Langsung ke konten utama

Membangun Keharmonisan Keluarga di Era Digital Bersama Vidio.com

Keluarga adalah rumah pertama untuk tumbuh berkembang mulai dari bayi hingga dewasa. Pada era digital seperti saat ini, orang tua sebagai pondasi pertama tumbuhnya si anak menjadi sangat sibuk untuk memperhatikan kegiatan si anak dalam bergaul di dunia maya. Dengan membatasi penggunaan gadget pada si anak adalah langkah baik agar si anak dapat menggunakan gadget dengan disiplin dan bijaksana di masa mendatang. Orang tua juga harus memilihkan tayangan-tayangan baik dan mengedukasi bagi si buah hatinya. Untuk itu, Vidio.com menghadirkan program seru tentang keluarga dan menggandeng keluarga Erwin Parengkuan dengan title "The Parengkuans". 



The Parengkuans adalah video yang dibuat oleh keluarga Erwin Parengkuan dengan Jana Parengkuan dan keempat buah hatinya yaitu Giulio, Marcio, Abielo, dan Matacha. Keluarga ini berbagi cerita tentang bagaimana mereka membina keluarganya dengan mengasuh keempat anaknya tanpa ada bantuan pengasuh. Hal ini dilakukan agar anak-anaknya memiliki kedekatan secara emosinal yang dalam satu sama lain. Erwin dan Jana menerapkan "Tough Love" dalam mendidik anak-anaknya, menjalin komunikasi dengan terbuka juga menerapkan kedisplinan, memberikan penghargaan dan tentunya punishment.

Tidak mudah bagi Vidio.com untuk merayu Erwin menerima tawaran kerjasama ini. Butuh waktu 1 tahun hingga akhirnya Erwin menyetujuinya dengan tujuan berbagi hal positif kepada masyarakat modern Indonesia dengan mendidik anak-anak dengan cara modern namun tidak meninggalkan norma-norma yang berlaku di Indonesia. Erwin dan Jana memiliki kedekatan dengan anak-anak namun tetap menjalin rasa saling menghormati satu sama lain. Hal ini menarik untuk menjadi inspirasi bagi jutaan keluarga diluar sana.

Vidio.com merupakan kanal online berbagi video lokal serta sarana untuk menyalurkan dan menampung kreatifitas di era digital bagi masyarakat Indonesia. Isi dan segmen yang ada menampung lebih dari 170.000 video dan diakses lebih dari 10 juta pengunjung setiap bulannya. Vidio.com juga telah memiliki aplikasi yang bisa didapatkan di Google Play Store dan App Store. Bagi yang ingin menyaksikan secara langsung video-video The Parengkuans, klik www.vidio.com lalu cari www.vidio.com/theparengkuans .

Oya bagi kita yang mau membuat video seperti The Parengkuans bisa juga. Semakin unik dan menarik video yang kita buat, bisa jadi kita mendapat kerjasama dengan pihak Vidio.com seperti The Parengkuans ini.

Komentar

  1. Vidio.com
    Sering dengar, cuma enggak pernah pakai :v

    BalasHapus
  2. vidio.com perlu buat org tua dg anak masih dibawah pengawasan
    terimakasih mbak Andini
    salam :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengembangkan Sains Melalui Kalbe Junior Scientist Award 2019

Sejak diselenggarakan tahun 2011, Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) memiliki jumlah peserta hingga ribuan yang meningkat setiap tahunnya dan tercatat 1,306 karya yang masuk atau 383 berdasarkan sekolah pada tahun 2018. KJSA adalah lomba karya sains nasional untuk siswa-siswi tingkat SD dan SMP se-Indonesia. Tahun 2019, KJSA tampil dengan KJSA Goes Digital yang memanfaatkan unsur teknologi digital di dalamnya guna menghadapi revolusi industri 4.0.

KJSA merupakan bentuk komitmen PT Kalbe Farma Tbk untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini serta melihat permasalahan di sekitar dan mencari jawabannya.
Jenis teknologi digital yang digunakan untuk mengikuti KJSA ini tidak dibatasi. Mulai dari penggunaan alat bantu yang termasuk komputerisasi, automatisasi, programming (misalnya penggunaan tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro-bit rasberry pi, dll). Pada KJSA tahun ini akan mengadakan monitoring atau pembimbingan kepada finalis terpi…

Kemchicks dan Tumpeng

Apa hubungannya Kemchicks dan Tumpeng?
Pada Sabtu, 20 Juli 2019 lalu, Kemchicks merayakan ulang tahun ke 70 hubungan diplomatik Indonesia-Amerika yang ditandai dengan pemotongan Nasi Tumpeng. Dalam tradisi masyarakat Jawa, Nasi Tumpeng dihadirkan pada peristiwa penting seperti pernikahan, ulang tahun, dan peresmian suatu tempat sebagai wujud rasa syukur.
Tumpeng adalah nasi putih/nasi kuning/nasi gurih berbentuk kerucut yang merupakan budaya masyarakat Jawa yang tertera dalam Serat Centhini. Tumpeng disebut juga dalam naskah sastra Ramayana, Arjuna Wijaya dan Kidung Hasra Wijaya sebagai hidangan dalam berbagai pesta.


Lauk pauk dalam penyajian tumpeng juga memiliki arti dimana harus ada unsur hewan darat, hewan laut dan sayur mayur. Tidak ada lauk pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng, namun beberapa lauk yang biasa menyertai adalah perkedel, abon, kedelai goreng, telur dadar/telur goreng, timun yang dipotong melintang, dan daun seledri. Variasinya melibatkan tempe kering, serundeng, ura…

Belajar Sejarah Melalui Drama Kolosal Fatahillah

Belajar sejarah bagi sebagian orang memang membosankan, termasuk saya. Waktu saya duduk di bangku SMP dimana diminta memperdalam sejarah mulai dari masa kerajaan hingga Indonesia merdeka adalah tantangan yang cukup berat. Pasalnya saya pusing membaca buku-buku tebal ditambah guru yang bercerita panjang seakan meninabobokan saya ketika di kelas. Namun, seiring bertambahnya umur, saya menjadi tertarik belajar kembali tentang sejarah Indonesia. Saya menyesal, saya melewatkan pelajaran sejarah ketika sekolah dulu dan kini saya harus mengulang hampir seluruhnya.
Beruntung, semakin kesini jaman sudah canggih. Saya tinggal ketika kata kunci dan google mencarikan berbagai informasinya untuk saya. Akan tetapi saya lebih suka mencari informasi dengan pakar sejarah atau mengunjungi langsung situs-situs sejarah yang masih ada. Sejarah juga erat kaitannya dengan budaya, maka jika saya sedang bepetualang, saya mengutamakan mengunjungi tempat-tempat yang mengandung unsur sejarah dan budayanya. Dengan…