Langsung ke konten utama

Mengukir Indahnya Dunia Bersama Andien

Diambil dari https://www.instagram.com/p/BVpLaLgFMi4/?taken-by=andienaisyah&hl=id
@andienaisyah (Instagram)

Meski waktu kan cepat berlalu
Dikala senja terasa hampa
Kuingin candamu
Dan hadirmu
Agar aku bisa menikmati indahnya dunia


Sepenggal lirik lagu terbaru dari Andien berjudul Indahnya Dunia belum lama aku mendengarnya, karena memang masih baru release dan sekarang Andien sedang giat melakukan media visit untuk menyanyikan lagu ini.

Seakan mewakili ribuan jeritan hati para single, Indahnya Dunia mampu menyihirku dengan suara khasnya Andien, alunan musik juga liriknya yang jleb banget.

Aku tergelitik, lamunanku pun merewang jauh. Iya juga yaa, sudah lama kurindukan hadirnya seseorang yang bersedia menemani senjaku, menjadi pendengar dan teman diskusi yang baik, dan siap bergandengan tangan menikmati indahnya dunia. Selama ini, aku menunggunya dengan menyibukkan diri entah itu soal pekerjaan atau berbagai kegiatan. Aku nikmati indahnya dunia dengan traveling, tapi suatu ketika pada malam-malamku, aku kembali tersadar bahwa aku sendirian.

Melalui lagu ini, seakan aku ingin memberikan padanya, agar dia tahu sekian lama aku menunggunya, terdiam duduk di tepian pantai hingga taman yang rindang. Senja-senjaku mengunyah sepi. Malam-malamku berselimut sepi. Pagi-pagiku beralaskan rindu. Waktuku takkan habis untuk menunggunya.

Lagu ini, benar-benar membuat aku tersadar bahwa aku harus kembali berusaha untuk mendapatkannya. Bahwa aku akan semakin kuat dengan hadirnya. Nikmatnya hidup tanpa cinta buat apa?

Tak ingin muluk-muluk, sederhana saja, sesederhana lagu ini, agar aku bisa menikmati indahnya dunia, bersamamu.



*Terinspirasi dari Indahnya Dunia - Andien

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Buku Harianku : Film Untuk Semua Umur

Official Poster Film Buku Harianku Doc. IG @film.buku.harianku Sudah lama saya tidak nonton film bertemakan keluarga. Film keluarga dengan cerita ringan namun menghibur. Nah, Film Buku Harianku hadir menjadi penawar rindu film keluarga yang menyenangkan. Film Buku Harianku menampilkan artis cilik Kila dan Widuri dengan perannya masing-masing yang memukau. Slamet Raharjo hadir memperkuat cerita dalam film ini sebagai Kakek Kila yang tegas namun penyayang. Widi Mulya, Dwi Sasono dan Ence Bagus melengkapi suasana keluarga pada Film Buku Harianku. Dengan mengambil latar suasana pedesaan di Jawa Barat, menjadikan Film Buku Harianku tidak membosankan. Dikemas dengan nyanyian dan tarian dari Kila CS, sungguh menghibur. Ya, ini bukan film anak-anak tapi ini film semua umur yang asyik ditonton bareng keluarga atau teman-teman. Pemain, Produser, Sutradara dan Penata Musik Film Buku Harianku Doc. Andini Harsono Disutradari oleh Angling Sagaran, diproduksi oleh BRO's

Masa Karantina Membawaku Pada Law Of Attraction

The Law Of Attraction Doc. Andini Harsono Badai Covid-19 tiba-tiba menyerang sejak awal tahun 2020 dan hadir di Indonesia sejak awal Maret 2020 membuat banyak sekali dampak, termasuk perubahan pola hidup bagi banyak orang. Tak terkecuali saya. Seperti dikejutkan dari mimpi indah, saya masih belum percaya bahwa virus itu bisa membawa perubahan drastis bagi kehidupan manusia. Sungguh, saya tidak menyangka bahwa pengaruhnya sedahsyat ini. Di samping kita harus berjuang melawan virus agar tidak hinggap di diri sendiri, kita juga harus bertahan di tengah situasi penuh dengan ketidakpastian seperti sekarang ini. Apa yang dialami masing-masing orang pasti berbeda-beda selama adanya Covid-19 ini. Tapi saya berharap apapun perubahannya adalah perubahan positif untuk kebaikan di masa depan. Aamiin. Saya memperhatikan kebiasaan orang-orang di sekitar bahwa mereka telah mulai terbiasa dengan bekerja dari rumah, belanja dari rumah, semua pekerjaan dilakukan online bahkan ada yang me

Antara Saya, Rasa Takut, Dan Ketinggian

Saat berada di ketinggian, saya sadar, saya bukan apa-apa Foto by kumparan.com Design by canva Pukul 03.30 pagi waktu Kuala Lumpur, saya bergegas mengantar rombongan pulang ke Jakarta dengan waktu penerbangan mereka pukul 06.20. Kami naik taksi yang sudah saya pesan malam sebelumnya agar tidak susah lagi ketika pagi-pagi buta ini. Alhamdulillah perjalanan menuju bandara lancar karena memang kami telah menginap di hotel dekat KLIA. Mereka kembali ke Jakarta, sementara saya melanjutkan perjalanan menuju Singapore. Mereka naik pesawat dari KLIA sementara saya harus pindah ke KLIA 2. Setelah membantu check-in dan memastikan mereka masuk Imigrasi, saya menuju KLIA 2 dengan menggunakan shuttle bus . Pagi masih gelap. Mata saya sudah tak mampu lagi menahan kantuk. Saya hanya tidur 1,5 jam. Sesampainya di KLIA 2, saya beli teh manis hangat dan sepotong roti untuk menghangatkan badan serta menyegarkan mata. Jadwal penerbangan saya ke Singapore pukul 08.00. Setelah selesai mengisi