Langsung ke konten utama

Antara Ngopi Enak, Duduk Cantik dan Stasiun Kota

Sabtu, 30 Agustus 2014
Tampilan luar Starbucks Stasiun Kota

STARBUCKS?!! Wah setiap mendengar kata itu langsung excited. Karena ini tempat ngopi paling kece seantero dunia ( setahu aku yaa ) dengan rasa kopi dan aroma yang "pas". Dulu aku pecinta kopi dari SMP suka minum kopi tapi setelah 2 tahun terakhir ini, aku tidak bisa sama sekali minum kopi ( sedih :( ). Tapi terkadang suka nekat aja dengan cafein rendah tetap menikmati kopi di toko kopi ini. Iya di Starbucks. Selain menyajikan menu kopi yang beraneka ragam rasa dan jenis, setiap outlet atau tokonya selalu didesain dengan ciamik :D

Adalah di Stasiun Kota Jakarta Starbucks membuka outlet baru. Dengan desain yang klasik dan vintage banget, Starbucks mampu menarik perhatian setiap pengunjung yang berlalu lalang di stasiun penuh sejarah di Kota Jakarta ini.

Begitu memasukin outlet Starbucks yang ini, serasa kita berada di beberapa ratus tahun yang lalu. Karena bangunannya yang menggambarkan jaman Belanda begitu terasa disana ( menurut aku ya ). Dan di outlet ini terdapat brangkas yang menjadi sejarah dari Kota yang tidak boleh diotak atik. Akhirnya sama pihak Starbucks ditutup atau disekat dengan papan saja.

Anda akan disambut dengan barisan roti fresh from the oven dan minuman dingin menyegarkan begitu Anda memasuki outlet ini. Sapaan para karyawan Starbucks Stasiun Kota yang begitu ramah tidak akan membuat kita jenuh di tempat ini. Berjejer menu - menu pilihan dan terbaik Starbucks disusun dengan rapi dan cantik. Agar kita para pengunjungnya lebih mudah untuk membacanya serta menyenangkan untuk dipandang mata.


Seperti di outlet Starbucks lainnya, terdapat satu tempat yang berisi gula ( putih dan coklat ), bubuk coklat, bubuk kopi, sedotan, tissue, flyer, dan tong sampah.

4 Hal Fundamental Starbucks
 Barisan Kopi yang tersusun rapi di rak Starbucks



Kenapa Starbucks membuka outlet di Stasiun Kota? Jawaban yang saya tangkap dari setiap penjelasan sang PR Starbucks dan seluruh tim Starbucks adalah karena Starbucks ingin lebih mendekat dengan kebudayaan Indonesia, hmmmm dengan tidak melupakan sejarah Indonesia dan turut melestarikannya serta tentunya mempromosikannya sampai ke luar Negeri. Dibuktikan dengan adanya kegiatan "Ayo ke Museum" yang diberikan tiket gratis bagi setiap pengunjung tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku :) Tapi hal ini sudah menjadi cukup bukti bagi Starbucks yang mendedikasikan dirinya untuk melestarikan budaya Indonesia dan ikut mendukung program Pemerintah pergi ke Museum. Mengingat di Jakarta terdapat puluhan Museum yang sangat menawan. Harus kita lestarikan bersama. Salut buat Starbucks.. :)

Ini Banner "AYO KE MUSEUM" ( maaf ada penampakannya :D )
Acara itu sangat seru, selain kita bisa berkeliling outlet Starbucks di Stasiun Kota, kita bebas bertanya apa saja dengan tim Starbucks dan kita disuguhi menu - menu terbaik dari Starbucks. Yang paling menyenangkan adalah kita dipersilakan memesan menu favorit. Yeeaayy Chocolate Chip Cream with White Cream menjadi pilihanku karena memang itu minuman favoritku. Tidak mengandung cafein dan rasanya nikmat. Sluurrpp.. Jakarta yang panas waktu itu menjadi dingin. Tempat ini sungguh sangat membetahkan.

Beragam Merchandise Starbucks Coffee
Jadwal Buka/Tutup Starbucks Stasiun Kota

Starbucks Stasiun Kota menambah ramai Stasiun ini. Mungkin bagi sebagian orang melihat Starbucks Coffee menjadi sebuah tempat dengan menu yang sangat mahal tapi bagi sebagian orang harga yang ditawarkan sebanding dengan rasa yang didapatkan.

Jadi, bagi Anda yang jenuh menunggu jadwal kereta api di Stasiun Kota, dapat menunggu dengan asyik di tempat ini. Selamat mencoba :)

Salam AH :)

Komentar

  1. Hahaha....kangen ngopi cantik dg dirimu din. Biasanya kita di semanggi....kayanya kita punya tongrongan baru nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iyaa betuuull... ini trayek angkutannya gampang mba. Naik kereta bisa, naik busway juga bisa. ihiiiirr :D

      Hapus
  2. imuuut banget tulisannya ... seimut orangnya

    BalasHapus
  3. Widiihh... Alhamdulillah amiinn... gaulnya sama Ibu Tanti jadinya ya imut teruss :D

    BalasHapus
  4. benar-benar kopdar yang mengeyangkan, stock roti ada terus dbagi, malah ada yang dibawah pullang sama saya soalnya di sana udah kenyang duluan...

    BalasHapus
  5. Wah wajib mampir nih saat ke jakarta, mantapp mbk ulasanya :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film Buku Harianku : Film Untuk Semua Umur

Official Poster Film Buku Harianku Doc. IG @film.buku.harianku Sudah lama saya tidak nonton film bertemakan keluarga. Film keluarga dengan cerita ringan namun menghibur. Nah, Film Buku Harianku hadir menjadi penawar rindu film keluarga yang menyenangkan. Film Buku Harianku menampilkan artis cilik Kila dan Widuri dengan perannya masing-masing yang memukau. Slamet Raharjo hadir memperkuat cerita dalam film ini sebagai Kakek Kila yang tegas namun penyayang. Widi Mulya, Dwi Sasono dan Ence Bagus melengkapi suasana keluarga pada Film Buku Harianku. Dengan mengambil latar suasana pedesaan di Jawa Barat, menjadikan Film Buku Harianku tidak membosankan. Dikemas dengan nyanyian dan tarian dari Kila CS, sungguh menghibur. Ya, ini bukan film anak-anak tapi ini film semua umur yang asyik ditonton bareng keluarga atau teman-teman. Pemain, Produser, Sutradara dan Penata Musik Film Buku Harianku Doc. Andini Harsono Disutradari oleh Angling Sagaran, diproduksi oleh BRO's

Masa Karantina Membawaku Pada Law Of Attraction

The Law Of Attraction Doc. Andini Harsono Badai Covid-19 tiba-tiba menyerang sejak awal tahun 2020 dan hadir di Indonesia sejak awal Maret 2020 membuat banyak sekali dampak, termasuk perubahan pola hidup bagi banyak orang. Tak terkecuali saya. Seperti dikejutkan dari mimpi indah, saya masih belum percaya bahwa virus itu bisa membawa perubahan drastis bagi kehidupan manusia. Sungguh, saya tidak menyangka bahwa pengaruhnya sedahsyat ini. Di samping kita harus berjuang melawan virus agar tidak hinggap di diri sendiri, kita juga harus bertahan di tengah situasi penuh dengan ketidakpastian seperti sekarang ini. Apa yang dialami masing-masing orang pasti berbeda-beda selama adanya Covid-19 ini. Tapi saya berharap apapun perubahannya adalah perubahan positif untuk kebaikan di masa depan. Aamiin. Saya memperhatikan kebiasaan orang-orang di sekitar bahwa mereka telah mulai terbiasa dengan bekerja dari rumah, belanja dari rumah, semua pekerjaan dilakukan online bahkan ada yang me

Antara Saya, Rasa Takut, Dan Ketinggian

Saat berada di ketinggian, saya sadar, saya bukan apa-apa Foto by kumparan.com Design by canva Pukul 03.30 pagi waktu Kuala Lumpur, saya bergegas mengantar rombongan pulang ke Jakarta dengan waktu penerbangan mereka pukul 06.20. Kami naik taksi yang sudah saya pesan malam sebelumnya agar tidak susah lagi ketika pagi-pagi buta ini. Alhamdulillah perjalanan menuju bandara lancar karena memang kami telah menginap di hotel dekat KLIA. Mereka kembali ke Jakarta, sementara saya melanjutkan perjalanan menuju Singapore. Mereka naik pesawat dari KLIA sementara saya harus pindah ke KLIA 2. Setelah membantu check-in dan memastikan mereka masuk Imigrasi, saya menuju KLIA 2 dengan menggunakan shuttle bus . Pagi masih gelap. Mata saya sudah tak mampu lagi menahan kantuk. Saya hanya tidur 1,5 jam. Sesampainya di KLIA 2, saya beli teh manis hangat dan sepotong roti untuk menghangatkan badan serta menyegarkan mata. Jadwal penerbangan saya ke Singapore pukul 08.00. Setelah selesai mengisi