Langsung ke konten utama

Adopsi Hutan Untuk Menjaga Indonesia

 

Adopsi Hutan Untuk Menjaga Indonesia
Doc. Andini Harsono saat di Gunung Puntang, Bandung, Jawa Barat


Indonesia memiliki wilayah daratan yang masih tertutupi hutan terluas di dunia dengan hutan tropis dan hutan hujan di wilayah Kalimantan serta Papua. Mengingat betapa pentingnya peran hutan di dunia sebagai keseimbangan alam dan keberlangsungan hidup, kita sebagai rakyat Indonesia patutlah bersyukur karena Negara kita memiliki hutan yang luas. Untuk itu, kita harus bergandengan tangan menjaga hutan Indonesia agar tetap lestari sampai kapanpun, salah satunya dengan adopsi hutan.

Adopsi hutan adalah gerakan gotong royong menjaga hutan yang masih ada. Mulai dari pohon tegak, flora, fauna, serta keanekaragaman hayati di dalamnya. Dengan adanya adopsi hutan, kita semua dapat terhubung langsung dengan ekosistem hutan beserta para penjaganya. Adopsi hutan juga menjaga supply oksigen tetap ada dan bermanfaat bagi seluruh makhluk hidup. 

Selain adopsi hutan, sebagai bentuk cinta terhadap hutan di Indonesia, kita bisa jaga hutan dengan melestarikan sumber daya di dalamnya. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar Gunung Puntang, Bandung, Jawa Barat. Mereka saling bahu membahu bersama jaga hutan dari jaman nenek moyang. Salah satu caranya adalah menanam tanaman kopi tanpa membuka lahan hutan. Jadi tanaman kopi ditanam di sela-sela pohon yang sudah berdiri kokoh ratusan tahun, bahkan mereka menanam pohon baru sebagai pelindung tanaman kopi yang ditanamnya. Tanaman kopi ditanam menyesuaikan struktur tanah di sana dan mengikuti arah cahaya.


Tanaman kopi di sela-sela pohon tegak
Doc. Andini Harsono


Selain itu, mereka membuat saluran air khusus untuk aliran limbah kopi setelah panen agar tidak mencemari lingkungan sekitar dan menjaga air tetap bersih. Hal ini sebagai upaya jaga hutan yang dilakukan masyarakat sekitarnya agar tetap lestari. Mereka juga memiliki kepercayaan bahwa dengan mereka hidup di sekitar hutan merupakan keberkahan yang luar biasa. Kalau mereka menjaganya dengan baik maka alam juga akan menjaga mereka dengan baik. Mereka menanam kopi lalu memanennya maka mereka juga perlu menanam pohon baru sebagai bentuk rasa terima kasih mereka karena telah memberikan rejeki melalui pohon kopi. Pohon kopi dirawat dengan baik dan tidak memaksa untuk panen, benar-benar berdasarkan waktu alaminya. Jika permintaan kopi tinggi, maka mereka akan memberikan kepada petani kopi di tempat lain. Saya rasa tidak ada agenda lain dalam hidup mereka selain saling jaga hutan yang ada. Selain untuk tempat tinggal, hutan merupakan sumber rejeki untuk mereka. Bukan hanya kopi tapi ada berbagai tanaman obat yang digunakan sebagai media jaga hutan. Pengalaman luar biasa ketika saya berkunjung ke Klasik Bean, Sunda Hejo, Gunung Puntang tersebut dan melihat langsung bagaimana mereka menjaga hutan dengan baik.


Saluran yang dibuat khusus agar air limbah tidak mencemari lingkungan
Doc. Andini Harsono


Saat ini juga banyak sekali kegiatan cinta lingkungan yang digiatkan para pegiat lingkungan, para lembaga dan komunitas cinta lingkungan tentang betapa pentingnya kita bersama jaga hutan agar hutan di Indonesia tetap lestari. Manfaatnya bukan ke siapa-siapa, tapi kembali ke kita juga.


Hari Hutan Indonesia

Hari Hutan Indonesia adalah hari dimana semua orang merayakan hutan hujan tropis Indonesia beserta semua kekayaan yang terkandung di dalamnya (air dan udara bersih), habibat berbagai flora fauna, sumber pangan, bahan obat-obatan, penyerapan karbon, hingga akar kebudayaan. Rasanya memang perlu diadakan Hari Hutan Indonesia agar semua masyarakat kembali bersinergi dengan alam Indonesia.

Hari Hutan Indonesia
Doc. https://harihutan.id/

Hutan di Indonesia itu sangat penting bukan hanya untuk Indonesia tapi untuk dunia. Tanpa hutan kita tidak punya air, kayu bakar, rumah dan pertumbuhan ekonomi tidak dapat berjalan. Manusia sangat membutuhkan adanya hutan. Indonesia dianugerahi hutan yang begitu luas maka harus kita jaga bersama sebagai paru-paru dunia.


Jaga Hutan Dari Kita Untuk Kita

Melestarikan hutan melalui adopsi hutan adalah kebaikan yang akan dirasakan manfaatnya sampai kapanpun. Manusia sebagai makhluk sempurna harus memanfaatkan anugerah terindah dari Tuhan yaitu dengan menjaga alam dengan sebaik mungkin. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk jaga hutan di antaranya :

Adopsi hutan dengan mengikuti kampanye-kampanye lingkungan (cinta hutan). Kalau sekarang masih ada pandemi yang membuat kita tidak bisa kemana-mana, maka kita bisa turut berdonasi sebagian rejeki kita untuk keberlangsungan hutan di Indonesia.

Memanfaatkan hasil hutan untuk kepentingan positif dan menjaga ekosistem di dalamnya. Seperti yang dilakukan oleh Klasik Beans di Gunung Puntang tersebut, mereka mengelola hasil hutan dan menjaga keberlangsungan hidup di dalamnya. Apalagi sudah mulai ramai pengunjung untuk menikmati keindahan hutan di Gunung Puntang, masyarakat sekitar sangat ketat menjaga serta mengajak semua orang yang berkunjung ke sana untuk turut menjaganya.

Menggunakan produk yang cinta hutan seperti sampo/sabun organik, mengurangi penggunaan kertas dan tissue serta mengurangi penggunaan plastik.

Berliburlah ke alam maka kita akan lebih dekat dengannya dan bahagia bersamanya. Saya sering mendengar, membaca dan mendapat masukan bahwa ketika kita merasa penat maka segeralah pergi ke alam. Ternyata saya buktikan sendiri manfaatnya. Bukan hanya pantai, pergi ke hutan, tenggelam bersamanya merupakan suatu kebahagiaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tapi ingat, kita harus menghormati hutan dengan mematuhi semua peraturan di sana.


Saat mengikuti Piknik Kopi, liburan sambil belajar di hutan :D
Doc. Andini Harsono

Sudah saatnya kita bersatu kembali dengan alam. Manusia dan alam bukan hal yang berbeda namun satu kesatuan yang menjadikan kehidupan ini terus berjalan sempurna. Nafas hutan adalah nafas kita. Dengan adopsi hutan berarti menjaga hutan tetap hidup sama saja kita menjaga Indonesia bahkan dunia lebih lama dari waktunya.

Komentar

  1. Balasan
    1. Terima kasih telah mampir, mari kita jaga hutan :)

      Hapus
  2. Setuju sekali, kita bisa berbuat sesuatu walaupun kecil, kita bisa ikut donasi adopsi hutan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba, bersedekah kepada alam untuk kelangsungan kehidupan kita juga kan :) terima kasih telah mampir :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Buku Harianku : Film Untuk Semua Umur

Official Poster Film Buku Harianku Doc. IG @film.buku.harianku Sudah lama saya tidak nonton film bertemakan keluarga. Film keluarga dengan cerita ringan namun menghibur. Nah, Film Buku Harianku hadir menjadi penawar rindu film keluarga yang menyenangkan. Film Buku Harianku menampilkan artis cilik Kila dan Widuri dengan perannya masing-masing yang memukau. Slamet Raharjo hadir memperkuat cerita dalam film ini sebagai Kakek Kila yang tegas namun penyayang. Widi Mulya, Dwi Sasono dan Ence Bagus melengkapi suasana keluarga pada Film Buku Harianku. Dengan mengambil latar suasana pedesaan di Jawa Barat, menjadikan Film Buku Harianku tidak membosankan. Dikemas dengan nyanyian dan tarian dari Kila CS, sungguh menghibur. Ya, ini bukan film anak-anak tapi ini film semua umur yang asyik ditonton bareng keluarga atau teman-teman. Pemain, Produser, Sutradara dan Penata Musik Film Buku Harianku Doc. Andini Harsono Disutradari oleh Angling Sagaran, diproduksi oleh BRO's

Masa Karantina Membawaku Pada Law Of Attraction

The Law Of Attraction Doc. Andini Harsono Badai Covid-19 tiba-tiba menyerang sejak awal tahun 2020 dan hadir di Indonesia sejak awal Maret 2020 membuat banyak sekali dampak, termasuk perubahan pola hidup bagi banyak orang. Tak terkecuali saya. Seperti dikejutkan dari mimpi indah, saya masih belum percaya bahwa virus itu bisa membawa perubahan drastis bagi kehidupan manusia. Sungguh, saya tidak menyangka bahwa pengaruhnya sedahsyat ini. Di samping kita harus berjuang melawan virus agar tidak hinggap di diri sendiri, kita juga harus bertahan di tengah situasi penuh dengan ketidakpastian seperti sekarang ini. Apa yang dialami masing-masing orang pasti berbeda-beda selama adanya Covid-19 ini. Tapi saya berharap apapun perubahannya adalah perubahan positif untuk kebaikan di masa depan. Aamiin. Saya memperhatikan kebiasaan orang-orang di sekitar bahwa mereka telah mulai terbiasa dengan bekerja dari rumah, belanja dari rumah, semua pekerjaan dilakukan online bahkan ada yang me

Antara Saya, Rasa Takut, Dan Ketinggian

Saat berada di ketinggian, saya sadar, saya bukan apa-apa Foto by kumparan.com Design by canva Pukul 03.30 pagi waktu Kuala Lumpur, saya bergegas mengantar rombongan pulang ke Jakarta dengan waktu penerbangan mereka pukul 06.20. Kami naik taksi yang sudah saya pesan malam sebelumnya agar tidak susah lagi ketika pagi-pagi buta ini. Alhamdulillah perjalanan menuju bandara lancar karena memang kami telah menginap di hotel dekat KLIA. Mereka kembali ke Jakarta, sementara saya melanjutkan perjalanan menuju Singapore. Mereka naik pesawat dari KLIA sementara saya harus pindah ke KLIA 2. Setelah membantu check-in dan memastikan mereka masuk Imigrasi, saya menuju KLIA 2 dengan menggunakan shuttle bus . Pagi masih gelap. Mata saya sudah tak mampu lagi menahan kantuk. Saya hanya tidur 1,5 jam. Sesampainya di KLIA 2, saya beli teh manis hangat dan sepotong roti untuk menghangatkan badan serta menyegarkan mata. Jadwal penerbangan saya ke Singapore pukul 08.00. Setelah selesai mengisi