Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Hujan Cinta Untukmu, Mama

Jika ditanya siapa pahlawan sejatimu? Pasti kujawab, pahlawan sejatiku adalah Mamaku. Entah apa yang harus aku tulis disini yang jelas ribuan kata tak kan mampu menggambarkan betapa istimewanya hidupku disisi beliau, sang Mama yang tak pernah letih berbuat apa saja demi kebahagiaan anaknya. Sejak ditinggal Bapakku menikah lagi, satu hal yang terus aku ingat adalah Mama tidak mau menikah lagi. Hanya 2 alasan terbesarnya, pertama karena Mama punya anak perempuan yaitu aku dan yang kedua beliau percaya bahwa perempuan yang ditinggal nikah suaminya dan diterima dengan ikhlas tanpa dendam maka surga ganjarannya. Apa yang bisa aku lakukan pada saat mendengar alasan itu berkali-kali? Hanya tetesan air mata mengalir deras dan doa supaya benar surga menjadi hadiah indah untuk Mama.
Waktu itu umurku 12 tahun, setelah 2 tahun ditinggal Bapak nikah lagi, aku dirawat Mama dan Eyang Putri ( Nenek ) di Kota Semarang. Namun, Allah memanggil Eyangku untuk pulang. Apa yang terjadi, kami berdua seperti…