Langsung ke konten utama

Jeda

Jeda
(dok. Andini Harsono)

"Sampai kapan di Bangkok?" tanyamu pada chat WhatsApp.

Tak langsung aku membalasnya karena aku sedang menemui beberapa kolegaku.

"Hari Senin minggu depan. Kenapa?" balasku 2 jam kemudian yang berujung tak dibalas lagi olehnya.

Hari berganti hari, tak kunjung kutemui balasan darinya bahkan tak juga kulihat update di Instagram Story-nya atau posting-nya pada Instagram. Padahal dia termasuk laki-laki yang aktif berbagi cerita di dunia maya. Ya, dia lebih kekinian dibandingkan aku.

Senin menjelang tengah malam aku tiba di Jakarta. Aku sapa dia kembali mengabarkan bahwa aku sudah di Jakarta tapi gak juga ada balasannya. Bahkan untuk dibaca aja gak.

Dia menghilang.. Gak biasanya dia semenghilang ini. Tapi siapalah aku. Tak mungkin telepon terus menerus, kirim pesan terus menerus. Siapalah aku?

"Hai. Aku baik-baik aja. Semua akan berlalu. Ini adalah jeda dalam hidupku. Ini akan segera berlalu." pesan singkatnya masuk pada WhatsApp-ku yang diakhiri dengan emoticon smile.

Bergetar raga ini membacanya. Sekian lama menghilang dimana pikiranku melayang-layang menebak hal-hal aneh sedang dia, hanya bisa berkata, ini adalah jeda.

"I worry about you." balasku.

"Gak apa-apa. Pasti akan berlalu." balasnya dan setelah itu kembali diam.

Dalam hitungan detik, airmata mengalir dengan lancarnya. Seperti banjir yang tiba-tiba datang setelah hujan, tak berjeda. 

Dia, memang selalu penuh tanda tanya. Entah apa yang dimaksud dengan jeda. Seperti biasa dia gak pernah menjelaskan secara rinci. Apapun itu, kali ini aku sungguh mengkhawatirkannya. 

"Maaf, aku belum bisa untuk ditemui." balasnya kemudian dari balik tirai putih pada sebuah ruang sunyi dan steril.

Aku coba untuk memahami. Karena mungkin memang belum ada ruang dihatinya untukku. Mungkin itu yang disebut jeda. Entahlah.

Atau mungkin aku juga harus berhenti sejenak memikirkan tentangnya, berangan-angan tentangnya. Mungkin memang waktunya memberi jeda pada diriku sendiri untuk memikirkan semua tentangnya. Iya, beristirahatlah dan berdamailah.

I worry about you, but ok, see you soon dude..

---

Jakarta, pertengahan Desember 2017
pada ruang rindu berbalut sunyi

Komentar

  1. Beri jeda sejenak Mbak Din, biar hatinya adeeeeem.hihi
    Btw, entah bagaimana aku suka sama diksinya. Berasa baca kisah nyata aroma fiksi. Tapi kayaknya it's real. Rite?
    Good nite Mbak Dini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi.. terima kasih telah mampir Kak Cahaya :)

      Hapus
  2. kata katanya bagus mba, keep blogging yah. seneng bacanya



    palestina

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengembangkan Sains Melalui Kalbe Junior Scientist Award 2019

Sejak diselenggarakan tahun 2011, Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) memiliki jumlah peserta hingga ribuan yang meningkat setiap tahunnya dan tercatat 1,306 karya yang masuk atau 383 berdasarkan sekolah pada tahun 2018. KJSA adalah lomba karya sains nasional untuk siswa-siswi tingkat SD dan SMP se-Indonesia. Tahun 2019, KJSA tampil dengan KJSA Goes Digital yang memanfaatkan unsur teknologi digital di dalamnya guna menghadapi revolusi industri 4.0.

KJSA merupakan bentuk komitmen PT Kalbe Farma Tbk untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini serta melihat permasalahan di sekitar dan mencari jawabannya.
Jenis teknologi digital yang digunakan untuk mengikuti KJSA ini tidak dibatasi. Mulai dari penggunaan alat bantu yang termasuk komputerisasi, automatisasi, programming (misalnya penggunaan tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro-bit rasberry pi, dll). Pada KJSA tahun ini akan mengadakan monitoring atau pembimbingan kepada finalis terpi…

Kemchicks dan Tumpeng

Apa hubungannya Kemchicks dan Tumpeng?
Pada Sabtu, 20 Juli 2019 lalu, Kemchicks merayakan ulang tahun ke 70 hubungan diplomatik Indonesia-Amerika yang ditandai dengan pemotongan Nasi Tumpeng. Dalam tradisi masyarakat Jawa, Nasi Tumpeng dihadirkan pada peristiwa penting seperti pernikahan, ulang tahun, dan peresmian suatu tempat sebagai wujud rasa syukur.
Tumpeng adalah nasi putih/nasi kuning/nasi gurih berbentuk kerucut yang merupakan budaya masyarakat Jawa yang tertera dalam Serat Centhini. Tumpeng disebut juga dalam naskah sastra Ramayana, Arjuna Wijaya dan Kidung Hasra Wijaya sebagai hidangan dalam berbagai pesta.


Lauk pauk dalam penyajian tumpeng juga memiliki arti dimana harus ada unsur hewan darat, hewan laut dan sayur mayur. Tidak ada lauk pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng, namun beberapa lauk yang biasa menyertai adalah perkedel, abon, kedelai goreng, telur dadar/telur goreng, timun yang dipotong melintang, dan daun seledri. Variasinya melibatkan tempe kering, serundeng, ura…

Kenali dan Cegah Thalassemia Sedini Mungkin

Musim hujan telah tiba nih, sudah seharusnya kita meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Seperti biasa, musim hujan maka flu mudah menyerang. Belum nanti diare dan lain sebagainya. Konsumsi makanan bergizi seimbang, gerak badan alias olahraga, dan istirahat cukup adalah upaya pencegahan berbagai macam penyakit. Sebenarnya bukan hanya pada musim penghujan aja sih, kita harus setiap hari usaha menjaga pola hidup sehat.
Berbicara soal kesehatan tidak akan ada habisnya apalagi bicara soal penyakit. Nah, minggu lalu saya mengikuti seminar “Pengendalian Kanker dan Thalassemia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular khususnya kanker dan thalassemia. 
Tentang Thalassemia
Saya mau berbagi informasi tentang thalassemia dulu ya, karena bagi saya thalassemia masih asing diketahui. Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkura…