Langsung ke konten utama

Membuka Jalan Rezeki Dengan Syukur

Hasil tidak akan mengkhianati usaha
(Dok. Andini Harsono)

Belajarlah untuk percaya kepada-Ku.
Rencana-Ku padamu lebih baik daripada rencanamu sendiri.
Yakinlah bahwa Aku selalu baik.
Yakinlah segala usahamu pasti sukses.
Belajarlah untuk selalu bersyukur atas apa pun yang terjadi,
Karena semua akan indah pada waktunya.
(Aplikasi Pencari Rezeki – hal. 153)

Yap, saya sepakat dengan quote di atas yang saya kutip dari buku berjudul Aplikasi Pencari Rezeki karya Wusda Hetsa dan Achi TM yang baru selesai saya baca. Ketika seseorang yakin terhadap Allah SWT, maka semua urusan di dunia ini akan terasa ringan. Cobaan demi cobaan akan dilalui dengan suka cita karena Allah menjanjikan akan ada 2 kemudahan dibalik 1 kesulitan, dan saya sudah sering membuktikan hal itu.

Namun, kadar keyakinan (keimanan dalam Islam) bisa naik turun. Saya pun mengalaminya. Sebagai manusia biasa, tentunya saya pernah merasa apa yang diberikan Allah tidak sesuai dengan keinginan saya. Sedangkan saya lupa bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk umat-Nya, termasuk saya.

Buku setebal 190-an halaman ini terdiri dari 6 Bab dan dilengkapi dengan beberapa ayat Al-Quran dan Hadist mengenai rezeki dan penjelasan secara sederhana sehingga mudah dipahami. Penulis juga menceritakan pengalaman pribadinya, kisah suksesnya, kisah bangkitnya dari kesulitan hingga kesuksesan yang sekarang telah dicapai. Inspiratif.


Aplikasi Pencari Rezeki
(Dok. Andini Harsono)

Menariknya, penulis menjelaskan tentang bagaimana cara kita membuka luasnya rezeki yang kita dapatkan dengan menggunakan istilah smartphone yang lekat dengan masyarakat zaman now. Seperti, pada bagian “Mengenal Diri Kita dan Hidup Sebagai Smartphone.” dimana di sana dijelaskan bahwa diri kita itu layaknya smartphone yang bisa mengunduh berbagai aplikasi dan mendelete aplikasi yang tidak kita butuhkan atau yang tidak penting.

Dropbox, file dan could storage adalah istilah-istilah pada smartphone yang digunakan dalam buku ini. Bukan hanya itu, ada juga analogi Gojek yang digunakan sebagai pengingat kita untuk fokus terhadap sesuatu. Lalu ada juga edit picture untuk mengingatkan kita bahwa hidup itu bisa diperindah.

Percaya Akan Kekuatan Doa

Kembali saya diingatkan akan kekuatan doa oleh buku ini. “Doa adalah gerbang pembuka kemustahilan.” – hal. 147. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini kalau kita mau berdoa meminta sama Allah SWT. Doa pulalah yang akan mempengaruhi mindset kita dalam melakukan sesuatu. Semakin kuat kita berdoa maka mindset kita akan semakin percaya bahwa Allah akan memberikan yang terbaik meskipun tidak sesuai dengan apa yang kita minta. Karena Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan.

Mindset juga bisa mempengaruhi prasangka kita terhadap Allah.

“Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.” – H.R. Turmudzi.

Maka sebaiknya berprasangka baiklah terhadap Allah. Bisa juga dikatakan, berpikir positiflah setiap saat. Dengan pikiran positif maka akan melahirkan perbuatan baik, ucapan baik, dan prasangka baik.

Bersyukur Atas Nikmat-Nya 

Kadang terasa sulit sekali untuk mengucapkan terima kasih kepada Allah. Jangankan kepada Allah, kadang terhadap sesama manusia saja kita lupa untuk mengucapkan terima kasih. Padahal dengan kita bersyukur, Allah akan tambah rezeki kita. Allah mudahkan pula semua urusan kita. Allah juga akan melimpahkan keberkahan dalam hidup kita. Aamiin.

Buku ini mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas semua nikmat yang diberikan oleh Allah. Hal simple yang kadang sering kita abaikan adalah nikmat sehat.

“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia rugi karenanya. Yaitu nikmat kesehatan dan nikmat waktu luang.” – H.R. Bukhari.

Kita sering lupa mengucapkan alhamdulillah ketika bangun pagi hari karena Allah masih memberikan kesempatan kita untuk menghirup udara pagi dengan gratis. Itulah nikmat sehat yang Allah berikan kepada kita. Kemudian waktu. Banyak orang yang sibuk hingga merasa 24 jam tidak cukup menyelesaikan semua urusannya, sedangkan Allah kasih kita waktu luang untuk beristirahat, untuk memperdalam ilmu agama, untuk menjalin silaturahmi dengan keluarga, untuk jalan-jalan atau liburan dan lainnya. Maka ucapkanlah alhamdulillah.

Aplikasi Pencari Rezeki mengingatkan saya untuk senantiasa bersyukur, percaya terhadap kekuatan doa, dan fokus dalam menjalani kehidupan. Bahasa yang digunakan ringan dan menggunakan istilah-istilah smartphone yang sangat familiar di semua kalangan termasuk anak muda sehingga saya yakin anak-anak milenial pasti tidak akan jemu membacanya.


Terima kasih atas semua nikmat-Mu Ya Allah
(Dok. Andini Harsono)


Komentar

  1. rezeki yang selalu membuat worry meski sudah dijamin, tetapis elalu ada keraguan, so mari benahi diri untuk menjemput kepantasan

    BalasHapus
  2. suka sama perumpamaan2 yg sangat jitu membidik keseharian :)

    BalasHapus
  3. Kita diajar until selalu pisitif thinking.

    BalasHapus
  4. Bener, percaya akan kekuatan doa

    BalasHapus
  5. semoga kita termasuk orang yg brsyukur ya mba

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masa Karantina Membawaku Pada Law Of Attraction

The Law Of Attraction Doc. Andini Harsono Badai Covid-19 tiba-tiba menyerang sejak awal tahun 2020 dan hadir di Indonesia sejak awal Maret 2020 membuat banyak sekali dampak, termasuk perubahan pola hidup bagi banyak orang. Tak terkecuali saya. Seperti dikejutkan dari mimpi indah, saya masih belum percaya bahwa virus itu bisa membawa perubahan drastis bagi kehidupan manusia. Sungguh, saya tidak menyangka bahwa pengaruhnya sedahsyat ini. Di samping kita harus berjuang melawan virus agar tidak hinggap di diri sendiri, kita juga harus bertahan di tengah situasi penuh dengan ketidakpastian seperti sekarang ini. Apa yang dialami masing-masing orang pasti berbeda-beda selama adanya Covid-19 ini. Tapi saya berharap apapun perubahannya adalah perubahan positif untuk kebaikan di masa depan. Aamiin. Saya memperhatikan kebiasaan orang-orang di sekitar bahwa mereka telah mulai terbiasa dengan bekerja dari rumah, belanja dari rumah, semua pekerjaan dilakukan online bahkan ada yang me

Film Buku Harianku : Film Untuk Semua Umur

Official Poster Film Buku Harianku Doc. IG @film.buku.harianku Sudah lama saya tidak nonton film bertemakan keluarga. Film keluarga dengan cerita ringan namun menghibur. Nah, Film Buku Harianku hadir menjadi penawar rindu film keluarga yang menyenangkan. Film Buku Harianku menampilkan artis cilik Kila dan Widuri dengan perannya masing-masing yang memukau. Slamet Raharjo hadir memperkuat cerita dalam film ini sebagai Kakek Kila yang tegas namun penyayang. Widi Mulya, Dwi Sasono dan Ence Bagus melengkapi suasana keluarga pada Film Buku Harianku. Dengan mengambil latar suasana pedesaan di Jawa Barat, menjadikan Film Buku Harianku tidak membosankan. Dikemas dengan nyanyian dan tarian dari Kila CS, sungguh menghibur. Ya, ini bukan film anak-anak tapi ini film semua umur yang asyik ditonton bareng keluarga atau teman-teman. Pemain, Produser, Sutradara dan Penata Musik Film Buku Harianku Doc. Andini Harsono Disutradari oleh Angling Sagaran, diproduksi oleh BRO's

Teknologi UV-C Dapat Melindungi Diri Dari Mikro-organisme

  Design by Canva Sejak menghadapi pandemi Covid-19 saya semakin memperhatikan kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungan tempat tinggal. Memperhatikan pola makan, istirahat, olahraga dan rutin bersih-bersih rumah. Sedikit-sedikit saya lap lantai, meja, gagang pintu dan semua benda-benda di rumah yang sering saya pegang dengan cairan disinfektan. Tujuannya supaya tidak ada virus, kuman dan bakteri yang menempel. Sekarang saya juga tambah dengan mendisinfeksi udara dalam rumah. Memang effort -nya sedikit naik, tapi demi menjaga kesehatan dan terhindar dari berbagai macam virus terutama Corona, saya rela melakukan apa saja. *senyummanis. Beberapa hari yang lalu saya mengikuti diskusi virtual dari Signify yang membahas tentang “Sinar UV-C : Kawan atau Lawan? Pemanfaatan Teknologi UV-C yang Aman untuk Perlindungan Masyarakat dari Mikro-organisme.” . Dalam diskusi virtual tersebut hadir beberapa pakar sesuai bidangnya sebagai narasumber. Diskusi virtual ini diselenggarakan untuk memba