Langsung ke konten utama

Mencarimu Di Singapore

Singapore yang selalu dirindukan
Doc. Andini Harsono

Pernah gak sih teman-teman mendengarkan lagu asyik saat sedang liburan (traveling)? Apa sih song list kalian selama liburan? Atau kalian hanya fokus pada lihat-lihat sekitar aja?

Momen liburan adalah momen untuk menikmati hidup, lebih mengenal diri sendiri dan mencari inspirasi baru agar semangat lagi beraktivitas. Kebanyakan kita-kita ini pergi berlibur karena penat bekerja kan? Pastinya kita ingin momen liburan kita menjadi sebuah keseruan yang tak terlupakan. Setiap perjalanan pasti punya cerita baru, pengalaman baru serta pelajaran baru. Betul gak? Hehe

Ketika liburan tiba, saya akan benar-benar off dari semua rutinitas. Tak jarang saya mematikan paket data agar tidak diganggu oleh segala macam notifikasi. 3 hari 2 malam cukuplah untuk melepas penat dengan destinasi yang tepat maka badan, hati dan pikiran akan kembali fresh. Biasanya selama traveling saya membaca buku, mendengarkan musik, menulis, memotret atau sekedar duduk-duduk sambil minum teh dan makan kue. Sungguh menyenangkan. Bagi saya, traveling itu healing yang paling menyenangkan.

Awal tahun alias bulan Januari adalah waktunya saya pergi liburan. Yes, saya memilih Singapore. What? Kenapa harus Singapore lagi? Jawabannya sama, entah. Saya senang aja berada di Negara itu. Bisa puas jalan kaki, bisa kemana-mana cepet tanpa macet, bisa menikmati taman-taman kota, bisa lihat yang bening-bening juga #eh dan utamanya bisa memotivasi saya untuk terus mengembangkan diri. Loh kok bisa? Ya iya, di sana kan semua serba canggih, orang-orang bekerja macam robot, persaingan ketat cin jadi ya harus berani terus mengembangkan diri. Melihat lalu lalang orang-orang kantoran, kuliahan, bahkan pekerja lepas macam saya selalu menarik bagi saya. Selain itu, kulineran, hmmm saya bisa makan fish ball soup sampai puas di sana. Yumm yummm…

Selama di sana kemarin saya gunakan momen untuk me-release penat setelah sekian bulan berkutat dengan pekerjaan. Musik dan taman, oh Tuhan itu merupakan paduan yang “pas”. Damai di telinga, damai di hati, segar di mata, segar di pikiran juga. Serius, saya gak bohong, damai banget rasanya. Mendengarkan musik sambil duduk-duduk di taman melihat pepohonan dan burung-burung terbang ke sana kemari. MasyaAllah nikmatnya.

Salah satu lagu yang selalu kudengarkan selama di sana adalah “Mencarimu” dari Tired Daddy. Hmm baru dengar ya? Sama. Sebelum berangkat ke Singapore, saya dikirimi lagu ini oleh seorang teman di Jogja. Lha kok easy listening. Empuk banget didengernya, teman yang kece untuk minum teh sore-sore dan melihat sekitar.

Band yang terdiri dari 3 personil yang sudah pada menikah dan menjadi seorang ayah ini berasal dari Jogjakarta. Kenapa dinamakan Tired Daddy? Alasannya karena mereka membuat lagu ini sebagai release penat setelah mengurus anak, wow juga yaa. Salute.

Sebentar, liriknya juga bikin saya manggut-manggut, lha iya selama ini berjalan ke sana ke sini sendiri dalam rangka mencarimu. Coba dengerin bagian reff-nya deh.



Cuplikan "Mencarimu" by Tired Daddy Band


…selama ini berjalan sendiri
tak menemukan, apapun
dan aku telah, mencarimu..

Hayo looh..

Antara musik sama lirik tuh ringan. Mengungkapkan rasa kagum pada seseorang yang telah ditemukannya setelah sekian lama pencarian dengan apa adanya, gak lebay. Suara vokalisnya pun campur aduk jadi satu dengan irama yang gampang banget diinget. Jadinya, saya puas mendengarkan lagu ini selama blusukan mencari apa aja di Singapore kemarin hihihi..

Memang terkadang momen liburan menjadi momen “mencari” juga. Mencari apapun itu. Mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan, mencari keputusan atas kebimbangan, mencari petunjuk atas kegalauan dan mencari tambatan hati. Bener gak?

Apapun itu, semoga kalian bisa merasakan liburan dengan bahagia. Sebahagia ketika mendengarkan lagu ini yang membuat semangat. Coba dengarkan lagu ini ketika sedang bepergian, atau bahkan di sela-sela kesibukan kantor/pekerjaan/meeting dan deadline-deadline yang gak ada habisnya. Enjoy your day guys.


Tired Daddy Band
Doc. Instagram Tired Daddy Band

Instagram : https://www.instagram.com/tireddaddyband
Youtube : 
https://www.youtube.com/channel/UCjyE8Age0yz-_wz73gUMiYg

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengembangkan Sains Melalui Kalbe Junior Scientist Award 2019

Sejak diselenggarakan tahun 2011, Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) memiliki jumlah peserta hingga ribuan yang meningkat setiap tahunnya dan tercatat 1,306 karya yang masuk atau 383 berdasarkan sekolah pada tahun 2018. KJSA adalah lomba karya sains nasional untuk siswa-siswi tingkat SD dan SMP se-Indonesia. Tahun 2019, KJSA tampil dengan KJSA Goes Digital yang memanfaatkan unsur teknologi digital di dalamnya guna menghadapi revolusi industri 4.0.

KJSA merupakan bentuk komitmen PT Kalbe Farma Tbk untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini serta melihat permasalahan di sekitar dan mencari jawabannya.
Jenis teknologi digital yang digunakan untuk mengikuti KJSA ini tidak dibatasi. Mulai dari penggunaan alat bantu yang termasuk komputerisasi, automatisasi, programming (misalnya penggunaan tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro-bit rasberry pi, dll). Pada KJSA tahun ini akan mengadakan monitoring atau pembimbingan kepada finalis terpi…

Belajar Sejarah Melalui Drama Kolosal Fatahillah

Belajar sejarah bagi sebagian orang memang membosankan, termasuk saya. Waktu saya duduk di bangku SMP dimana diminta memperdalam sejarah mulai dari masa kerajaan hingga Indonesia merdeka adalah tantangan yang cukup berat. Pasalnya saya pusing membaca buku-buku tebal ditambah guru yang bercerita panjang seakan meninabobokan saya ketika di kelas. Namun, seiring bertambahnya umur, saya menjadi tertarik belajar kembali tentang sejarah Indonesia. Saya menyesal, saya melewatkan pelajaran sejarah ketika sekolah dulu dan kini saya harus mengulang hampir seluruhnya.
Beruntung, semakin kesini jaman sudah canggih. Saya tinggal ketika kata kunci dan google mencarikan berbagai informasinya untuk saya. Akan tetapi saya lebih suka mencari informasi dengan pakar sejarah atau mengunjungi langsung situs-situs sejarah yang masih ada. Sejarah juga erat kaitannya dengan budaya, maka jika saya sedang bepetualang, saya mengutamakan mengunjungi tempat-tempat yang mengandung unsur sejarah dan budayanya. Dengan…

Kemchicks dan Tumpeng

Apa hubungannya Kemchicks dan Tumpeng?
Pada Sabtu, 20 Juli 2019 lalu, Kemchicks merayakan ulang tahun ke 70 hubungan diplomatik Indonesia-Amerika yang ditandai dengan pemotongan Nasi Tumpeng. Dalam tradisi masyarakat Jawa, Nasi Tumpeng dihadirkan pada peristiwa penting seperti pernikahan, ulang tahun, dan peresmian suatu tempat sebagai wujud rasa syukur.
Tumpeng adalah nasi putih/nasi kuning/nasi gurih berbentuk kerucut yang merupakan budaya masyarakat Jawa yang tertera dalam Serat Centhini. Tumpeng disebut juga dalam naskah sastra Ramayana, Arjuna Wijaya dan Kidung Hasra Wijaya sebagai hidangan dalam berbagai pesta.


Lauk pauk dalam penyajian tumpeng juga memiliki arti dimana harus ada unsur hewan darat, hewan laut dan sayur mayur. Tidak ada lauk pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng, namun beberapa lauk yang biasa menyertai adalah perkedel, abon, kedelai goreng, telur dadar/telur goreng, timun yang dipotong melintang, dan daun seledri. Variasinya melibatkan tempe kering, serundeng, ura…