Langsung ke konten utama

Teknik E.R.A.S.E Cara Mudah Mencapai Kemajuan Hidup

Cover Buku E.R.A.S.E Theraphy
doc : Andini Harsono

Andalah yang paling mengenal diri Anda, termasuk masalah yang ada di dalamnya. Menyelesaikannya adalah tanggung jawab Anda, bukan tanggung jawab orang lain.

Sudah bertahun-tahun menyimpan trauma yang berakibat pada phobia pada sesuatu benda atau hewan? Bahkan menyimpan luka batin, kemarahan terpendam, kesedihan mendalam, tidak bisa move on, dan beberapa gangguan negatif pada kehidupan Anda? Kini Anda bisa mencoba mengatasinya dengan teknik E.R.A.S.E.

Teknik E.R.A.S.E adalah teknik self-healing mutakhir yang mudah dipelajari dan terbukti efektif mengatasi berbagai emosi negatif. Teknik ini menggabungkan banyak pendekatan dan disiplin ilmu seperti hipnoterapi klinis, cara kerja dan sifat pikiran bawah sadar, sistem energi tubuh, neurosains, dan peningkatan kesadaran guna menghasilkan efek terapeutik yang stabil untuk jangka panjang.

Menurut Adi Susanto, CCH seorang hipnoterapis klinis, teknik E.R.A.S.E awalnya lahir dari sebuah pengamatan terhadap aplikasi teknik pelepasan emosi yang dipelajarinya di Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology, yang dikenal dengan teknik Hypno-EFT. Teknik Hypno-EFT adalah pengembangan lebih lanjut dan penyempurnaan dari teknik Emotional Freedom Technique (EFT) yang diajarkan oleh Gary Craig. Dalam teknik E.R.A.S.E ada sebagian kecil dari teknik Hypno-EFT yang diadobsi ke dalamnya.

Adi yang kini mengembangkan teknik E.R.A.S.E ini bersama rekan sejawatnya, Anthony Steven Hambali, CCH, CT optimis, teknik ini dapat membantu permasalahan hidup para kliennya agar mencapai kebaikan dan kemajuan dalam hidup.

Tentang Buku E.R.A.S.E Therapy (Emotions Release and Awareness Ascension)

Untuk memudahkan Adi dan Anthony mengamalkan ilmunya, mereka sepakat untuk menuliskan cara mudah teknik E.R.A.S.E ke dalam sebuah buku yang mudah untuk dipelajari siapa saja yang membacanya.

Buku setebal 210 halaman ini diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama dengan katagori buku pengembangan diri.

Buku yang ditulis dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti  dicetak dengan font yang cukup besar sehingga membuat nyaman si pembaca terutama mereka yang memiliki mata minus. Terdapat beberapa quote pada sela-sela lembar pemisah antara satu BAB ke BAB lain menjadi jeda yang tidak membosankan.

Dalam buku ini dilengkapi pula infografis dan gambar-gambar yang semakin memudahkan para pembaca untuk mempraktekan langsung teknik E.R.A.S.E ini di rumah. Menurut Adi dan Anthony, apabila Anda mengaplikasikannya sendiri setelah membaca buku ini, jangan terburu-buru mendapatkan hasilnya karena perlu waktu, artinya Anda harus lakukan hal ini berulang-ulang.

Terdapat beberapa komentar para peserta E.R.A.S.E dari berbagai kota dan batch menambah wawasan para pembaca untuk bisa segera mencoba teknik ini untuk menyelesaikan masalah hidup.

“Harapan kami, dengan adanya buku ini, masyarakat luas dapat turut merasakan manfaat dari teknik E.R.A.S.E untuk menyelesaikan masalah hidup mereka dan dapat mencapai kebaikan serta kemajuan hidupnya. Ketika mereka menerima buku ini kemudian membaca dan mencoba mempraktekannya akan langsung merasakan manfaatnya meskipun itu tidak instan, artinya butuh kesabaran hingga berhasil. Semoga buku ini dapat diterima dan memberikan manfaat dalam hidup para pembacanya.” jelas Adi dan Anthony ketika ditemui pada launching buku E.R.A.S.E Therapy di Gramedia, Central Park Mall beberapa hari lalu.

Definisi Buku
Ukuran 15x23 cm
Tebal 210 halaman
Softcover warna
Harga Rp. 78.000,-

Komentar

  1. Ini bukunya sudah ada di gramedia kah? atau ada Kursus Online nya tentang self healing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo. sudah ada di Gramedia Mas Randa. Sila kunjungi Gramedia terdekat :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Sejarah Melalui Drama Kolosal Fatahillah

Fatahillah saat berperang melawan pasukan Portugis (Doc. Sarah) Belajar sejarah bagi sebagian orang memang membosankan, termasuk saya. Waktu saya duduk di bangku SMP dimana diminta memperdalam sejarah mulai dari masa kerajaan hingga Indonesia merdeka adalah tantangan yang cukup berat. Pasalnya saya pusing membaca buku-buku tebal ditambah guru yang bercerita panjang seakan meninabobokan saya ketika di kelas. Namun, seiring bertambahnya umur, saya menjadi tertarik belajar kembali tentang sejarah Indonesia. Saya menyesal, saya melewatkan pelajaran sejarah ketika sekolah dulu dan kini saya harus mengulang hampir seluruhnya. Beruntung, semakin kesini jaman sudah canggih. Saya tinggal ketika kata kunci dan google mencarikan berbagai informasinya untuk saya. Akan tetapi saya lebih suka mencari informasi dengan pakar sejarah atau mengunjungi langsung situs-situs sejarah yang masih ada. Sejarah juga erat kaitannya dengan budaya, maka jika saya sedang bepetualang, saya mengutamakan m

Film 99 Nama Cinta : Antara Ambisi dan Cinta

Film 99 Nama Cinta Doc. Andini Harsono Siapa yang tak mengenal Acha Septriasa? Aktris yang kini tinggal di Australia kembali membintangi film berjudul 99 Nama Cinta pasca melahirkan. Berperan sebagai Talia seorang presenter sekaligus produser dalam program TV-nya sendiri yaitu acara gosip membuat ia jarang sekali ada waktu untuk Ibunya yang diperankan oleh Ira Wibowo apalagi mencari pasangan. Talia mengejar karir hingga ia melejit di dunia infotainment dan dikenal banyak orang. Namun, hidupnya berubah setelah bertemu dengan Kiblat (Deva Mahenra), ustaz muda yang muncul tiba-tiba untuk memberikan pelajaran agama sesuai wasiat almarhum ayah Talia. Namun siapa sangka, sejak pertemuan itu, karir Talia merosot jatuh gara-gara kesalahan kecil, tapi Kiblat ada untuk selalu mendukungnya hingga Talia mampu kembali bangkit dan menghadapi masalahnya. Talia dan Kiblat yang sebenarnya merupakan teman kecil terlihat malu-malu saat bertemu kembali. Kiblat yang berniat tulus mengajari Talia

Pancasila Ideologi Bangsa Indonesia Tak Tergoyahkan

Pancasila adalah pedoman untuk mewujudkan negara demokrasi. Doc. Andini Harsono Jika kita bicara lebih dalam tentang Indonesia, Pancasila selalu menggetarkan dada. Pancasila tidak tercipta begitu saja, tidak datang begitu saja, Pancasila lahir berdasarkan keberagaman Indonesia.  Bhinneka Tunggal Ika, tidak bhinneka bukan Indonesia. Meskipun jaman sudah berkembang pesat dengan kehadiran teknologi semakin canggih, jangan sampai rasa persatuan tergerus oleh kepentingan-kepentingan tertentu. Pancasila merupakan dasar Negara yang harusnya diteladani dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP) adalah lembaga yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden yang memiliki tugas membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanaan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan, dan melaksanakan penyusunan standardisa