Langsung ke konten utama

Film I.T. Mengingatkan Kita Tentang Cyber Crime

(dok. Entertainment Weekly)

Akhir pekan adalah hari yang ditunggu-tunggu banyak orang. Termasuk saya. Menonton film action adalah salah satu hobi saya dalam menghabiskan waktu akhir pekan. Hmm bukan saja akhir pekan, tapi hari-hari biasa dimana saya merasa jenuh, saya akan langsung menonton film yang bergenre action, crime, thriller, adventure atau film-film menarik (bagi saya) lainnya. Hari minggu ini saya memilih untuk menikmati film I.T. Film yang dirilis pada bulan September 2016 lalu menarik perhatian saya. Film ini menceritakan tentang Mike Regan (Pierce Brosnan) seorang pengusaha penerbangan yang sukses mempekerjakan pegawai lepas bernama Edward (Ed) Porter (James Frecheville) dimana ternyata dia menderita psikopat. Kemahiran Ed sebagai seorang IT dimanfaatkannya untuk meluapkan emosi berlebihan pada dirinya. Masa remaja Ed yang buruk membuat dia mendambakan memiliki keluarga bahagia seperti keluarga Mike. Istrinya cantik dengan anak gadis yang menawan membuat Ed terobsesi ingin menjadi bagian keluarga Mike Regan yang tak lain adalah bosnya.

Ketegangan terjadi pada film ini ketika Mike mengusir Ed untuk tidak lagi mendekati Kaitlyn Regan (Stefanie Scott) anak perempuannya. Beberapa kali diusir dari rumahnya, Ed merasa tersinggung dan perbuatan tidak terpuji dilakukannya untuk menghancurkan keluarga Mike Regan. Perusahaan Mike diambang kehancuran, begitu pula dengan Rose Regan (Anna Friel) istri Mike dan Kaitly yang dibuat stress akibat ulah hecker, Ed. Disini, Rose menuntut Mike untuk segera memperbaiki semua kejadian pada keluarganya.

Adegan demi adegan mengingatkan saya bahwa kita harus lebih berhati-hati terhadap penggunaan internet sekarang ini. Semua bisa dilakukan secara online. Semua orang bisa mengakses. Jangan sampai terbuai sehingga kita lupa untuk tetap menjaga privasi kita. Rutin mengganti password di semua akun media sosial/online, tidak mengunggah foto atau video yang bersifat pribadi, mengunci semua perangkat lunak yang digunakan adalah beberapa cara agar kita terhindar dari kejahatan online.


Film yang berdurasi sekitar 98 menit ini disutradarai oleh John Moore dengan penulis Dan Kay dan William Wisher. Film ini juga minim adegan tembak-tembakan, hanya saja perkelaian berujung berdarah-darah tetap disajikan sebagai bentuk kemarahan Mike terhadap Ed yang telah menghancurkan hidupnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Sejarah Melalui Drama Kolosal Fatahillah

Belajar sejarah bagi sebagian orang memang membosankan, termasuk saya. Waktu saya duduk di bangku SMP dimana diminta memperdalam sejarah mulai dari masa kerajaan hingga Indonesia merdeka adalah tantangan yang cukup berat. Pasalnya saya pusing membaca buku-buku tebal ditambah guru yang bercerita panjang seakan meninabobokan saya ketika di kelas. Namun, seiring bertambahnya umur, saya menjadi tertarik belajar kembali tentang sejarah Indonesia. Saya menyesal, saya melewatkan pelajaran sejarah ketika sekolah dulu dan kini saya harus mengulang hampir seluruhnya.
Beruntung, semakin kesini jaman sudah canggih. Saya tinggal ketika kata kunci dan google mencarikan berbagai informasinya untuk saya. Akan tetapi saya lebih suka mencari informasi dengan pakar sejarah atau mengunjungi langsung situs-situs sejarah yang masih ada. Sejarah juga erat kaitannya dengan budaya, maka jika saya sedang bepetualang, saya mengutamakan mengunjungi tempat-tempat yang mengandung unsur sejarah dan budayanya. Dengan…

Film 99 Nama Cinta : Antara Ambisi dan Cinta

Siapa yang tak mengenal Acha Septriasa? Aktris yang kini tinggal di Australia kembali membintangi film berjudul 99 Nama Cinta pasca melahirkan. Berperan sebagai Talia seorang presenter sekaligus produser dalam program TV-nya sendiri yaitu acara gosip membuat ia jarang sekali ada waktu untuk Ibunya yang diperankan oleh Ira Wibowo apalagi mencari pasangan. Talia mengejar karir hingga ia melejit di dunia infotainment dan dikenal banyak orang. Namun, hidupnya berubah setelah bertemu dengan Kiblat (Deva Mahenra), ustaz muda yang muncul tiba-tiba untuk memberikan pelajaran agama sesuai wasiat almarhum ayah Talia. Namun siapa sangka, sejak pertemuan itu, karir Talia merosot jatuh gara-gara kesalahan kecil, tapi Kiblat ada untuk selalu mendukungnya hingga Talia mampu kembali bangkit dan menghadapi masalahnya.

Talia dan Kiblat yang sebenarnya merupakan teman kecil terlihat malu-malu saat bertemu kembali. Kiblat yang berniat tulus mengajari Talia mengaji mendapat penolakan dari Talia hingga timb…

Mengembangkan Sains Melalui Kalbe Junior Scientist Award 2019

Sejak diselenggarakan tahun 2011, Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) memiliki jumlah peserta hingga ribuan yang meningkat setiap tahunnya dan tercatat 1,306 karya yang masuk atau 383 berdasarkan sekolah pada tahun 2018. KJSA adalah lomba karya sains nasional untuk siswa-siswi tingkat SD dan SMP se-Indonesia. Tahun 2019, KJSA tampil dengan KJSA Goes Digital yang memanfaatkan unsur teknologi digital di dalamnya guna menghadapi revolusi industri 4.0.

KJSA merupakan bentuk komitmen PT Kalbe Farma Tbk untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini serta melihat permasalahan di sekitar dan mencari jawabannya.
Jenis teknologi digital yang digunakan untuk mengikuti KJSA ini tidak dibatasi. Mulai dari penggunaan alat bantu yang termasuk komputerisasi, automatisasi, programming (misalnya penggunaan tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro-bit rasberry pi, dll). Pada KJSA tahun ini akan mengadakan monitoring atau pembimbingan kepada finalis terpi…