Langsung ke konten utama

Indonesia Untuk Asian Games 2018

Ketua DPD RI, Bupati Cianjur, dan jajarannya menyalakan obor Asian Games 2018 di Kab. Cianjur, Jawa Barat
doc : cianjurkab.go.id re-design by Andini Harsono

Sejarah baru bagi bangsa Indonesia dengan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Bukan kali pertama, Indonesia sudah pernah menjadi tuan rumah pada tahun 1962. Berbagai persiapan dilakukan pemerintah sejak setahun yang lalu demi terlaksananya perhelatan olahraga terbesar di Asia ini. 

Pemerintah berbenah mulai dari hal yang paling krusial yaitu pembangunan arena pertandingan di Jakarta dan Palembang hingga pembangunan dan perbaikan sarana prasarana seperti penataan kota, peningkatan pelayanan transportasi dan banyak lagi. Saya sebagai warga Jakarta senang karena dengan adanya Asian Games 2018, kota Jakarta jadi indah. Jalan-jalan bersih dan rapi, mulai terlihat taman-taman kota, moda transportasi menjadi lebih lancar dan baik pelayanannya. Semoga hal ini terus dilakukan dan dijaga setelah Asian Games usai.

Semua kementerian bergerak, pemerintah juga menggandeng pihak swasta, lembaga, dan tentunya mengajak semua masyarakat turut serta menyukseskan Asian Games 2018. Tak terkecuali DPD RI. 

DPD RI mendukung penuh pelaksanaan Asian Games 2018 baik pusat maupun daerah. Perataan pembangunan di daerah tidak lepas dari dukungan DPD RI. Koordinasi antar kementerian terkait dilakukan dengan baik sehingga tercapai percepatan pembangunan. Saya kagum dengan kesigapan pemerintah baik pusat maupun daerah dalam membangun sarana dan prasana agar Asian Games terlaksana dengan sukses. 

Pada tanggal 13 Agustus 2018 terlihat Oesman Sapta bersama Bupati Cianjur, dan pejabat-pejabat daerah terkait menyalakan api obor Asian Games 2018 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Bukan hanya di Cianjur, api obor Asian Games 2018 dilaksanakan diberbagai tempat secara estafet hingga akhirnya dinyalakan di Gelora Bung Karno pada malam Opening Ceremony tanggal 18 Agustus 2018 yang digelar sangat meriah.  Hal ini dapat menunjukan pesta olahraga menjadi media pemersatu bangsa. 

Sangat bangga pastinya, Indonesia mampu memberikan yang terbaik dalam ajang Asian Games 2018. Hingga saat ini atlet-atlet terbaik negeri ini telah menghasilkan 24 medali emas, 17 medali perak dan 28 medali perunggu (update tanggal 28 Agustus 2018). Sungguh hasil tidak pernah mengkhianati usaha. 

Keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 serta keberhasilan para atlet Indonesia memperoleh medali merupakan hadiah terindah dari Tuhan Yang Maha Esa pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini. Ketua DPD RI, Oesman Sapta melalui video YouTube resmi DPD RI mengajak seluruh elemen masyarakat turut mendukung dan mendoakan para atlet Indonesia dalam bertanding di Asian Games 2018. Oesman juga merasa bahagia dan bangga terhadap para atlet terbaik bangsa.



Kini untuk mendapatkan informasi tentang kinerja pemerintah lebih mudah melalui akun-akun resmi sosial medianya termasuk DPD RI. Mari mengenal lebih dekat tentang DPD RI dengan mem-follow semua akun sosial media resminya di bawah ini :

Website DPD RI www.dpd.go.id 

Saya yakin, Indonesia kini semakin siap untuk bersaing di berbagai bidang. Banyak cara untuk membangun namun seringkali terabaikan untuk menjaganya. Semoga ketika Asian Games usai, tidak akan usai semangat olahraga dan tetap menjaga apa yang sudah terbangun dengan baik.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengembangkan Sains Melalui Kalbe Junior Scientist Award 2019

Sejak diselenggarakan tahun 2011, Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) memiliki jumlah peserta hingga ribuan yang meningkat setiap tahunnya dan tercatat 1,306 karya yang masuk atau 383 berdasarkan sekolah pada tahun 2018. KJSA adalah lomba karya sains nasional untuk siswa-siswi tingkat SD dan SMP se-Indonesia. Tahun 2019, KJSA tampil dengan KJSA Goes Digital yang memanfaatkan unsur teknologi digital di dalamnya guna menghadapi revolusi industri 4.0.

KJSA merupakan bentuk komitmen PT Kalbe Farma Tbk untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini serta melihat permasalahan di sekitar dan mencari jawabannya.
Jenis teknologi digital yang digunakan untuk mengikuti KJSA ini tidak dibatasi. Mulai dari penggunaan alat bantu yang termasuk komputerisasi, automatisasi, programming (misalnya penggunaan tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro-bit rasberry pi, dll). Pada KJSA tahun ini akan mengadakan monitoring atau pembimbingan kepada finalis terpi…

Kemchicks dan Tumpeng

Apa hubungannya Kemchicks dan Tumpeng?
Pada Sabtu, 20 Juli 2019 lalu, Kemchicks merayakan ulang tahun ke 70 hubungan diplomatik Indonesia-Amerika yang ditandai dengan pemotongan Nasi Tumpeng. Dalam tradisi masyarakat Jawa, Nasi Tumpeng dihadirkan pada peristiwa penting seperti pernikahan, ulang tahun, dan peresmian suatu tempat sebagai wujud rasa syukur.
Tumpeng adalah nasi putih/nasi kuning/nasi gurih berbentuk kerucut yang merupakan budaya masyarakat Jawa yang tertera dalam Serat Centhini. Tumpeng disebut juga dalam naskah sastra Ramayana, Arjuna Wijaya dan Kidung Hasra Wijaya sebagai hidangan dalam berbagai pesta.


Lauk pauk dalam penyajian tumpeng juga memiliki arti dimana harus ada unsur hewan darat, hewan laut dan sayur mayur. Tidak ada lauk pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng, namun beberapa lauk yang biasa menyertai adalah perkedel, abon, kedelai goreng, telur dadar/telur goreng, timun yang dipotong melintang, dan daun seledri. Variasinya melibatkan tempe kering, serundeng, ura…

Belajar Sejarah Melalui Drama Kolosal Fatahillah

Belajar sejarah bagi sebagian orang memang membosankan, termasuk saya. Waktu saya duduk di bangku SMP dimana diminta memperdalam sejarah mulai dari masa kerajaan hingga Indonesia merdeka adalah tantangan yang cukup berat. Pasalnya saya pusing membaca buku-buku tebal ditambah guru yang bercerita panjang seakan meninabobokan saya ketika di kelas. Namun, seiring bertambahnya umur, saya menjadi tertarik belajar kembali tentang sejarah Indonesia. Saya menyesal, saya melewatkan pelajaran sejarah ketika sekolah dulu dan kini saya harus mengulang hampir seluruhnya.
Beruntung, semakin kesini jaman sudah canggih. Saya tinggal ketika kata kunci dan google mencarikan berbagai informasinya untuk saya. Akan tetapi saya lebih suka mencari informasi dengan pakar sejarah atau mengunjungi langsung situs-situs sejarah yang masih ada. Sejarah juga erat kaitannya dengan budaya, maka jika saya sedang bepetualang, saya mengutamakan mengunjungi tempat-tempat yang mengandung unsur sejarah dan budayanya. Dengan…