Langsung ke konten utama

Prudential Indonesia Optimis Semakin Kuat dan Terdepan di Tahun 2017

Ki-Ka : Jens Reisch, Nini Sumohandoyo, John Oehmke, dan Alfred
saat press conference di Prudential Centre, Kota Kasablanka, Jakarta
Selasa, 18 April 2017
(dok. Andini Harsono)

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menjadi perusahaan penyedia jasa asuransi jiwa terdepan di Indonesia yang didirikan sejak tahun 1995. Prudential Indonesia merupakan bagian dari Prudential plc, grup perusahaan jasa keuangan terkemukan di Inggris dengan pengalaman lebih dari 168 tahun di industri asuransi jiwa.

Hingga 31 Desember 2016, Prudential Indonesia telah memiliki sekitar 260.000 tenaga pemasar berlisensi di 393 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di seluruh Indonesia. Produk asuransi jiwa Prudential Indonesia dikaitkan dengan investasi (unit link) pertama diluncurkan pada tahun 1999 dan tahun 2007 Prudential Indonesia mendirikan unit bisnis Syariah yang dipercaya sebagai pemimpin pasar asuransi jiwa syariah di Indonesia.

Dengan terus menjalankan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada nasabah, Prudential Indonesia telah membayarkan klaim dan manfaat sebesar hampir Rp. 10 triliun di tahun 2016. Prudential Indonesia mencatat total pendapatan premi sebesar Rp 26,5 triliun serta 3,4 juta polis aktif pada tahun 2016. Sebuah pencapaian luar biasa bagi sebuah perusahaan jasa asuransi jiwa di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa Prudential Indonesia merupakan perusahaan jasa asuransi jiwa terdepan di Indonesia.

Jens Reisch memberikan keterangan Kinerja Prudential pada tahun 2016
(dok. Andini Harsono)


Jens Reisch, Presiden Direktur Prudential Indonesia mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan para nasabah sepanjang tahun 2016 sehingga memperkuat posisi kami dan kami siap untuk melanjutkan komitmen dalam menyediakan proteksi keuangan keluarga terbaik di Indonesia. Jens juga menuturkan beragam jenis klaim yang telah dibayarkan. Beragam jenis penyakit yang nasabah klaim. Prudential Indonesia secara rata-rata memproses satu klaim setiap delapan detik.

Sedangkan dari sisi investasi, Prudential Indonesia telah memperoleh kepercayaan para nasabah yang berinvestasi dengan pendapatan investasi sebesar Rp. 5,2 triliun. Total dana kelolaan sebesar Rp. 54,4 triliun sepanjang tahun 2016. John Oehmke, Chief Investment Officer Prudential Indonesia mengatakan “Berbagai produk layanan investasi kami luncurkan. Tentunya dengan hasil berbeda. Tahun 2016 kami meluncurkan dua dana investasi baru, yakni Rupiah Value Discovery Fund dan Syariah Asia Pacific Fund.”

John Oehmke memberikan paparannya
(dok. Andini Harsono)


Eastpring Investments Indonesia merupakan mitra manajemen aset Prudential Indonesia yang bersama-sama berkomitmen kuat dalam meningkatkan komunikasi dan kinerja terbaik untuk tabungan dan perlindungan asuransi nasabah.

Alfred memberikan paparannya tentang kondisi keuangan di Indonesia
(dok. Andini Harsono)


Alfred, Eastpring Investments Indonesia menuturkan bahwa perkembangan ekonomi Indonesia 2 tahun terakhir ini terus mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini bisa kita lihat dari berkembangnya infrastruktur dan banyaknya investasi asing yang masuk ke Indonesia. Meningkatnya stabilitas ekonomi dengan angka inflasi akan lebih terkendali. Mata uang rupiah terhadap USD juga cenderung stabil kisarannya masih tetap di Rp. 13.000,- hingga Rp. 13.500,- per USD. Alfred menambahkan “Saham-saham yang kita kelola adalah saham-saham yang memiliki fundamental bagus. Bisa terus membukukan laba ke depannya, dan juga terus tumbuh.”

Paparan Alfred - Eastpring Investments Indonesia
(dok. Andini Harsono)

Paparan Alfred - Eastpring Investment Indonesia
(dok. Andini Harsono)


Prudential Indonesia juga terus berinovasi dalam menghadirkan tawaran produk yang lebih baik serta meningkatkan pengalaman nasabah. PRUhospital friend merupakan karyawan Prudential Indonesia yang khusus ditempatkan di rumah sakit rekanan untuk membantu keperluan klaim nasabah. Kinerja kuat Prudential Indonesia tahun 2016 juga terbukti melalui 32 penghargaan yang diperoleh dari beragam institusi independen dan media nasional.

Komitmen Prudential Indonesia untuk menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan tetap menjadi prioritas. Prudential Indonesia menjalankan sejumlah inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) diantaranya pendirian Taman Literasi Keuangan di Taman Mataram Jakarta. Taman Literasi Keuangan merupakan salah satu inisiatif CSR berupa edukasi di seluruh penjuru nusantara yang menjangkau lebih dari 1,2 juta orang di Indonesia. Inisiatif lainnya adalah kesehatan dan tanggap bencana. Dalam bidang kesehatan, Prudential Indonesia berfokus pada anak-anak pengidap kanker, membantu lebih dari 7.000 anak, survivors dan keluarga mereka. Kemudian tanggap bencana, memberikan bantuan darurat kepada lebih dari 19.000 korban bencana di berbagai daerah di Indonesia.

Nini Sumohandoyo memberikan paparannya
(dok. Andini Harsono)


Nini Sumohandoyo, Corporate Marketing, Communications&Sharia Director Prudential Indonesia, menjelaskan, “Kami berkomitmen penuh untuk selalu memberi kembali kepada beragam komunitas di wilayah di mana kami beroperasi. Kami berusaha untuk meningkatkan literasi keuangan sejak dini, meluaskan akses terhadap perawatan kesehatan dan membantu masyarakat dalam penanggulangan bencana alam.”

Program CSR Prudential Indonesia
(dok. Andini Harsono)


Prudential Indonesia akan terus berusaha memperkuat komitmennya dan terus berinovasi terhadap produk-produk jasa asuransi dan investasi terbaik sesuai kebutuhan yang beragam dari para nasabahnya di berbagai tahapan kehidupan.

Komentar

  1. Buat sy Prudential brand yang sudah gak asing di telinga, Makanya pantes jdi perusahaan asuransi jiwa terdepan di Indonesia

    BalasHapus
  2. Saya suka Prudential juga menjalankan program CSR nya dengan baik :)

    BalasHapus
  3. Saya menjadi saksi program CSR nya di Taman Literasi :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Sejarah Melalui Drama Kolosal Fatahillah

Belajar sejarah bagi sebagian orang memang membosankan, termasuk saya. Waktu saya duduk di bangku SMP dimana diminta memperdalam sejarah mulai dari masa kerajaan hingga Indonesia merdeka adalah tantangan yang cukup berat. Pasalnya saya pusing membaca buku-buku tebal ditambah guru yang bercerita panjang seakan meninabobokan saya ketika di kelas. Namun, seiring bertambahnya umur, saya menjadi tertarik belajar kembali tentang sejarah Indonesia. Saya menyesal, saya melewatkan pelajaran sejarah ketika sekolah dulu dan kini saya harus mengulang hampir seluruhnya.
Beruntung, semakin kesini jaman sudah canggih. Saya tinggal ketika kata kunci dan google mencarikan berbagai informasinya untuk saya. Akan tetapi saya lebih suka mencari informasi dengan pakar sejarah atau mengunjungi langsung situs-situs sejarah yang masih ada. Sejarah juga erat kaitannya dengan budaya, maka jika saya sedang bepetualang, saya mengutamakan mengunjungi tempat-tempat yang mengandung unsur sejarah dan budayanya. Dengan…

Film 99 Nama Cinta : Antara Ambisi dan Cinta

Siapa yang tak mengenal Acha Septriasa? Aktris yang kini tinggal di Australia kembali membintangi film berjudul 99 Nama Cinta pasca melahirkan. Berperan sebagai Talia seorang presenter sekaligus produser dalam program TV-nya sendiri yaitu acara gosip membuat ia jarang sekali ada waktu untuk Ibunya yang diperankan oleh Ira Wibowo apalagi mencari pasangan. Talia mengejar karir hingga ia melejit di dunia infotainment dan dikenal banyak orang. Namun, hidupnya berubah setelah bertemu dengan Kiblat (Deva Mahenra), ustaz muda yang muncul tiba-tiba untuk memberikan pelajaran agama sesuai wasiat almarhum ayah Talia. Namun siapa sangka, sejak pertemuan itu, karir Talia merosot jatuh gara-gara kesalahan kecil, tapi Kiblat ada untuk selalu mendukungnya hingga Talia mampu kembali bangkit dan menghadapi masalahnya.

Talia dan Kiblat yang sebenarnya merupakan teman kecil terlihat malu-malu saat bertemu kembali. Kiblat yang berniat tulus mengajari Talia mengaji mendapat penolakan dari Talia hingga timb…

Mengembangkan Sains Melalui Kalbe Junior Scientist Award 2019

Sejak diselenggarakan tahun 2011, Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) memiliki jumlah peserta hingga ribuan yang meningkat setiap tahunnya dan tercatat 1,306 karya yang masuk atau 383 berdasarkan sekolah pada tahun 2018. KJSA adalah lomba karya sains nasional untuk siswa-siswi tingkat SD dan SMP se-Indonesia. Tahun 2019, KJSA tampil dengan KJSA Goes Digital yang memanfaatkan unsur teknologi digital di dalamnya guna menghadapi revolusi industri 4.0.

KJSA merupakan bentuk komitmen PT Kalbe Farma Tbk untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini serta melihat permasalahan di sekitar dan mencari jawabannya.
Jenis teknologi digital yang digunakan untuk mengikuti KJSA ini tidak dibatasi. Mulai dari penggunaan alat bantu yang termasuk komputerisasi, automatisasi, programming (misalnya penggunaan tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro-bit rasberry pi, dll). Pada KJSA tahun ini akan mengadakan monitoring atau pembimbingan kepada finalis terpi…