Langsung ke konten utama

5 Tanda Awal Anda Terkena Typhus

5 Tanda Awal Anda Terkena Typhus
design by canva
re-design by Andini Harsono

Tahun 2011 saya terkena sakit Typhus yang membuat saya harus benar-benar istirahat. Alhamdulillah saya tidak sampai harus rawat inap. Cukup rawat jalan dan 10 hari sembuh. Tapi selama 1 tahun, kuman itu selalu datang tiba-tiba alias kambuh. Oya waktu itu saya didiagnosa ada gejala DBD juga karena trombosit sangat rendah. Dokter saya memaksa makan dan minum sesuai anjurannya selain diberikan obat yang ampuh sehingga saya tidak sampai dirawat inap. Thanks Dok :)

Sejak saat itulah saya sangat menjaga makanan yang saya makan meskipun hobi saya makan apa aja dan di mana aja. Karena typhus bisa menyerang karena makanan yang dimasak kurang bersih dan peralatan makan (piring, sendok, garpu) juga kurang bersih. Kalau kata dokter saya, “Jangan jajan sembarangan.”.

Mei tanggal 14 kemarin kuman itu kembali menyerang saya. Awalnya saya pikir hanya masuk angin biasa dan lambung kambuh. Tapi ternyata saya mengenali gejala di badan saya seperti 7 tahun silam. Gejalanya mudah kok dikenali apakah kira-kira kita terkena kuman typhus atau tidak.

Berikut 5 gejala utama yang saya rasakan hingga akhirnya saya tahu bahwa itu adalah gejala adanya kuman typhus pada tubuh saya.

Sakit tenggorokan dan panas dalam.  Ketika tiba-tiba Anda mengalami sakit tenggorokan dan panas dalam padahal tidak minum es atau makan gorengan, bisa jadi kuman typhus sedang mulai berdatangan. Gejala ini berlangsung hingga 3 hari, setelah sakit tenggorokan dan panas dalam dilanjutkan meriang/demam pada malam hari.

Meriang pada malam hari. Artinya meriang di sini adalah demam dan ditambah nyeri pada persendian, misalkan tumit, lutut, siku, bahu. Demam dirasakan dengan panas badan hingga telapak tangan pun ikut panas. Alhasil, tidurpun jadi tidak bisa karena ngilu semua pada tubuh. Sebelum terjadi meriang pada malam hari, apabila Anda keluar untuk beraktivitas di siang hari, tubuh akan merasa panas dingin terlebih bila terkena angin, tubuh juga terasa seperti melayang dan mudah lelah.

Pandangan mata menjadi kuning dan mencium bau masakan apapun menjadi mual. Ketika Anda melihat apa saja akan berubah menjadi kuning warnanya. Terkadang mata juga jadi berkunang dan pusing kalau buka mata lama-lama. Selain itu, apabila mencium bau masakan apa saja akan menjadi mual atau tidak enak padahal tetangga sedang menggoreng ikan asin plus sambal terasi. Semua akan terasa menyebalkan karena Anda akan mual dan ingin muntah.

Buang air besar tidak normal. Pada gejala ini ada 2 kemungkinan, bisa jadi Anda mengalami susah BAB atau malah sering BAB dengan feses yang cair alias diare.

Sakit perut (terasa seperti kram perut/kaku perut) pada bagian sekitar pusar. Berbeda ketika sakit lambung (maag), ketika ada kuman typhus menyerang, sakit perut yang dirasakan adalah sekitar pusar. Perut pada bagian itu terasa kencang/kaku bahkan terasa seperti kram perut. Hal ini akan membuat Anda menjadi sangat tidak nyaman. Miring ke kiri salah, ke kanan salah, duduk salah, tidur salah. Ditambah lagi, perut jadi tidak nyaman ketika diberi makan, padahal lapar. Ketika sudah merasa seperti ini, saya menyerah dan segera pergi ke dokter.

Ketika sudah mengalami 5 gejala seperti yang saya alami tersebut, jangan ragu untuk segera periksa ke dokter. Setelah 3 hari sakit tenggorokan dan panas dalam disusul demam semalaman, keesokan harinya saya langsung periksa ke dokter saya. Beliau menyarankan untuk periksa darah karena ada indikasi ke typhus kambuh, ternyata benar. Untungnya saya segera periksa jadi kumannya baru sedikit belum sempat berkembang biak (hadeuh). Akhirnya saya diminta bedrest selama 10 hari lagi untuk membasmi kuman-kuman tersebut dan harus jaga pola makan selama 2 bulan ke depan supaya kumannya tidak balik lagi.

Mulai hari ini, coba yuk untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri. Karena sakit itu tidak enak ditambah mahal pula mending uangnya buat traveling kan #ehteuteup. Biar kata sudah ada BPJS kan tetep aja males banget kalau sampai sakit, susah ngapa-ngapain dan membuat jadi tidak produktif. Nanti bisa-bisa Madesu (masa depan suram) cuma gara-gara sering sakit. -.-

Jaga pola makan, jaga makanan yang dimakan, olahraga teratur, istirahat cukup, hindari rokok dan alkohol, dan selalu berpikir positif. Karena dengan berpikir positif, akan menyehatkan jasmani dan rohani :) #senyumlebar.

Lalu saya cuma mau bilang, sakit typhus itu lebih menyakitkan daripada diputusin pacar. #jleb

Salam sehat :)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BPOM Ajak Pelaku Usaha Mengedukasi Masyarakat Melalui Perka No. 31 Tahun 2018

Sebagai anak kos, saya sering mengonsumsi pangan olahan yang dibeli dari supermarket karena lebih praktis. Oleh karena itu saya tidak boleh lengah untuk tidak membaca label pada kemasannya, kapan tanggal kadaluarsa, kode produksi dan informasi gizi di dalam pangan tersebut. Kebanyakkan dari kita sering lupa untuk melakukan hal tersebut. Jangan karena beli di supermarket lalu kita menganggap enteng hal itu, biar bagaimanapun kita harus menjadi konsumen cerdas sebelum membeli.
Belum lama ini BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengeluarkan Perka Nomor 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang merupakan revisi dari peraturan terkait label pangan olahan yang sebelumnya diatur dalam Lampiran IV Peraturan Badan POM Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.
Kalau boleh saya rangkum isi Perka Nomor 31 tahun 2018 adalah sebagai berikut :
Harus tercantum label halal (apabila memang pangan tersebut halal). Label halal dapat dicantumkan sepanjang telah mendapat sertifikat halal …

Kenali dan Cegah Thalassemia Sedini Mungkin

Musim hujan telah tiba nih, sudah seharusnya kita meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Seperti biasa, musim hujan maka flu mudah menyerang. Belum nanti diare dan lain sebagainya. Konsumsi makanan bergizi seimbang, gerak badan alias olahraga, dan istirahat cukup adalah upaya pencegahan berbagai macam penyakit. Sebenarnya bukan hanya pada musim penghujan aja sih, kita harus setiap hari usaha menjaga pola hidup sehat.
Berbicara soal kesehatan tidak akan ada habisnya apalagi bicara soal penyakit. Nah, minggu lalu saya mengikuti seminar “Pengendalian Kanker dan Thalassemia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular khususnya kanker dan thalassemia. 
Tentang Thalassemia
Saya mau berbagi informasi tentang thalassemia dulu ya, karena bagi saya thalassemia masih asing diketahui. Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkura…

Akhir Pekan Seru di Banten Lama

Entah mengapa sejak 2 bulan belakangan ini, saya ingin sekali menghabiskan waktu akhir pekan di Banten Lama. Sampai-sampai saya mengatakan hal ini ke beberapa kawan dan juga sepupu saya yang hobinya “ngulik tempat-tempat bersejarah.
Seakan alam tahu apa keinginan hati dengan keberuntungan saya bergabung dalam kegiatan “Pesona Cagar Budaya Indonesia, Banten Lama.” yang diselenggarakan oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ya, tanggal 12-14 Oktober 2018 lalu saya explore Banten Lama.
Meskipun bukan kali pertama saya datang ke sini namun pesona Banten Lama tetap mencuri perhatian. Apa sih yang membuat saya ingin datang lagi ke Banten Lama? Cerita sejarah yang menjadi cagar budaya di tempat ini sungguh mengesankan. Banten dulunya sempat berjaya mengusai ekonomi nusantara dengan hasil rempah-rempah yang melimpah. Para pedagang dari India, Malaysia, Vietnam hingga Cina berbondong-bondong merapat di Pelabuhan Karangantu, Banten. Hi…