Langsung ke konten utama

Gerakan Sosial #KitaSama Kasih Untuk Sahabat Disabilitas

www.indonesiabermimpi.org
(dok. @id_bermimpi)


Sejak kecil saya diajarkan oleh orang tua dan lingkungan keluarga untuk selalu menghormati orang lain dalam kondisi apapun itu. Menjalin pertemanan dengan siapapun itu tanpa pandang bulu. Termasuk dengan sahabat disabilitas. Justru saya banyak belajar dari mereka untuk lebih semangat lagi dalam menjalani kehidupan. Mereka sangat berupaya untuk bertahan hidup dan meraih mimpi-mimpi, cita-cita dan keinginannya.

Salah satunya yaitu dapat hidup mandiri tidak menyusahkan banyak orang. Sahabat disabilitas punya banyak kemampuan dimana kalau diasah terus menerus akan menjadi sesuatu yang mengesankan serta bermanfaat. Mereka sangat bersabar untuk berlatih dan giat mencoba hal-hal yang baru ditengah keterbatasan.

www.indonesiabermimpi.org
(dok. @id_bermimpi)


Beberapa bulan lalu, seorang teman mengajak saya bergabung dalam gerakan sosial untuk mendukung mewujudkan mimpi-mimpi sahabat disabilitas. Tanpa pikir panjang saya mengiyakan ajakannya. Kemudian saya bertemu dengan para sahabat disabilitas dengan berbagai kemampuan dan bakatnya. Ada yang bernyanyi, bermain musik, hingga olahraga.
Melalui program Indonesia Bermimpi saya termasuk salah satu orang yang berharap bahwa program ini dapat mencerahkan banyak orang termasuk generasi muda yang masih lemah kesadarannya untuk saling menghormati, saling mengasihi, saling mendukung terhadap sahabat disabilitas. Mereka itu saudara kita, saudara sebangsa setanah air yang patut kita dukung untuk meraih cita-cita mereka. Kita sebagai non disabilitas wajib membantu mereka sebagai bentuk rasa syukur terhadap nikmat karunia ALLAH SWT.

Baru-baru ini viral beredar video beberapa mahasiswa yang membully temannya yang sahabat disablitas, belum lagi ada siswa SMP yang melakukan hal sama, secara pribadi saya sedih dan prihatin tentang sikap mereka. Maka dari itu, saya merasa harus mendukung program Indonesia Bermimpi agar program ini bisa berjalan dengan baik dan dapat merangkul seluruh generasi muda Indonesia untuk berbuat baik terhadap sesama tanpa memandang dia bagaimana, dia siapa, anaknya siapa, dari keluarga mana, dan sebagainya.

Juni 2017 lalu Gerakan Sosial #KitaSama merupakan program dari Indonesia Bermimpi yang mencoba menginspirasi kita semua untuk mendukung mewujudkan mimpi-mimpi sahabat disabilitas. Memerlukan 1 juta dukungan untuk mewujudkannya. Maka mengapa kita non disabilitas tidak mencoba mendukung?

Bayangkan sebagai non disabilitas saja tidak mudah untuk meraih mimpi. Butuh semangat kuat, tekad bulat, serta dukungan dari berbagai pihak dan pastinya doa yang tidak pernah putus untuk meraihnya. Bagaimana dengan sahabat disabilitas kita?

Maka dari itu tidak ada salahnya teman-teman segera memberikan dukungannya dengan cara meregistrasi data diri ke www.indonesiabermimpi.org jangan lupa juga untuk follow akun Instagramnya @id_bermimpi.


Di sana teman-teman juga dapat berkontribusi nyata mengikuti semua program kegiatannya. Jangan lupa juga untuk share kegiatan baik ini dan ajak teman-temanmu untuk turut mendukung juga. Semakin banyak yang mendukung, maka mimpi sahabat disabilitas akan segera terwujud. 

Dengan mendukung Gerakan Sosial #KitaSama, berarti kita telah melakukan kebaikan untuk membantu sesama. Harapannya gerakan ini dapat pula menjadi ruang bersilaturahmi dan alat pemersatu bangsa untuk menuju Indonesia yang lebih baik.

www.indonesiabermimpi.org
(dok. @id_bermimpi)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Buku Harianku : Film Untuk Semua Umur

Official Poster Film Buku Harianku Doc. IG @film.buku.harianku Sudah lama saya tidak nonton film bertemakan keluarga. Film keluarga dengan cerita ringan namun menghibur. Nah, Film Buku Harianku hadir menjadi penawar rindu film keluarga yang menyenangkan. Film Buku Harianku menampilkan artis cilik Kila dan Widuri dengan perannya masing-masing yang memukau. Slamet Raharjo hadir memperkuat cerita dalam film ini sebagai Kakek Kila yang tegas namun penyayang. Widi Mulya, Dwi Sasono dan Ence Bagus melengkapi suasana keluarga pada Film Buku Harianku. Dengan mengambil latar suasana pedesaan di Jawa Barat, menjadikan Film Buku Harianku tidak membosankan. Dikemas dengan nyanyian dan tarian dari Kila CS, sungguh menghibur. Ya, ini bukan film anak-anak tapi ini film semua umur yang asyik ditonton bareng keluarga atau teman-teman. Pemain, Produser, Sutradara dan Penata Musik Film Buku Harianku Doc. Andini Harsono Disutradari oleh Angling Sagaran, diproduksi oleh BRO's

Masa Karantina Membawaku Pada Law Of Attraction

The Law Of Attraction Doc. Andini Harsono Badai Covid-19 tiba-tiba menyerang sejak awal tahun 2020 dan hadir di Indonesia sejak awal Maret 2020 membuat banyak sekali dampak, termasuk perubahan pola hidup bagi banyak orang. Tak terkecuali saya. Seperti dikejutkan dari mimpi indah, saya masih belum percaya bahwa virus itu bisa membawa perubahan drastis bagi kehidupan manusia. Sungguh, saya tidak menyangka bahwa pengaruhnya sedahsyat ini. Di samping kita harus berjuang melawan virus agar tidak hinggap di diri sendiri, kita juga harus bertahan di tengah situasi penuh dengan ketidakpastian seperti sekarang ini. Apa yang dialami masing-masing orang pasti berbeda-beda selama adanya Covid-19 ini. Tapi saya berharap apapun perubahannya adalah perubahan positif untuk kebaikan di masa depan. Aamiin. Saya memperhatikan kebiasaan orang-orang di sekitar bahwa mereka telah mulai terbiasa dengan bekerja dari rumah, belanja dari rumah, semua pekerjaan dilakukan online bahkan ada yang me

Antara Saya, Rasa Takut, Dan Ketinggian

Saat berada di ketinggian, saya sadar, saya bukan apa-apa Foto by kumparan.com Design by canva Pukul 03.30 pagi waktu Kuala Lumpur, saya bergegas mengantar rombongan pulang ke Jakarta dengan waktu penerbangan mereka pukul 06.20. Kami naik taksi yang sudah saya pesan malam sebelumnya agar tidak susah lagi ketika pagi-pagi buta ini. Alhamdulillah perjalanan menuju bandara lancar karena memang kami telah menginap di hotel dekat KLIA. Mereka kembali ke Jakarta, sementara saya melanjutkan perjalanan menuju Singapore. Mereka naik pesawat dari KLIA sementara saya harus pindah ke KLIA 2. Setelah membantu check-in dan memastikan mereka masuk Imigrasi, saya menuju KLIA 2 dengan menggunakan shuttle bus . Pagi masih gelap. Mata saya sudah tak mampu lagi menahan kantuk. Saya hanya tidur 1,5 jam. Sesampainya di KLIA 2, saya beli teh manis hangat dan sepotong roti untuk menghangatkan badan serta menyegarkan mata. Jadwal penerbangan saya ke Singapore pukul 08.00. Setelah selesai mengisi