Langsung ke konten utama

Modul Pintar Sisternet Untuk Perempuan Indonesia

Modul Pintar Sisternet
www.sisternet.co.id/modulpintar

Setiap tanggal 22 Desember diperingati hari Ibu sebagai wujud penghargaan terhadap perempuan dengan segala perjuangannya. Di Indonesia telah diperingati hari Ibu sejak 90 tahun silam. Hal ini menandakan bahwa Negara hadir untuk semua perempuan Indonesia.

Bertepatan dengan momen hari Ibu tahun 2018, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) meluncurkan modul belajar program Sisternet yang berbasis online. Modul Pintar Sisternet merupakan sarana baru bagi kaum perempuan untuk mengakses berbagai macam informasi terkait aktivitas mereka di rumah (sebagai ibu) maupun ketika berkarya di tengah masyarakat.

Presiden Direktur PT XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital memberikan kesempatan yang luas kepada XL untuk berbagai informasi positif juga pengembangan diri melalui materi-materi yang tersedia di Modul Pintar Sisternet. Materi-materi tersebut dapat diakses kapan saja dan dimana saja.

Dra. Rosarita Niken dan Dian Siswarini
 
Modul Pintar Sisternet diapresiasi oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dra. Rosarita Niken Widiastuti, Msi sebagai program edukatif yang diselenggarakan oleh kalangan swasta bertujuan untuk membantu pemerintah menyampaikan pesan-pesan positif dan informasi yang benar. Modul Pintar Sisternet juga dapat membantu kaum perempuan yang tinggal di desa (di luar Jakarta) mendapatkan informasi positif sekaligus edukasi yang bermanfaat.

Sejak 4 tahun lalu, Sisternet aktif menyelenggarakan pelatihan-pelatihan bagi kaum perempuan untuk meningkatkan kompetensi mereka. Tercatat sudah lebih dari 13.000 perempuan pernah mengikuti kelas-kelas program Sisternet. Selain itu, Sisternet telah bekerjasama dengan kementerian-kementerian terkait seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Kerjasama tersebut sebagai upaya penyebaran informasi yang benar ke tengah masyarakat.

Modul Pintar Sisternet dibuat oleh para pakar di bidangnya serta komunitas masyarakat yang memiliki visi misi sama sehingga materi-materi belajar yang diakses tepat sasaran. Materi-materi tersebut antara lain berupa edukasi untuk Ibu dan anak mengenai pendidikan dan kesehatan. Tidak ketinggalan literasi digital untuk memanfaatkan sarana digital secara sehat dan bermanfaat. Dalam upaya meningkatkan kompetensi, tersedia juga materi belajar bisnis kecil seperti enterpreneurship, perencanaan keuangan bisnis kecil, dan pemanfaatan sarana digital untuk promosi dan pemasaran.

Rosarita Niken berharap Modul Pintar Sisternet dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat dalam kesehariannya. Penggunaan literasi digital secara tepat akan menjadikan solusi di tengah permasalahan sosial. Melalui internet kita bisa meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik.

Minggu lalu saya juga mengikuti salah satu kelas yang diselenggarakan oleh Sisternet yang bekerjasama dengan Komunitas Perempuan Pelestari Budaya di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta. Kelas Literasi Digital mengambil tema “Ibu Cerdas di Era Digital.” menghadirkan narasumber yang mewakilkan perempuan hebat yaitu Shahnaz Haque, Diah Kusumawardani Wijayanti (Founder Belantara Budaya Indonesia dan Ketua Perempuan Pelestari Budaya), Monika Kumalasari (Gesture&Microexpression Specialist), dan Putri Lintang (Group Head People Journey XL Axiata).

Kelas Literasi Digital - Ibu Cerdas di Era Digital
Doc : Shinta Juliana

Dengan Kelas Literasi Digital ini diharapkan para peserta yang hadir (perempuan semua) menjadi semakin melek teknologi dan dapat dengan cerdas memanfaatkan dampak positif dari perkembangan teknologi digital khususnya bagi tumbuh kembang anak secara psikologis. Para peserta juga diharapkan bersedia menyebarluaskan ilmu dari Kelas Literasi Digital ini ke sanak saudara dan kawan-kawannya.

Peserta Kelas Literasi Digital termasuk saya semakin dimudahkan dengan kehadiran Modul Pintar Sisternet yang dapat diakses melalui alamat www.sisternet.co.id/modulpintar. Masyarakat pengguna bisa mendapatkan berbagai modul belajar dengan format audio dan video. Selain itu, masyarakat juga bisa mengikuti progam edukasi yang dilakukan secara online melalui sosial media Sisternet di Facebook (Sisternet ID), Twitter (@sisternetid), Instagram @sisternetid dan Youtube (Sisternet ID Official).

Hai Perempuan, Teruslah Melangkah :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Sejarah Melalui Drama Kolosal Fatahillah

Belajar sejarah bagi sebagian orang memang membosankan, termasuk saya. Waktu saya duduk di bangku SMP dimana diminta memperdalam sejarah mulai dari masa kerajaan hingga Indonesia merdeka adalah tantangan yang cukup berat. Pasalnya saya pusing membaca buku-buku tebal ditambah guru yang bercerita panjang seakan meninabobokan saya ketika di kelas. Namun, seiring bertambahnya umur, saya menjadi tertarik belajar kembali tentang sejarah Indonesia. Saya menyesal, saya melewatkan pelajaran sejarah ketika sekolah dulu dan kini saya harus mengulang hampir seluruhnya.
Beruntung, semakin kesini jaman sudah canggih. Saya tinggal ketika kata kunci dan google mencarikan berbagai informasinya untuk saya. Akan tetapi saya lebih suka mencari informasi dengan pakar sejarah atau mengunjungi langsung situs-situs sejarah yang masih ada. Sejarah juga erat kaitannya dengan budaya, maka jika saya sedang bepetualang, saya mengutamakan mengunjungi tempat-tempat yang mengandung unsur sejarah dan budayanya. Dengan…

Mengembangkan Sains Melalui Kalbe Junior Scientist Award 2019

Sejak diselenggarakan tahun 2011, Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) memiliki jumlah peserta hingga ribuan yang meningkat setiap tahunnya dan tercatat 1,306 karya yang masuk atau 383 berdasarkan sekolah pada tahun 2018. KJSA adalah lomba karya sains nasional untuk siswa-siswi tingkat SD dan SMP se-Indonesia. Tahun 2019, KJSA tampil dengan KJSA Goes Digital yang memanfaatkan unsur teknologi digital di dalamnya guna menghadapi revolusi industri 4.0.

KJSA merupakan bentuk komitmen PT Kalbe Farma Tbk untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini serta melihat permasalahan di sekitar dan mencari jawabannya.
Jenis teknologi digital yang digunakan untuk mengikuti KJSA ini tidak dibatasi. Mulai dari penggunaan alat bantu yang termasuk komputerisasi, automatisasi, programming (misalnya penggunaan tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro-bit rasberry pi, dll). Pada KJSA tahun ini akan mengadakan monitoring atau pembimbingan kepada finalis terpi…

Film 99 Nama Cinta : Antara Ambisi dan Cinta

Siapa yang tak mengenal Acha Septriasa? Aktris yang kini tinggal di Australia kembali membintangi film berjudul 99 Nama Cinta pasca melahirkan. Berperan sebagai Talia seorang presenter sekaligus produser dalam program TV-nya sendiri yaitu acara gosip membuat ia jarang sekali ada waktu untuk Ibunya yang diperankan oleh Ira Wibowo apalagi mencari pasangan. Talia mengejar karir hingga ia melejit di dunia infotainment dan dikenal banyak orang. Namun, hidupnya berubah setelah bertemu dengan Kiblat (Deva Mahenra), ustaz muda yang muncul tiba-tiba untuk memberikan pelajaran agama sesuai wasiat almarhum ayah Talia. Namun siapa sangka, sejak pertemuan itu, karir Talia merosot jatuh gara-gara kesalahan kecil, tapi Kiblat ada untuk selalu mendukungnya hingga Talia mampu kembali bangkit dan menghadapi masalahnya.

Talia dan Kiblat yang sebenarnya merupakan teman kecil terlihat malu-malu saat bertemu kembali. Kiblat yang berniat tulus mengajari Talia mengaji mendapat penolakan dari Talia hingga timb…