitar dan mencari jawabannya.
Jenis teknologi digital yang digunakan untuk mengikuti KJSA ini tidak dibatasi. Mulai dari penggunaan alat bantu yang termasuk komputerisasi, automatisasi, programming (misalnya penggunaan tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro-bit rasberry pi, dll). Pada KJSA tahun ini akan mengadakan monitoring atau pembimbingan kepada finalis terpi…