Langsung ke konten utama

Pesta Musik #dHotMusicDay2018

#dHotMusicDay2018
(dok. DetikHot)

Bagi saya, hidup tanpa musik bagai sayur tanpa garam. Setiap hari saya mendengarkan musik. Pagi hari pengantar sarapan dan olahraga di rumah, saya mendengarkan musik beat agar semangat. Menjelang tidur saya selalu mendengarkan musik klasik, jazz, atau pop yang pelan agar relaks dan bisa segera tidur. Musik memberikan banyak warna di hidup saya.

Sejak saya SD saya sudah dikenalkan dengan musisi-musisi tanah air pada era 1990-2000an seperti Padi, Sheila On 7, Gigi, Dewa 19 dan lainnya. Syair mereka yang ‘anak muda’ banget diimbangi dengan alunan musik khas masing-masing musisi membuat setiap hari saya memutar kaset mereka. Saya dan kakak sepupu saya memiliki koleksi kaset dari band-band yang saya sebut tadi. Seru kan.

Menginjak remaja, waktu SMP saya pindah di Jogja sebagai kota gudang kreatifitas, mulai saya eksis mendengarkan radio-radio anak muda. Geronimo FM, Swaragama FM, Rakosa FM, Prambors FM dan lainnya menjadi radio-radio yang gak pernah absen saya dengarkan sepanjang hari. Tentunya kalau di sekolah enggak yaa hehe..

Bicara soal selera musik, saya suka dengan musik-musik yang ringan, easy listening, syairnya kena banget dan gampang diingat. Untuk genre musiknya tergantung mood sih. Tapi pop saya paling suka. Kalau belakangan ini saya suka mendengarkan musik Latino seperti Christina Aguilera, J-Lo, dan Shakira. 

Penampilan Armand Maulana
(dok. Andini Harsono)

Hari Musik Nasional diperingati tanggal 9 Maret lalu menjadi perayaan akbar bagi insan musisi tanah air. Karya-karya yang lahir original dari kreatifitas mereka mewarnai kehidupan musik Indonesia. Sebagai penikmat musik, saya semakin antusias mendengarkan karya-karya baru berbagai warna musik milik para pendatang baru ataupun pemain legendaris. Tulus, Vidi Aldiano, Rendy Pandugo, The Overtunes, Adera, adalah beberapa diantaranya yang saya nantikan karya-karyanya.

Vidi Aldiano
(dok. Andini Harsono)

Untuk memperingati Hari Musik Nasional 2018, detikhot dan detikcom menyelenggarakan event musik seru nonstop selama 11 jam. Menghadirkan 25 musisi tanah air diantaranya Armand Maulana, Badai Romantic Project, Dengarkan Dia, Fade2Black, Rendy Pandugo, Hi Friday, Novita Dewi, Vidi Aldiano, The Overtunes, Virzha, Bams, dan Mulan Jameela yang menampilkan masing-masing 3 lagu jagoannya dari pukul 10.30 hingga 23.00 WIB. Luar biasa kan.

Feed2Black
(dok. Andini Harsono)
Luar biasanya lagi, #dHotMusicDay2018 kehadiran Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya, dan Menteri Ketenagakerjaan RI, Muhammad Hanif Dhakiri yang turut bernyanyi bersama. Penampilan mereka featuring dengan Ojol Band yang isinya para pengemudi ojek online dan Eka Gustiwana.

Hadir pula Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno dan turut menyanyikan beberapa lagu.

Budi Karya, Ganjar Pranowo and the band
(dok. Andini Harsono)

Hanif, Budi Karya, Ganjar Pranowo feat Eka Gustiwana dan The Ojol Band
(dok. Andini Harsono)

Sandiaga Uno bernyanyi.
(dok. Andini Harsono)

Band Nonaria amat menggelitik bagi saya. Warna musiknya mengambil era 50,60,70an dengan penampilan yang disesuaikan pada jaman itu. Kebayang kan serunya. Bukan hanya itu, Nonaria menciptakan lirik-lirik yang lucu dengan judul “Sayur Asem”, dan “Maling Jemuran”. Ketika ditanya mengapa mengambil judul dan lirik seperti itu, jawabannya sederhana, karena mereka mengambil dari kehidupan sehari-hari. Kejadian yang banyak dialami setiap orang sehari-hari. Kocak banget deh :D.

Nonaria Band
(dok. Andini Harsono)

Sementara Badai Romantic Project menjadi penawar rindu lagu favorit saya waktu jaman Kerispatih yaitu “Lagu Cinta”. Feed2Black pun menyanyikan lagu-lagunya yang populer era 2000an. Beberapa musisi yang tampil memang membangkitkan lagi kenangan sekaligus menjadi obat rindu masa-masa itu.

Mulan Jameela
(dok. Andini Harsono)

Tapi saya terkesima dengan suaranya Rendy Pandugo. Pernah dengar namanya bahkan lagunya tapi belum pernah menyaksikannya secara langsung dan ternyata suaranya seksi banget :D.

Rendy Pandugo
(dok. Andini Harsono)


Kejutan lainnya adalah penampilan OM PSP. Orkes era Eyang Putri saya ini menambah seru panggung #dHotMusicDay2018 hehe. Secara umum saya gak tahu lagu-lagunya, tapi yang bikin saya kagum adalah biarpun mereka sudah sepuh tapi masih semangat bermusik. Salute.

Om PSP
(dok. Andini Harsono)


Live streaming juga dilakukan pada saat #dHotMusicDay2018 di chanel Detik Hot agar teman-teman yang gak hadir pada saat itu bisa turut menyaksikan keseruannya.

Pada kesempatan ini pula, para musisi mengajak untuk mendukung karya-karya mereka dengan tidak membeli CD atau mendownload karya-karyanya yang bajakan. Semoga event musik seperti ini dapat rutin dilaksanakan oleh Detik Hot dan Detikcom sebagai ruang berkreasi antara musisi dan penikmat musik. Musik merupakan media pemersatu bangsa. Selamat Hari Musik Nasional bagi musisi-musisi tanah air, teruslah berkarya :)

 
Selamat Hari Musik Nasional :)
(dok. Andini Harsono)

Komentar

  1. Seru bangat ya acara ini, bertabur musisi dengan berbagai genre. semoga tahun depan ada lagi ya :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengembangkan Sains Melalui Kalbe Junior Scientist Award 2019

Sejak diselenggarakan tahun 2011, Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) memiliki jumlah peserta hingga ribuan yang meningkat setiap tahunnya dan tercatat 1,306 karya yang masuk atau 383 berdasarkan sekolah pada tahun 2018. KJSA adalah lomba karya sains nasional untuk siswa-siswi tingkat SD dan SMP se-Indonesia. Tahun 2019, KJSA tampil dengan KJSA Goes Digital yang memanfaatkan unsur teknologi digital di dalamnya guna menghadapi revolusi industri 4.0.

KJSA merupakan bentuk komitmen PT Kalbe Farma Tbk untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini serta melihat permasalahan di sekitar dan mencari jawabannya.
Jenis teknologi digital yang digunakan untuk mengikuti KJSA ini tidak dibatasi. Mulai dari penggunaan alat bantu yang termasuk komputerisasi, automatisasi, programming (misalnya penggunaan tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro-bit rasberry pi, dll). Pada KJSA tahun ini akan mengadakan monitoring atau pembimbingan kepada finalis terpi…

Kemchicks dan Tumpeng

Apa hubungannya Kemchicks dan Tumpeng?
Pada Sabtu, 20 Juli 2019 lalu, Kemchicks merayakan ulang tahun ke 70 hubungan diplomatik Indonesia-Amerika yang ditandai dengan pemotongan Nasi Tumpeng. Dalam tradisi masyarakat Jawa, Nasi Tumpeng dihadirkan pada peristiwa penting seperti pernikahan, ulang tahun, dan peresmian suatu tempat sebagai wujud rasa syukur.
Tumpeng adalah nasi putih/nasi kuning/nasi gurih berbentuk kerucut yang merupakan budaya masyarakat Jawa yang tertera dalam Serat Centhini. Tumpeng disebut juga dalam naskah sastra Ramayana, Arjuna Wijaya dan Kidung Hasra Wijaya sebagai hidangan dalam berbagai pesta.


Lauk pauk dalam penyajian tumpeng juga memiliki arti dimana harus ada unsur hewan darat, hewan laut dan sayur mayur. Tidak ada lauk pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng, namun beberapa lauk yang biasa menyertai adalah perkedel, abon, kedelai goreng, telur dadar/telur goreng, timun yang dipotong melintang, dan daun seledri. Variasinya melibatkan tempe kering, serundeng, ura…

Belajar Sejarah Melalui Drama Kolosal Fatahillah

Belajar sejarah bagi sebagian orang memang membosankan, termasuk saya. Waktu saya duduk di bangku SMP dimana diminta memperdalam sejarah mulai dari masa kerajaan hingga Indonesia merdeka adalah tantangan yang cukup berat. Pasalnya saya pusing membaca buku-buku tebal ditambah guru yang bercerita panjang seakan meninabobokan saya ketika di kelas. Namun, seiring bertambahnya umur, saya menjadi tertarik belajar kembali tentang sejarah Indonesia. Saya menyesal, saya melewatkan pelajaran sejarah ketika sekolah dulu dan kini saya harus mengulang hampir seluruhnya.
Beruntung, semakin kesini jaman sudah canggih. Saya tinggal ketika kata kunci dan google mencarikan berbagai informasinya untuk saya. Akan tetapi saya lebih suka mencari informasi dengan pakar sejarah atau mengunjungi langsung situs-situs sejarah yang masih ada. Sejarah juga erat kaitannya dengan budaya, maka jika saya sedang bepetualang, saya mengutamakan mengunjungi tempat-tempat yang mengandung unsur sejarah dan budayanya. Dengan…