Langsung ke konten utama

#TOSSTB : Sampaikan Pada Dunia, TB Harus Sembuh

Tahun lalu saya mengikuti seminar tentang Tuberkulosis (TB) di Bandung, Jawa Barat dalam rangka peringatan Hari TB Sedunia waktu itu. Tahun ini saya mendapat kesempatan kembali untuk bergabung bersama teman-teman blogger mengikuti TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh TB) pada 22 Maret 2016 lalu. Ternyata masih banyak masyarakat Indonesia yang terjangkit TB dan tidak mau berobat karena takut biaya mahal dan juga efek samping ketika minum obat begitu luar biasa.

Pada tanggal 24 Maret 1882, Robert Koch mengumumkan penemuan Mycrobacterium Tuberculosis yaitu kuman penyebab TB. Oleh karena itu tanggal 24 Maret resmi dijadikan Hari TB Sedunia. Selama ini isu yang menyebar di masyarakat khususnya masyarakat yang berada di pulau terluar Indonesia atau pedesaan yang minim fasilitas kesehatan beranggapan bahwa TB itu sulit disembuhkan, ada juga yang mengatakan bahwa TB adalah penyakit guna-guna. TB juga bukan penyakit keturunan. TB dapat menyerang siapa saja pada usia produktif (15-50 tahun) dan juga anak-anak. Sebagian besar TB menyerang paru, tapi bisa juga menyerang anggota tubuh lainnya seperti tulang, kulit, hati, kelenjar dan lainnya. Untuk itu, segeralah berobat apabila Anda terkena kuman TB karena kalau terlambat dan tidak tuntas, bisa menyebabkan kematian.

TB Aktif
Sumber : Kementerian Kesehatan RI

Seperti yang kita ketahui bahwa kuman TB menular melalui udara. Bisa juga melalui dahak ketika penderita TB batuk dan juga bersin. Maka dari itu ada etika batuk dan bersin bagi kita semua yaitu dengan menutup mulut dengan sapu tangan atau lengan baju ketika bersin. Lalu membuang dahak pada saluran air yang mengalir atau pada tempat sampah. Penularan TB melalui udara juga dipengaruhi oleh daya tahan tubuh yang tertular apabila daya tahan tubuhnya baik, maka kuman TB tidak akan berpindah. Pengobatan TB harus tuntas agar tidak menular dan menyebabkan pasien meninggal.

Agar pengobatan TB maksimal maka tahun 2016 Pemerintah aktif menggerakan seluruh pelayanan kesehatan untuk temukan, obati TB sampai sembuh. Tentunya hal ini juga harus mendapat dukungan dari masyarakat untuk sadar diri segera berobat apabila mengalami ciri-ciri terkena kuman TB. Contohnya adalah apabila pasien mengalami batuk selama 2-3 minggu tidak kunjung sembuh maka diharapkan langsung menjalani tes TB, apalagi batuknya disertai dengan darah pada dahak, sesak nafas, nyeri dada, badan lemah, nafsu makan berkurang, keringat malam hari, demam dan berat badan menurun. Jangan tunda langsung jalani tes TB.

Sumber : Kementerian Kesehatan RI

Sumber : Kementerian Kesehatan RI

Menurut mantan pasien TB, pengobatan TB memang membutuhkan waktu cukup panjang dan berjuangan dalam menghadapi efek sampingnya. Tapi jangan sampai pengobatan TB berhenti di tengah jalan karena harus mengulang dari awal lagi. Belum lagi pasien yang mengalami resisten obat maka pengobatannya lebih panjang lagi. Efek samping yang dirasakan pasien TB adalah mual,  muntah, halusinasi, dan sebagainya. Tapi percayalah tidak ada hal yang sia-sia ketika kita terus berusaha dan berjuang untuk sembuh.

Pejuang Tangguh TB RS Persahabatan Jakarta
Dok : Andini Harsono

Disini, saya ingin mengajak teman-teman untuk memperhatikan kesehatan diri sendiri dan lingkungan agar kita bisa terhindar dari kuman TB. Dan apabila ada sanak saudara kita, tetangga kita yang terkena TB, ajak dia untuk berobat, beri semangat, beri dukungan, dan doakan agar segera sembuh. Berikan semangat dengan cinta bukan malah dikucilkan.

TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh TB) sampai ke pelosok negeri ini, sampai ke pulau terluar negeri ini.

#TOSSTB (Temukan, Obati Sampai Sembuh TB)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masa Karantina Membawaku Pada Law Of Attraction

The Law Of Attraction Doc. Andini Harsono Badai Covid-19 tiba-tiba menyerang sejak awal tahun 2020 dan hadir di Indonesia sejak awal Maret 2020 membuat banyak sekali dampak, termasuk perubahan pola hidup bagi banyak orang. Tak terkecuali saya. Seperti dikejutkan dari mimpi indah, saya masih belum percaya bahwa virus itu bisa membawa perubahan drastis bagi kehidupan manusia. Sungguh, saya tidak menyangka bahwa pengaruhnya sedahsyat ini. Di samping kita harus berjuang melawan virus agar tidak hinggap di diri sendiri, kita juga harus bertahan di tengah situasi penuh dengan ketidakpastian seperti sekarang ini. Apa yang dialami masing-masing orang pasti berbeda-beda selama adanya Covid-19 ini. Tapi saya berharap apapun perubahannya adalah perubahan positif untuk kebaikan di masa depan. Aamiin. Saya memperhatikan kebiasaan orang-orang di sekitar bahwa mereka telah mulai terbiasa dengan bekerja dari rumah, belanja dari rumah, semua pekerjaan dilakukan online bahkan ada yang me

Teknologi UV-C Dapat Melindungi Diri Dari Mikro-organisme

  Design by Canva Sejak menghadapi pandemi Covid-19 saya semakin memperhatikan kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungan tempat tinggal. Memperhatikan pola makan, istirahat, olahraga dan rutin bersih-bersih rumah. Sedikit-sedikit saya lap lantai, meja, gagang pintu dan semua benda-benda di rumah yang sering saya pegang dengan cairan disinfektan. Tujuannya supaya tidak ada virus, kuman dan bakteri yang menempel. Sekarang saya juga tambah dengan mendisinfeksi udara dalam rumah. Memang effort -nya sedikit naik, tapi demi menjaga kesehatan dan terhindar dari berbagai macam virus terutama Corona, saya rela melakukan apa saja. *senyummanis. Beberapa hari yang lalu saya mengikuti diskusi virtual dari Signify yang membahas tentang “Sinar UV-C : Kawan atau Lawan? Pemanfaatan Teknologi UV-C yang Aman untuk Perlindungan Masyarakat dari Mikro-organisme.” . Dalam diskusi virtual tersebut hadir beberapa pakar sesuai bidangnya sebagai narasumber. Diskusi virtual ini diselenggarakan untuk memba

Film Buku Harianku : Film Untuk Semua Umur

Official Poster Film Buku Harianku Doc. IG @film.buku.harianku Sudah lama saya tidak nonton film bertemakan keluarga. Film keluarga dengan cerita ringan namun menghibur. Nah, Film Buku Harianku hadir menjadi penawar rindu film keluarga yang menyenangkan. Film Buku Harianku menampilkan artis cilik Kila dan Widuri dengan perannya masing-masing yang memukau. Slamet Raharjo hadir memperkuat cerita dalam film ini sebagai Kakek Kila yang tegas namun penyayang. Widi Mulya, Dwi Sasono dan Ence Bagus melengkapi suasana keluarga pada Film Buku Harianku. Dengan mengambil latar suasana pedesaan di Jawa Barat, menjadikan Film Buku Harianku tidak membosankan. Dikemas dengan nyanyian dan tarian dari Kila CS, sungguh menghibur. Ya, ini bukan film anak-anak tapi ini film semua umur yang asyik ditonton bareng keluarga atau teman-teman. Pemain, Produser, Sutradara dan Penata Musik Film Buku Harianku Doc. Andini Harsono Disutradari oleh Angling Sagaran, diproduksi oleh BRO's