Langsung ke konten utama

Inner Beauty, Bukan Omong Kosong

Semua orang baik pria maupun wanita pasti ingin terlihat tampan dan cantik. Terlebih wanita. Sangat ingin dirinya dipuji dengan satu kata “Cantik”. Ribuan cara sudah dilakukan agar mendapatkan pujian itu. Perawatan di rumah, perawatan mahal di salon, ke dokter kulit atau kecantikan, bahkan secara magic dilakukannya. Tujuannya agar terlihat cantik dan menarik.
Tahukah Anda bahwa kecantikan yang sebenarnya tidak perlu dibayar mahal. Cantik atau tampan bisa kita dapatkan secara cuma – cuma dengan mengasah hati kita. Cantik dari dalam atau sering disebut dengan Inner Beauty itulah yang akan menghantarkan kita kepada cantik atau tampan yang sesungguhnya. Tidak perlu berpenampilan mewah dan berlebihan, yang sederhana saja tapi terlihat sangat cantik dan menarik karena dia mampu untuk mempercantik hatinya. Sehingga memancar ke wajah dan dirinya. Sebagai wanita, harus bisa membawa diri dimanapun berada. Berpakaian rapi dan sopan, berdandan yang simple tapi menawan, serta menghiasi wajah dengan senyum sapa yang tulus akan menjadikan diri Anda lebih terlihat cantik.
Kalau Anda tidak dikaruniai wajah cantik, Anda bisa mengompensasikannya dengan berpenampilan yang rapi, wangi dan menarik sesuai dengan gaya dan kepribadian Anda. Tapi, hati yang baik dan perasaan positif, akan membantu untuk membuat suasana hati menjadi lebih baik, ekspresi yang lebih cerah, dan aura yang menyenangkan yang pada akhirnya membantu Anda untuk berpenampilan lebih baik dan bisa membuat terlihat lebih cantik. Selain itu, jika dalam hati Anda tidak ada sedikitpun niat jahat, rasa iri dengki terhadap sesama, rasa curiga dan rasa negatif lainnya, pasti orang lain akan menganggap diri Anda cantik. Banyak orang yang berparas cantik atau tampan tapi terlihat suram atau tidak menarik karena dia lupa tidak mengasah kecantikan hatinya. “Inner beauty does matter, ladies and gentlemen.”
Tapi tentunya orang tidak akan bisa menilai Inner Beauty Anda pada saat pertama kali bertemu. Oleh sebab itu, penampilan itu penting. Ada alasan untuk percaya bahwa bagaimana Anda merepresentasikan diri sendiri dalam berpenampilan (pakaian, gaya rambut, sepatu, dan lain-lain) adalah salah satu cara yang orang lain gunakan untuk menilai Anda. Dan kenyataannya, memang bisa memberi tahu banyak hal tentang Anda. Mendandani diri sendiri adalah sebuah bentuk personal branding.

Mungkin selama ini Anda lupa dengan hal yang sangat sederhana itu dan kurang meyakini bahwa cantik yang alami adalah datang dari hati. Kecantikan yang terpancar dari luar akan membuat kita lebih awet muda, hidup bahagia dan menyenangkan. Apa salahnya memulai untuk mengasah kembali kecantikan dari dalam tanpa harus meninggalkan perawatan kecantikan yang selama ini sudah dilakukan. Semoga bermanfaat. AH

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengembangkan Sains Melalui Kalbe Junior Scientist Award 2019

Sejak diselenggarakan tahun 2011, Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) memiliki jumlah peserta hingga ribuan yang meningkat setiap tahunnya dan tercatat 1,306 karya yang masuk atau 383 berdasarkan sekolah pada tahun 2018. KJSA adalah lomba karya sains nasional untuk siswa-siswi tingkat SD dan SMP se-Indonesia. Tahun 2019, KJSA tampil dengan KJSA Goes Digital yang memanfaatkan unsur teknologi digital di dalamnya guna menghadapi revolusi industri 4.0.

KJSA merupakan bentuk komitmen PT Kalbe Farma Tbk untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini serta melihat permasalahan di sekitar dan mencari jawabannya.
Jenis teknologi digital yang digunakan untuk mengikuti KJSA ini tidak dibatasi. Mulai dari penggunaan alat bantu yang termasuk komputerisasi, automatisasi, programming (misalnya penggunaan tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro-bit rasberry pi, dll). Pada KJSA tahun ini akan mengadakan monitoring atau pembimbingan kepada finalis terpi…

Kemchicks dan Tumpeng

Apa hubungannya Kemchicks dan Tumpeng?
Pada Sabtu, 20 Juli 2019 lalu, Kemchicks merayakan ulang tahun ke 70 hubungan diplomatik Indonesia-Amerika yang ditandai dengan pemotongan Nasi Tumpeng. Dalam tradisi masyarakat Jawa, Nasi Tumpeng dihadirkan pada peristiwa penting seperti pernikahan, ulang tahun, dan peresmian suatu tempat sebagai wujud rasa syukur.
Tumpeng adalah nasi putih/nasi kuning/nasi gurih berbentuk kerucut yang merupakan budaya masyarakat Jawa yang tertera dalam Serat Centhini. Tumpeng disebut juga dalam naskah sastra Ramayana, Arjuna Wijaya dan Kidung Hasra Wijaya sebagai hidangan dalam berbagai pesta.


Lauk pauk dalam penyajian tumpeng juga memiliki arti dimana harus ada unsur hewan darat, hewan laut dan sayur mayur. Tidak ada lauk pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng, namun beberapa lauk yang biasa menyertai adalah perkedel, abon, kedelai goreng, telur dadar/telur goreng, timun yang dipotong melintang, dan daun seledri. Variasinya melibatkan tempe kering, serundeng, ura…

Belajar Sejarah Melalui Drama Kolosal Fatahillah

Belajar sejarah bagi sebagian orang memang membosankan, termasuk saya. Waktu saya duduk di bangku SMP dimana diminta memperdalam sejarah mulai dari masa kerajaan hingga Indonesia merdeka adalah tantangan yang cukup berat. Pasalnya saya pusing membaca buku-buku tebal ditambah guru yang bercerita panjang seakan meninabobokan saya ketika di kelas. Namun, seiring bertambahnya umur, saya menjadi tertarik belajar kembali tentang sejarah Indonesia. Saya menyesal, saya melewatkan pelajaran sejarah ketika sekolah dulu dan kini saya harus mengulang hampir seluruhnya.
Beruntung, semakin kesini jaman sudah canggih. Saya tinggal ketika kata kunci dan google mencarikan berbagai informasinya untuk saya. Akan tetapi saya lebih suka mencari informasi dengan pakar sejarah atau mengunjungi langsung situs-situs sejarah yang masih ada. Sejarah juga erat kaitannya dengan budaya, maka jika saya sedang bepetualang, saya mengutamakan mengunjungi tempat-tempat yang mengandung unsur sejarah dan budayanya. Dengan…