Langsung ke konten utama

Momen Makan Adalah Alat Komunikasi Ampuh Ibu dan Anak

(ki-ka) Aldis Ruslialdi, Ajeng Raviando, Wailayanti Ningsih, Myrna Soeryo dan Harry Setiawan
dalam acara Talkshow Bincang-bincang Nutrisi Buat Si Kecil
Kamis, 21 Desember 2017 di FX Sudirman, Jakarta
(dok. Andini Harsono)

“Kamu harus memberikan yang terbaik untuk anak-anakmu kelak, karena Mama selalu memberikan yang terbaik untuk kamu.”

Kalimat ampuh dari almarhumah Mama saya setiap kami berbincang tentang keluarga. Kalimat tersebut juga menyiratkan bahwa kasih Ibu sepanjang masa. Tidak ada yang bisa melebihi kasih sayang seorang Ibu. Kini sosok yang bawel, super protektif, super detail dan perhatian ini tidak ada lagi. Rindu? Jangan ditanya. Menyesal? Pasti. Karena banyak waktu yang terbuang ketika 25 tahun saya bersamanya.

Sejak masuk dunia kerja apalagi sambil kuliah waktu itu, banyak waktu saya tersita berada di luar rumah. Belum untuk sosialisasi pertemanan hingga menjalin hubungan asmara alias pacaran. Setiap pulang ke rumah, pasti Mama sudah tidur atau terbangun hanya sebentar. Besok paginya saya sudah harus berangkat kantor yang tidak jarang meninggalkan sarapan demi mengejar waktu agar tidak terlambat. Akhir pekan selalu disibukkan dengan kegiatan kuliah atau acara kampus. Habislah waktu untuk bisa bersama Mama. Tapi saya masih bersyukur, 2 bulan menjelang beliau berpulang, entah kenapa saya merasa saya harus berada di sisinya. Kami mendadak sangat mesra dan saya dapat memberikan lebih banyak waktu saya untuk beliau. Hingga saat itu tiba.

Ternyata yang merasa ‘banyak waktu terbuang’ ketika Ibu (Mama/Emak/Simbok/Mommy dan sebutan lainnya) masih ada dirasakan pula oleh Harry Setiawan. Untuk mengobati rasa rindunya, Harry menggagas sebuah ide sentimentil yaitu ‘Udah Nelpon Nyokap?’. Mengapa saya menyebutnya sentimentil? Bagi saya, yang berhubungan dengan seorang Ibu adalah hal yang paling memancing rasa haru, sedih, dan tidak bisa komentar apa-apa. Mother is everything, right?

Harry Setiawan - Penggagas Campaign 'Udah Nelpon Nyokap?'
(dok. Andini Harsono)

Campaign ‘Udah Nelpon Nyokap?’ ini berawal dari rasa kehilangan saya setelah Ibu saya meninggal. Banyak waktu terbuang bagi saya menjaga komunikasi dengan Ibu saya. Saya sibuk sendiri dengan pekerjaan. Untuk itu, saya ingin mengajak semua orang untuk tetap menjaga kedekatan hubungan dengan Ibunya selama masih ada. Campaign ini diharapkan pula bisa digunakan sebagai pengingat generasi-X yang saat ini lebih sibuk dengan gadgetnya agar bisa tetap menjaga hangatnya hubungan antara Ibu dan anak.” jelas Harry pada Talkshow “Bincang-Bincang Nutrisi Buat Si Kecil” di FX Sudirman, Jakarta.

Campaign ini disambut baik oleh Womanation sebagai komunitas perempuan yang selalu mengusung visi Womanation yaitu “Empower Woman, Empower Nation.” menyambut baik campaign ‘Udah Nelpon Nyokap?’ tersebut. “Womanation melihat bahwa campaign ini sebagai bentuk apresiasi kepada para Ibu yang telah berjasa dalam mendidik dan membesarkan anaknya serta telah berkontribusi positif untuk bangsa. Dengan sekedar meluangkan waktu beberapa menit saja menelepon Ibu untuk menanyakan sudah makan atau belum, dapat membantu mempererat tali kasih antara Ibu dan anak.” ungkap Myrna Soeryo selaku Chief Community Officer Womanation.

Bagi yang sudah menjadi Ibu pun jangan sampai lupa dengan Ibu atau Ibu mertua. Di era modern seperti sekarang ini peran Ibu dan Ibu mertua sangat penting sebagai mentor kita dalam hal mengasuh anak, memberikan nutrisi yang baik pada anak, kesehatannya, pendidikannya dan lain-lain. Meskipun saat ini bisa saja kita browsing melalui gadget kita semua informasi tentang parenting tersebut.

Keceriaan selama talkshow berlangsung
(dok. Andini Harsono)

Danone Indonesia turut mendukung campaign ‘Udah Nelpon Nyokap?’ ini melalui gerakan sosial “Isi Piringku” yang telah digagas oleh Pemerintah. Danone Indonesia juga melakukan gerakan Revolusi Pangan Danone sebagai bentuk dukungan aktif gerakan sosial ini.

“Rasanya setiap hari waktu nelepon Ibu yang ditanya pasti sudah makan atau belum? Lauknya apa? Hal ini merupakan wujud kasih sayang antara Ibu dan anak. Saling menanyakan sudah makan atau belum dan makan apa, merupakan perhatian penting karena berkaitan dengan asupan gizi yang dikonsumsi. Kalau dulu Ibu yang sering menelepon kita menanyakan sudah makan atau belum, sekarang apa salahnya kita yang sering menelepon beliau?.” jelas Wailayati Ningsih, Senior Health and Nutrition Manager Danone Indonesia.

Aldis Ruslialdi – nutritionis menyampaikan bahwa pengenalan asupan nutrisi seimbang pada anak memang harus dimulai sejak kecil supaya gizinya seimbang dan bepengaruh baik bagi masa tumbuh kembangnya. “Dalam hal menyajikan makanan bagi buah hati yang perlu diperhatikan adalah kualitasnya bukan kuantitasnya. Apakah karbohidrat, protein, vitamin, lemak, sudah seimbang? Idealnya dalam 1 porsi piring makan setengah darinya adalah buah dan sayur, lalu setengahnya lagi untuk nasi dan lauk pauk.” jelas Aldis.

Sejak kecil, Ibu selalu memberikan nutrisi baik bagi kita bahkan sedari kita masih dalam kandungan. Sekarang waktunya kita juga memberikan nutrisi yang baik bagi usia senjanya. Dengan memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsi oleh Ibu kita dapat memberikan dampak positif bagi kedekatan hubungan. Demikian pula dalam hal asupan gizi bagi anak kita.

“Kita kerap kali baik disadari maupun tidak, kerap menunjukkan kasih sayang kita melalui makanan. Dengan membuat atau membawakan makanan untuk Ibu kita atau sekedar menanyakan keadaan apa yang sudah beliau makan hari ini, merupakan bentuk perhatian sederhana yang tak ternilai.” jelas Ajeng Raviando, psikolog.

Saya sepakat, Campaign ‘Udah Nelpon Nyokap?’ dan ‘Isi Piringku’ bisa saling bersinergi dalam hal mempererat tali kasih antara Ibu dan anak. Menyampaikan rasa kasih sayang tidak harus mahal. Sederhana saja, sesederhana ketika kita menyiapkan makan bagi anak atau Ibu. Sesederhana ketika kita bisa makan bersama di meja makan sambil bercengkrama mesra.

Meskipun Mama saya sudah meninggal, bukan berarti saya tidak bisa menyampaikan kasih sayang saya terhadap Ibu. Bertepatan dengan hari Ibu, saya siap menjadi bagian dari Campaign sosial ini untuk berbagi kasih kepada seluruh Ibu di dunia ini. Dengan terus menebarkan kebaikan dan kasih sayang kepada mereka, saya percaya kebaikannya akan sampai pula kepada Mama saya di surga.

Selamat Hari Ibu, Ma...

Selamat Hari Ibu untuk seluruh Ibu di dunia ini.

Komentar

  1. Balasan
    1. Iya Mas Adi. Jangan sampai waktu habis terbuang :) terima kasih telah mampir

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengembangkan Sains Melalui Kalbe Junior Scientist Award 2019

Sejak diselenggarakan tahun 2011, Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) memiliki jumlah peserta hingga ribuan yang meningkat setiap tahunnya dan tercatat 1,306 karya yang masuk atau 383 berdasarkan sekolah pada tahun 2018. KJSA adalah lomba karya sains nasional untuk siswa-siswi tingkat SD dan SMP se-Indonesia. Tahun 2019, KJSA tampil dengan KJSA Goes Digital yang memanfaatkan unsur teknologi digital di dalamnya guna menghadapi revolusi industri 4.0.

KJSA merupakan bentuk komitmen PT Kalbe Farma Tbk untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini serta melihat permasalahan di sekitar dan mencari jawabannya.
Jenis teknologi digital yang digunakan untuk mengikuti KJSA ini tidak dibatasi. Mulai dari penggunaan alat bantu yang termasuk komputerisasi, automatisasi, programming (misalnya penggunaan tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro-bit rasberry pi, dll). Pada KJSA tahun ini akan mengadakan monitoring atau pembimbingan kepada finalis terpi…

Kemchicks dan Tumpeng

Apa hubungannya Kemchicks dan Tumpeng?
Pada Sabtu, 20 Juli 2019 lalu, Kemchicks merayakan ulang tahun ke 70 hubungan diplomatik Indonesia-Amerika yang ditandai dengan pemotongan Nasi Tumpeng. Dalam tradisi masyarakat Jawa, Nasi Tumpeng dihadirkan pada peristiwa penting seperti pernikahan, ulang tahun, dan peresmian suatu tempat sebagai wujud rasa syukur.
Tumpeng adalah nasi putih/nasi kuning/nasi gurih berbentuk kerucut yang merupakan budaya masyarakat Jawa yang tertera dalam Serat Centhini. Tumpeng disebut juga dalam naskah sastra Ramayana, Arjuna Wijaya dan Kidung Hasra Wijaya sebagai hidangan dalam berbagai pesta.


Lauk pauk dalam penyajian tumpeng juga memiliki arti dimana harus ada unsur hewan darat, hewan laut dan sayur mayur. Tidak ada lauk pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng, namun beberapa lauk yang biasa menyertai adalah perkedel, abon, kedelai goreng, telur dadar/telur goreng, timun yang dipotong melintang, dan daun seledri. Variasinya melibatkan tempe kering, serundeng, ura…

Kenali dan Cegah Thalassemia Sedini Mungkin

Musim hujan telah tiba nih, sudah seharusnya kita meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Seperti biasa, musim hujan maka flu mudah menyerang. Belum nanti diare dan lain sebagainya. Konsumsi makanan bergizi seimbang, gerak badan alias olahraga, dan istirahat cukup adalah upaya pencegahan berbagai macam penyakit. Sebenarnya bukan hanya pada musim penghujan aja sih, kita harus setiap hari usaha menjaga pola hidup sehat.
Berbicara soal kesehatan tidak akan ada habisnya apalagi bicara soal penyakit. Nah, minggu lalu saya mengikuti seminar “Pengendalian Kanker dan Thalassemia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular khususnya kanker dan thalassemia. 
Tentang Thalassemia
Saya mau berbagi informasi tentang thalassemia dulu ya, karena bagi saya thalassemia masih asing diketahui. Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkura…