Langsung ke konten utama

Mengembangkan Sains Melalui Kalbe Junior Scientist Award 2019

Saya hadir di Kick Off Kalbe Junior Scientist Award 2019
Doc. Andini Harsono

Sejak diselenggarakan tahun 2011, Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) memiliki jumlah peserta hingga ribuan yang meningkat setiap tahunnya dan tercatat 1,306 karya yang masuk atau 383 berdasarkan sekolah pada tahun 2018. KJSA adalah lomba karya sains nasional untuk siswa-siswi tingkat SD dan SMP se-Indonesia. Tahun 2019, KJSA tampil dengan KJSA Goes Digital yang memanfaatkan unsur teknologi digital di dalamnya guna menghadapi revolusi industri 4.0.

KJSA Goes Digital
Sumber. Video KJSA Kalbe Farma

KJSA merupakan bentuk komitmen PT Kalbe Farma Tbk untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini serta melihat permasalahan di sekitar dan mencari jawabannya.

Jenis teknologi digital yang digunakan untuk mengikuti KJSA ini tidak dibatasi. Mulai dari penggunaan alat bantu yang termasuk komputerisasi, automatisasi, programming (misalnya penggunaan tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro-bit rasberry pi, dll). Pada KJSA tahun ini akan mengadakan monitoring atau pembimbingan kepada finalis terpilih yang bertujuan untuk menyempurnakan hasil karyanya.

KJSA memberi kesempatan baik bagi para siswa SD dan SMP untuk mengembangkan kemampuannya pada bidang IT. Selain itu, para peserta juga mendapat pengalaman tak terlupakan dalam kegiatan ini seperti bagaimana melatih diri agar percaya diri bicara di depan umum.

Fira Fatmasiefa, Alumni KJSA 2011
Doc. Salman Farris

Pada kesempatan diumumkannya pembukaan pendaftaran peserta yaitu pada 18 Juli 2019 lalu, KJSA menghadirkan Fira Fatmasiefa yang merupakan alumni KJSA tahun 2011. Fira saat ini akan melanjutkan studi di University of California, Berkeley dengan konsentrasi Astrofisika. Fira dan adiknya menciptakan karya “Wet Alarm for Baby” dan keluar sebagai pemenang Karya Terbaik bidang Teknologi Terapan. Menurutnya, mengikuti KJSA tahun 2011 bersama adiknya merupakan pengalaman luar biasa sepanjang hidupnya dan membuka kesempatannya untuk berkarya dan kelak berkarier di bidang teknologi.

Menanggapi betapa ajaibnya teknologi, Onno W Purbo seorang pakar IT menyatakan bahwa kecanggihan teknologi mampu membantu siapa saja dalam berkarya termasuk anak-anak. Onno yang merupakan salah satu juri pada KJSA 2019 ini berharap dengan adanya KJSA ini mampu menunjukkan kepada dunia bahwa anak-anak Indonesia bisa maju menggunakan IT.

Onno W. Purbo dan Dewis Akbar pada Kick Off KJSA 2019
Doc. Andini Harsono

Senada dengan Onno, Dewis Akbar, pengajar anak-anak tentang teknologi informasi dan pendiri laboratorium komputer mini menyatakan bahwa anak-anak di daerah sangat antusias terhadap IT. Mereka membuat beberapa karya dan memenangkan perlombaan baik tingkat nasional maupun internasional.

Sementara menurut Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M. Eng, Ph.D (peneliti utama/Profesor riset di Pusat Penelitian Fisika LIPI) menjadi juri KJSA tidaklah mudah. Semua karya sains yang diterima sangatlah menawan. Beliau selaku Ketua KJSA 2019 dan para juri lainnya harus bekerja keras.

Para Juri KJSA 2019
Sumber. Video KJSA Kalbe Farma

Pada kesempatan itu, Kalbe Farma juga meluncurkan buku catatan KJSA, buku yang merangkum kisah perjalanan KJSA mulai dari tahun 2011 hingga 2018.

Berikut ini mekanisme untuk mengikuti KJSA 2019 :

Proses Tahapan KJSA 2019
Sumber. Video KJSA Kalbe Farma

Nah, ini nih hadiahnya :

Hadiahnya KJSA 2019 nih
Sumber. Video KJSA Kalbe Farma

Waktu pendaftaran KJSA 2019 mulai 18 Juli hingga 15 September 2019. Untuk informasi lebih lanjut bisa kunjungi www.kalbe-kjsa.com.

Komentar

  1. JOIN NOW !!!
    Dan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
    Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.name
    dewa-lotto.cc
    dewa-lotto.vip

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masa Karantina Membawaku Pada Law Of Attraction

The Law Of Attraction Doc. Andini Harsono Badai Covid-19 tiba-tiba menyerang sejak awal tahun 2020 dan hadir di Indonesia sejak awal Maret 2020 membuat banyak sekali dampak, termasuk perubahan pola hidup bagi banyak orang. Tak terkecuali saya. Seperti dikejutkan dari mimpi indah, saya masih belum percaya bahwa virus itu bisa membawa perubahan drastis bagi kehidupan manusia. Sungguh, saya tidak menyangka bahwa pengaruhnya sedahsyat ini. Di samping kita harus berjuang melawan virus agar tidak hinggap di diri sendiri, kita juga harus bertahan di tengah situasi penuh dengan ketidakpastian seperti sekarang ini. Apa yang dialami masing-masing orang pasti berbeda-beda selama adanya Covid-19 ini. Tapi saya berharap apapun perubahannya adalah perubahan positif untuk kebaikan di masa depan. Aamiin. Saya memperhatikan kebiasaan orang-orang di sekitar bahwa mereka telah mulai terbiasa dengan bekerja dari rumah, belanja dari rumah, semua pekerjaan dilakukan online bahkan ada yang me

Teknologi UV-C Dapat Melindungi Diri Dari Mikro-organisme

  Design by Canva Sejak menghadapi pandemi Covid-19 saya semakin memperhatikan kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungan tempat tinggal. Memperhatikan pola makan, istirahat, olahraga dan rutin bersih-bersih rumah. Sedikit-sedikit saya lap lantai, meja, gagang pintu dan semua benda-benda di rumah yang sering saya pegang dengan cairan disinfektan. Tujuannya supaya tidak ada virus, kuman dan bakteri yang menempel. Sekarang saya juga tambah dengan mendisinfeksi udara dalam rumah. Memang effort -nya sedikit naik, tapi demi menjaga kesehatan dan terhindar dari berbagai macam virus terutama Corona, saya rela melakukan apa saja. *senyummanis. Beberapa hari yang lalu saya mengikuti diskusi virtual dari Signify yang membahas tentang “Sinar UV-C : Kawan atau Lawan? Pemanfaatan Teknologi UV-C yang Aman untuk Perlindungan Masyarakat dari Mikro-organisme.” . Dalam diskusi virtual tersebut hadir beberapa pakar sesuai bidangnya sebagai narasumber. Diskusi virtual ini diselenggarakan untuk memba

Film Buku Harianku : Film Untuk Semua Umur

Official Poster Film Buku Harianku Doc. IG @film.buku.harianku Sudah lama saya tidak nonton film bertemakan keluarga. Film keluarga dengan cerita ringan namun menghibur. Nah, Film Buku Harianku hadir menjadi penawar rindu film keluarga yang menyenangkan. Film Buku Harianku menampilkan artis cilik Kila dan Widuri dengan perannya masing-masing yang memukau. Slamet Raharjo hadir memperkuat cerita dalam film ini sebagai Kakek Kila yang tegas namun penyayang. Widi Mulya, Dwi Sasono dan Ence Bagus melengkapi suasana keluarga pada Film Buku Harianku. Dengan mengambil latar suasana pedesaan di Jawa Barat, menjadikan Film Buku Harianku tidak membosankan. Dikemas dengan nyanyian dan tarian dari Kila CS, sungguh menghibur. Ya, ini bukan film anak-anak tapi ini film semua umur yang asyik ditonton bareng keluarga atau teman-teman. Pemain, Produser, Sutradara dan Penata Musik Film Buku Harianku Doc. Andini Harsono Disutradari oleh Angling Sagaran, diproduksi oleh BRO's