Langsung ke konten utama

Pancasila Ideologi Bangsa Indonesia Tak Tergoyahkan

Pancasila adalah pedoman untuk mewujudkan negara demokrasi.
Doc. Andini Harsono

Jika kita bicara lebih dalam tentang Indonesia, Pancasila selalu menggetarkan dada. Pancasila tidak tercipta begitu saja, tidak datang begitu saja, Pancasila lahir berdasarkan keberagaman Indonesia. 

Bhinneka Tunggal Ika, tidak bhinneka bukan Indonesia. Meskipun jaman sudah berkembang pesat dengan kehadiran teknologi semakin canggih, jangan sampai rasa persatuan tergerus oleh kepentingan-kepentingan tertentu. Pancasila merupakan dasar Negara yang harusnya diteladani dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP) adalah lembaga yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden yang memiliki tugas membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanaan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan, dan melaksanakan penyusunan standardisasi pendidikan dan pelatihan, menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, serta memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian terhadap kebijakan atau regulasi yang bertentangan dengan Pancasila kepada lembaga tinggi negara, kementerian/lembaga, pemerintahan daerah, organisasi sosial politik, dan komponen masyarakat lainnya. 

Marsudi Sarwono, S.H, M.Psi (Han), Direktur Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan BPIP
Doc. Andini Harsono

BPIP menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi seluruh lapisan masyarakat seperti yang terlaksana tanggal 9-13 Desember 2019, pendidikan dan pelatihan pembinaan ideologi Pancasila bagi pendongeng, youtuber, dan influencer yang bertempat di Bali. 

Pulau Dewata yang sangat terkenal di seluruh dunia menjadi salah satu ciri visualisasi keberagaman Indonesia. Perwakilan pendongeng, youtuber dan influencer seluruh Indonesia berkumpul di sini untuk menggelorakan kembali Pancasila di dada dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bapak Marsudi Sarwono mengajak para pengguna sosial media untuk menyebarkan pesan-pesan kebajikan dalam setiap konten. Nilai-nilai Pancasila harusnya menjadi teladan dalam menjalankan tugas sesuai profesinya masing-masing.

Dr. Baby Siti Salamah, M.Psi, Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP
Doc. Andini Harsono

Ibu Baby Siti Salamah berharap para pendongeng, youtuber dan influencer dapat menjadi Duta Pancasila dengan menyampaikan nilai-nilai Pancasila pada kontennya. Generasi milenial harus digiring tetap berada dalam ideologi negara yaitu Pancasila. Tidak ada yang bisa menggantikan Pancasila.

BPIP menggelar pendidikan dan pelatihan ini diharapkan para peserta mampu memiliki pengetahuan yang baik dan benar tentang arti, isi/muatan, fungsi, kedudukan, sejarah, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila yang tertuang dalam Garis Besar Haluan Ideologi Pancasila (GBHIP). Memiliki sikap yang dapat menjadi teladan dan penggerak pengamalan Pancasila yang tercermin dalam sikap religius dan toleran, berbudaya, cinta tanah air, demokratis dan kepedulian sosial yang tinggi.

Prof. Dr. Hj. Siti Musdah Mulia, M.A
Doc. Andini Harsono

Prof. Dr. Hj. Siti Musdah Mulia mengingatkan bahwa Pancasila merupakan ideologi yang mendukung kehidupan multikultural berkarakter Indonesia sesuai prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Ideologi yang kompatibel dengan nilai-nilai esensial agama.

Agama adalah keyakinan, Pancasila merupakan sebuah ideologi. Pancasila bertumpu pada nilai-nilai universal kemanusiaan salah satunya kebebasan. Bebas beragama, bebas berbicara, bebas berekspresi namun tidak boleh mengganggu kebebasan orang lain. 

Salam Pancasila
Doc. Andini Harsono

Semoga kegiatan pendidikan dan pelatihan pembinaan ideologi Pancasila tidak berhenti sampai sini. Saya siap mengisi hari-hari saya dengan nilai-nilai Pancasila.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengembangkan Sains Melalui Kalbe Junior Scientist Award 2019

Sejak diselenggarakan tahun 2011, Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) memiliki jumlah peserta hingga ribuan yang meningkat setiap tahunnya dan tercatat 1,306 karya yang masuk atau 383 berdasarkan sekolah pada tahun 2018. KJSA adalah lomba karya sains nasional untuk siswa-siswi tingkat SD dan SMP se-Indonesia. Tahun 2019, KJSA tampil dengan KJSA Goes Digital yang memanfaatkan unsur teknologi digital di dalamnya guna menghadapi revolusi industri 4.0.

KJSA merupakan bentuk komitmen PT Kalbe Farma Tbk untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini serta melihat permasalahan di sekitar dan mencari jawabannya.
Jenis teknologi digital yang digunakan untuk mengikuti KJSA ini tidak dibatasi. Mulai dari penggunaan alat bantu yang termasuk komputerisasi, automatisasi, programming (misalnya penggunaan tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro-bit rasberry pi, dll). Pada KJSA tahun ini akan mengadakan monitoring atau pembimbingan kepada finalis terpi…

Kemchicks dan Tumpeng

Apa hubungannya Kemchicks dan Tumpeng?
Pada Sabtu, 20 Juli 2019 lalu, Kemchicks merayakan ulang tahun ke 70 hubungan diplomatik Indonesia-Amerika yang ditandai dengan pemotongan Nasi Tumpeng. Dalam tradisi masyarakat Jawa, Nasi Tumpeng dihadirkan pada peristiwa penting seperti pernikahan, ulang tahun, dan peresmian suatu tempat sebagai wujud rasa syukur.
Tumpeng adalah nasi putih/nasi kuning/nasi gurih berbentuk kerucut yang merupakan budaya masyarakat Jawa yang tertera dalam Serat Centhini. Tumpeng disebut juga dalam naskah sastra Ramayana, Arjuna Wijaya dan Kidung Hasra Wijaya sebagai hidangan dalam berbagai pesta.


Lauk pauk dalam penyajian tumpeng juga memiliki arti dimana harus ada unsur hewan darat, hewan laut dan sayur mayur. Tidak ada lauk pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng, namun beberapa lauk yang biasa menyertai adalah perkedel, abon, kedelai goreng, telur dadar/telur goreng, timun yang dipotong melintang, dan daun seledri. Variasinya melibatkan tempe kering, serundeng, ura…

Belajar Sejarah Melalui Drama Kolosal Fatahillah

Belajar sejarah bagi sebagian orang memang membosankan, termasuk saya. Waktu saya duduk di bangku SMP dimana diminta memperdalam sejarah mulai dari masa kerajaan hingga Indonesia merdeka adalah tantangan yang cukup berat. Pasalnya saya pusing membaca buku-buku tebal ditambah guru yang bercerita panjang seakan meninabobokan saya ketika di kelas. Namun, seiring bertambahnya umur, saya menjadi tertarik belajar kembali tentang sejarah Indonesia. Saya menyesal, saya melewatkan pelajaran sejarah ketika sekolah dulu dan kini saya harus mengulang hampir seluruhnya.
Beruntung, semakin kesini jaman sudah canggih. Saya tinggal ketika kata kunci dan google mencarikan berbagai informasinya untuk saya. Akan tetapi saya lebih suka mencari informasi dengan pakar sejarah atau mengunjungi langsung situs-situs sejarah yang masih ada. Sejarah juga erat kaitannya dengan budaya, maka jika saya sedang bepetualang, saya mengutamakan mengunjungi tempat-tempat yang mengandung unsur sejarah dan budayanya. Dengan…