Langsung ke konten utama

Jero Wacik : Bukan Sekedar Benar Atau Salah

Belum lama ini saya bertemu dengan seorang sahabat blogger yang menjadi salah satu 'suhu' kami. Dia menceritakan tentang salah satu kasus tindak pidana korupsi yang sedang ramai diberitakan. Saya pribadi agak kurang tertarik untuk mengikuti dunia politik dan segala macam serba serbi isu yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut. Tetapi sebagai warga negara saya juga harus mendukung para yudikatif dalam melakukan pengawasan terhadap jalanannya pemerintahan. Jero Wacik menjadi bahan pembicaraan kami. Terus terang saya tidak mengikuti beritanya sama sekali. Seingat saya dia adalah Menteri ESDM yang tersangkut kasus korupsi menyalahgunaan DOM. Jero Wacik dianggap merugikan Negara sebesar Rp. 5,073 Milyar yang dia gunakan untuk keperluan pribadi seperti jalan-jalan bersama keluarga, bahkan beli bunga.

Jero Wacik sesaat sebelum masuk ke ruang persidangan
(dok. Elisa Koraag)
Pada Februari 2016 lalu, Jero Wacik divonis hakim menjalani hukuman 4 tahun penjara dan denda up 5 Milyar. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU. Sebelumnya Jero Wacik dijerat 3 dakwaan yaitu atas penyalahgunaan DOM, dia dikenakan Pasal 12 huruf e jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999. Karena menyalahgunakan wewenangnya selaku menteri, Jero Wacik disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUH Pidana. Lalu Jero Wacik dijerat Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 karena diduga menerima gratifikasi.

Selama proses pemeriksaan hingga proses persidangan, Jero Wacik dianggap bersikap sopan, baik dan dapat bekerja sama dengan baik. Setahu saya, Jero Wacik berasal dari Bali dan memiliki beberapa usaha disana. Ya bisa dikatakan sebagai orang kaya se-Bali. Sebelum terjun ke politik dan menduduki kursi Menteri, sudah banyak yang kenal Jero Wacik sebagai seorang pengusaha. Saya punya kawan orang Bali yang pernah menceritakan tentang keberhasilan usahanya di Bali. Tentang perjuangannya sebagai orang daerah yang ingin berhasil. Kursi mewah pejabat memang menggiurkan banyak orang. Hampir semua orang berambisi untuk mendudukinya. Namun, banyak yang lupa dari kursi itulah masa depan diri kita dan keluarga menjadi taruhannya. Melakukan perubahan untuk negeri memang sulit. Ketika menjadi rakyat punya segudang cita-cita dan pemikiran yang akan dilakukan ketika dia berhasil menjabat. Setelah menjabat, setan-setan menghipnotis sehingga menjadi lupa diri, lupa daratan, dan lupa segalanya.


Jero Wacik nampak tenang dalam persidangan
(dok. Elisa Koraag)
Dibalik semua itu saya percaya, setiap manusia masih memiliki hati nurani yang akan membawanya kepada hal-hal yang baik. Mengubah dirinya menjadi lebih baik tak peduli seberapa besar kesalahan yang sudah dilakukan. Para pengambil uang rakyat juga pastinya masih memilikinya. Saya juga percaya bahwa para penegak hukum akan menjalankan tugas dan amanatnya dengan sebaik mungkin. Rakyat tak minta banyak dari mereka yang telah berbuat khilaf. Kami hanya minta keadilan ditegakkan, jangan sampai hukum itu tajam ke bawah tumpul ke atas. Benar atau salah perilaku mereka harus dapat dipertanggungjawabkan, dan saya yakin hal ini akan dilakukan oleh Anda, Pak Jero Wacik.

Sumber berita :
http://www.liputan6.com/tag/jero-wacik
http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/3221/1/sidang.korupsi.jero.wacik.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengembangkan Sains Melalui Kalbe Junior Scientist Award 2019

Sejak diselenggarakan tahun 2011, Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) memiliki jumlah peserta hingga ribuan yang meningkat setiap tahunnya dan tercatat 1,306 karya yang masuk atau 383 berdasarkan sekolah pada tahun 2018. KJSA adalah lomba karya sains nasional untuk siswa-siswi tingkat SD dan SMP se-Indonesia. Tahun 2019, KJSA tampil dengan KJSA Goes Digital yang memanfaatkan unsur teknologi digital di dalamnya guna menghadapi revolusi industri 4.0.

KJSA merupakan bentuk komitmen PT Kalbe Farma Tbk untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini serta melihat permasalahan di sekitar dan mencari jawabannya.
Jenis teknologi digital yang digunakan untuk mengikuti KJSA ini tidak dibatasi. Mulai dari penggunaan alat bantu yang termasuk komputerisasi, automatisasi, programming (misalnya penggunaan tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro-bit rasberry pi, dll). Pada KJSA tahun ini akan mengadakan monitoring atau pembimbingan kepada finalis terpi…

Kemchicks dan Tumpeng

Apa hubungannya Kemchicks dan Tumpeng?
Pada Sabtu, 20 Juli 2019 lalu, Kemchicks merayakan ulang tahun ke 70 hubungan diplomatik Indonesia-Amerika yang ditandai dengan pemotongan Nasi Tumpeng. Dalam tradisi masyarakat Jawa, Nasi Tumpeng dihadirkan pada peristiwa penting seperti pernikahan, ulang tahun, dan peresmian suatu tempat sebagai wujud rasa syukur.
Tumpeng adalah nasi putih/nasi kuning/nasi gurih berbentuk kerucut yang merupakan budaya masyarakat Jawa yang tertera dalam Serat Centhini. Tumpeng disebut juga dalam naskah sastra Ramayana, Arjuna Wijaya dan Kidung Hasra Wijaya sebagai hidangan dalam berbagai pesta.


Lauk pauk dalam penyajian tumpeng juga memiliki arti dimana harus ada unsur hewan darat, hewan laut dan sayur mayur. Tidak ada lauk pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng, namun beberapa lauk yang biasa menyertai adalah perkedel, abon, kedelai goreng, telur dadar/telur goreng, timun yang dipotong melintang, dan daun seledri. Variasinya melibatkan tempe kering, serundeng, ura…

Belajar Sejarah Melalui Drama Kolosal Fatahillah

Belajar sejarah bagi sebagian orang memang membosankan, termasuk saya. Waktu saya duduk di bangku SMP dimana diminta memperdalam sejarah mulai dari masa kerajaan hingga Indonesia merdeka adalah tantangan yang cukup berat. Pasalnya saya pusing membaca buku-buku tebal ditambah guru yang bercerita panjang seakan meninabobokan saya ketika di kelas. Namun, seiring bertambahnya umur, saya menjadi tertarik belajar kembali tentang sejarah Indonesia. Saya menyesal, saya melewatkan pelajaran sejarah ketika sekolah dulu dan kini saya harus mengulang hampir seluruhnya.
Beruntung, semakin kesini jaman sudah canggih. Saya tinggal ketika kata kunci dan google mencarikan berbagai informasinya untuk saya. Akan tetapi saya lebih suka mencari informasi dengan pakar sejarah atau mengunjungi langsung situs-situs sejarah yang masih ada. Sejarah juga erat kaitannya dengan budaya, maka jika saya sedang bepetualang, saya mengutamakan mengunjungi tempat-tempat yang mengandung unsur sejarah dan budayanya. Dengan…