Langsung ke konten utama

Buku Millennial Power Buat Yang Ingin Kaya dan Sukses


Buku MILLENNIAL POWER
Doc. Andini Harsono

“Passion yang tidak menghasilkan uang disebut hobi.”

Quote itu saya ambil dari sebuah buku karya Deddy Corbuzier dan Erik Ten Have berjudul MILLENNIAL POWER. Saya terdiam sesaat dan kembali mengoreksi apakah pekerjaan saya sekarang ini adalah passion saya? Atau apakah passion saya ini sudah berhasil menghasilkan uang?

Siapa sih yang tidak ingin kaya dan sukses? Pasti semuanya mau. Kadang malah berpikir bagaimana caranya sedikit kerja tapi bisa punya banyak uang, wah itu sih namanya mimpi di siang bolong.

Menghadiri launching buku MILLENNIAL POWER dan mendengarkan pendapat seorang Deddy Corbuzier yang saat ini lebih dikenal sebagai YouTuber kembali membuka mindset saya. Jangan banyak alasan, lakukan sekarang, pilihlah jalan hidupmu sendiri, kesuksesan milik mereka yang tak pernah lelah untuk belajar, berkompromi dengan ketidaksempurnaan dan membangun bisnis sesuai passion adalah kalimat-kalimat yang tertancap di otak saya sekarang. Bahwa kesuksesan tidak akan datang begitu saja tanpa kerja keras.

Deddy Corbuzier dalam Launching Millennial Power
Doc. Andini Harsono

Ditambah sharing pengalaman dari seorang Erik Ten Have yang sukses dalam bisnis IT dan properti semakin menambah semangat bagi seorang freelancer seperti saya dimana sering mengalami arah yang tidak pasti. Sejak memutuskan sebagai freelancer, saya selalu menganggap setiap pekerjaan (project) yang saya kerjakan merupakan bisnis. Bukan hanya sekedar bekerja dan dibayar tapi merupakan suatu bisnis yang harus saya jaga agar tidak hancur. Nah, di buku ini saya mendapat banyak insight baru guna mengembangkan bisnis saya tersebut.

Saya yakin, menjadi Deddy dan Erik tidaklah mudah. Bagaimana mereka bisa mewujudkan kesuksesan seperti sekarang ini pasti ada cerita berpeluh keringat dibaliknya.

Berikut ini 4 hal yang bisa saya rangkum mengapa saya merekomendasikan buku MILLENNIAL POWER untuk segera Anda baca.

Pemilihan Bahasa Yang Ringan dan Mudah Dimengerti

Kadang-kadang kalau baca buku motivasi seperti ini sungguh membosankan karena kalimatnya muter-muter padahal yang dimaksud ya itu-itu saja. Nah, buku ini menuliskan kalimat-kalimat yang enak dibaca seakan sedang berbicara berhadapan. Terdapat juga quote-quote penyemangat yang bisa dikutip untuk dijadikan inspirasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Tidak Terlalu Tebal Namun Padat Makna

Bagi pembaca yang malas baca buku tebal-tebal seperti saya ini pasti akan bahagia membaca buku ini. Pasalnya buku ini hanya terdiri dari 195 halaman dan dilengkapi dengan kolom-kolom semacam kuisioner yang bisa diisi sebagai latihan pembaca untuk meningkatkan kualitas hidup.

Doc. Andini Harsono

Pemilihan Font Yang Ramah

Font pada buku ini sungguh ramah bagi mereka pemilik mata minus. Setiap bagian yang dibahas juga diselingi dengan penggalan quote dan kolom-kolom inspiratif sehingga pembaca tidak bosan. Meskipun bila dilihat dari sampulnya, buku ini cenderung kaku dan membosankan, tapi ketika dibuka dan dibaca, ohh sungguh sangat nyaman dan tidak membosankan.

Bukan Saja Untuk Milenial, Buku Ini Untuk Siapa Saja

Menurut saya, buku MILLENNIAL POWER bukan saja cocok untuk para milenial Indonesia yang galau dengan arah hidupnya, namun cocok bagi siapa saja yang sedang butuh kepastian. Eits kepastian? Iya, bagi kaum yang lahir era 80-90-an akan merasa sedikit terpinggirkan karena kebanyakan perusahaan (terutama start-up) lebih memilih mempekerjakan anak milenial jaman now. Nah melalui buku ini, kita bisa menemukan kepastian mau kemana langkah kita selanjutnya. Banyak milenial yang berpikir menjadi entrepreneur, mengapa kita tidak?

Setelah saya membaca selesai buku ini, saya sangat suka di bagian Passion. Penulis mengupas tuntas apa itu passion, bagaimana caranya menggali passion dalam diri dan yang utama adalah bagaimana caranya passion bisa mendatangkan uang. Bab ini juga membuat saya kembali membuat catatan-catatan kecil mengenai goals dalam hidup, apa saja tujuannya dan bagaimana rencananya agar goals tersebut dapat tercapai. Sangat menarik.

Doc. Andini Harsono
Selain itu, terdapat juga barcode yang bisa dipindai untuk mendengarkan podcast dan video dari kedua penulis. Memang, jika buku ditulis berdasarkan pengalaman dari penulisnya selalu menarik. Bagi kita yang sedang butuh inspirasi, buku ini membantu untuk menciptakan inspirasi.

Buku MILLENNIAL POWER sudah bisa dimiliki di Gramedia terdekat dengan harga Rp. 135,000,- untuk pulau Jawa.

“Sukses adalah perjalanan itu sendiri, yang seharusnya dapat selalu dinikmati setiap detiknya.” – MILLENNIAL POWER

Bersama Deddy Corbuzier dan Erik Ten Have
Doc. Andini Harsono

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengembangkan Sains Melalui Kalbe Junior Scientist Award 2019

Sejak diselenggarakan tahun 2011, Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) memiliki jumlah peserta hingga ribuan yang meningkat setiap tahunnya dan tercatat 1,306 karya yang masuk atau 383 berdasarkan sekolah pada tahun 2018. KJSA adalah lomba karya sains nasional untuk siswa-siswi tingkat SD dan SMP se-Indonesia. Tahun 2019, KJSA tampil dengan KJSA Goes Digital yang memanfaatkan unsur teknologi digital di dalamnya guna menghadapi revolusi industri 4.0.

KJSA merupakan bentuk komitmen PT Kalbe Farma Tbk untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini serta melihat permasalahan di sekitar dan mencari jawabannya.
Jenis teknologi digital yang digunakan untuk mengikuti KJSA ini tidak dibatasi. Mulai dari penggunaan alat bantu yang termasuk komputerisasi, automatisasi, programming (misalnya penggunaan tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro-bit rasberry pi, dll). Pada KJSA tahun ini akan mengadakan monitoring atau pembimbingan kepada finalis terpi…

Belajar Sejarah Melalui Drama Kolosal Fatahillah

Belajar sejarah bagi sebagian orang memang membosankan, termasuk saya. Waktu saya duduk di bangku SMP dimana diminta memperdalam sejarah mulai dari masa kerajaan hingga Indonesia merdeka adalah tantangan yang cukup berat. Pasalnya saya pusing membaca buku-buku tebal ditambah guru yang bercerita panjang seakan meninabobokan saya ketika di kelas. Namun, seiring bertambahnya umur, saya menjadi tertarik belajar kembali tentang sejarah Indonesia. Saya menyesal, saya melewatkan pelajaran sejarah ketika sekolah dulu dan kini saya harus mengulang hampir seluruhnya.
Beruntung, semakin kesini jaman sudah canggih. Saya tinggal ketika kata kunci dan google mencarikan berbagai informasinya untuk saya. Akan tetapi saya lebih suka mencari informasi dengan pakar sejarah atau mengunjungi langsung situs-situs sejarah yang masih ada. Sejarah juga erat kaitannya dengan budaya, maka jika saya sedang bepetualang, saya mengutamakan mengunjungi tempat-tempat yang mengandung unsur sejarah dan budayanya. Dengan…

Kemchicks dan Tumpeng

Apa hubungannya Kemchicks dan Tumpeng?
Pada Sabtu, 20 Juli 2019 lalu, Kemchicks merayakan ulang tahun ke 70 hubungan diplomatik Indonesia-Amerika yang ditandai dengan pemotongan Nasi Tumpeng. Dalam tradisi masyarakat Jawa, Nasi Tumpeng dihadirkan pada peristiwa penting seperti pernikahan, ulang tahun, dan peresmian suatu tempat sebagai wujud rasa syukur.
Tumpeng adalah nasi putih/nasi kuning/nasi gurih berbentuk kerucut yang merupakan budaya masyarakat Jawa yang tertera dalam Serat Centhini. Tumpeng disebut juga dalam naskah sastra Ramayana, Arjuna Wijaya dan Kidung Hasra Wijaya sebagai hidangan dalam berbagai pesta.


Lauk pauk dalam penyajian tumpeng juga memiliki arti dimana harus ada unsur hewan darat, hewan laut dan sayur mayur. Tidak ada lauk pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng, namun beberapa lauk yang biasa menyertai adalah perkedel, abon, kedelai goreng, telur dadar/telur goreng, timun yang dipotong melintang, dan daun seledri. Variasinya melibatkan tempe kering, serundeng, ura…