Langsung ke konten utama

Apa Kabar Lagu Anak Indonesia?

Jakarta, 18 Juni 2014

Seiring perkembangan jaman, lagu anak - anak di Indonesia seperti mati suri. Tidak ada terdengar sedikitpun baik di televisi ataupun di radio. Bahkan anak - anak sekarang lebih sering menyanyikan lagu - lagu dewasa. Sungguh miris hati ini.

Banyaknya kompetisi - kompetisi yang mengangkat tema anak - anak bagi saya itu tidak semuanya tepat sasaran. Kontes - kontes bintang di televisi pun banyak yang tidak sesuai dengan umur. Lagu yang dinyanyikan sudah bertema cinta - cintaan melulu, kapan lagu anak - anak dibawakan?Apalagi lagu kebangsaan? :(

Untuk menghadirkan kembali lagu - lagu anak yang legendaris, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Yayasan Putera Bahagia Jaya menggelar  Pagelaran Seni Anak Jakarta ( PSAJ ) yang ke 8, dalam rangka memperingati Hari Anak. Ide awal diselenggarakannya PSAJ ini dilontarkan oleh Ketua Yayasan Putera Bahagia Jaya, Ibu Tatiek Fauzi Bowo yang sekarang ini sedang mendampingi suami bertugas di Jerman.


Drama musikal bertajuk "Aku Anak Indonesia" di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki hari ini melibatkan anak - anak siswa SMP yang telah menjadi alumni terpilih angkatan ke 2 tahun 2013 dari SMP 18 Jakarta dan SMP Muhammadiyah 16 Jakarta didukung oleh bintang tamu Cornelia Agatha dan Steny Agustaf sebagai MC. Pagelaran ini juga melibatkan anak dari keluarga pra sejahtera Jakarta calon peserta Program Pengembangan Diri Yayasan Putera Bahagia Jaya untuk menyaksikannya.
Saat ini anak usia sekolah ( umur 7 - 18 tahun ) yang berasal dari keluarga pra-sejahtera di Jakarta mencapai kurang lebih 332.465 anak menurut hasil pendataan Program Perlindungan Sosial atau PPLS tahun 2011. Yayasan Putera Bahagia Jaya terus giat meningkatkan program dan menyesuaikan dengan perkembangan jaman untuk mengembangkan potensi dan hasrat berprestasi mereka. Pada kesempatan ini juga Yayasan Putera Bahagia Jaya didukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melepas 1.700 anak - anak dan 170 guru pembimbing dari keluarga pra-sejahtera dari sekolah terpilih untuk mengikuti program pengembangan diri "Life Skills" yang diadakan setiap tahun di Cimacan, Jawa Barat.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberi pengetahuan kepada orang tua untuk lebih memperhatikan tontotan anak - anaknya. Dukung anak untuk berkembang sesuai dengan umur atau masanya. Biarkan berkembang sehat dan baik serta tak lupa membangun rasa percaya dirinya untuk menggali potensi diri, hidup bermartabat dan berprestasi serta menjadi pemimpin dan agent of change dalam lingkungannya kelak.

Drama musikal yang disutradarai oleh Tjut Nyak Deviana Daudsjah ini memberikan sajian yang sangat sederhana dan alur cerita yang mengalir sesuai dengan usia anak SMP, dimana usia rawan untuk bergaul. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bapak Ahok yang memberi apresiasi sangat besar dan berharap untuk bisa diadakan event - event serupa agar lagu anak tidak mati untuk selamanya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cegah Obesitas Dengan Pola Hidup Sehat

"Setengah dari porsi makanmu harus komposisi buah dan sayur." kata dr. Lily Sulistyowati, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI yang selalu terngiang dalam telinga saya. Sejak itulah saya selalu berusaha menjalankannya setiap hari. Minimal konsumsi buah dan sayur menjadi menu wajib makan siang saya. Meskipun masih jauh dari ideal, namun saya berusaha mengubah pola hidup saya diawali dengan mengubah makanan yang saya makan.
Saya terlahir dari keluarga "besar" artinya gemuk-gemuk. Keluarga saya juga kompakan mengidap diabetes dan darah tinggi. Maka dari itu saya beresiko terkena penyakit tersebut. Salah satu penyebabnya karena berat badan yang berlebih akibat makan yang mungkin tidak terkontrol. Ditambah jarang berolahraga atau memang bawaan. Entahlah, yang jelas saya ingin mengubah pola hidup saya menjadi lebih sehat karena saya ingin menikmati hidup hingga 1000 tahun lamanya (maap lebay dikit hehe)
World Obesity Day p…

Ibu dan Generasi Emas Indonesia

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2017 ini mengambil tema “Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga.” dengan harapan setiap keluarga di Indonesia menjadi barisan terdepan dalam memberikan perlindungan kepada anak, baik dalam hal pendidikan hingga memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsinya.


Hal ini seiring sejalan dengan adanya program pemerintah menuju Generasi Emas 2045 dimana diperlukan awareness dari orang tua (terutama Ibu) terhadap putra-putrinya. Menurut dr. Eni Gustina, MPH, Direktur Kesehatan Keluarga Indonesia, Kementerian Kesehatan RI pada acara Diskusi Publik Dalam Rangka Memperingati Hari Anak Nasional "Pemenuhan Hak Kesehatan Anak untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045." yang diselenggarakan oleh Yayasan Adhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) beberapa waktu lalu bahwa anak Indonesia memiliki permasalahan gizi yaitu gizi kurang, kurus, pendek, obesitas. Untuk itu, Kementerian Kesehatan memiliki prioritas pembangunan kesehatan yaitu pengurangan kekurangan…

Jeda

"Sampai kapan di Bangkok?" tanyamu pada chat WhatsApp.
Tak langsung aku membalasnya karena aku sedang menemui beberapa kolegaku.
"Hari Senin minggu depan. Kenapa?" balasku 2 jam kemudian yang berujung tak dibalas lagi olehnya.
Hari berganti hari, tak kunjung kutemui balasan darinya bahkan tak juga kulihat update di Instagram Story-nya atau posting-nya pada Instagram. Padahal dia termasuk laki-laki yang aktif berbagi cerita di dunia maya. Ya, dia lebih kekinian dibandingkan aku.
Senin menjelang tengah malam aku tiba di Jakarta. Aku sapa dia kembali mengabarkan bahwa aku sudah di Jakarta tapi gak juga ada balasannya. Bahkan untuk dibaca aja gak.
Dia menghilang.. Gak biasanya dia semenghilang ini. Tapi siapalah aku. Tak mungkin telepon terus menerus, kirim pesan terus menerus. Siapalah aku?
"Hai. Aku baik-baik aja. Semua akan berlalu. Ini adalah jeda dalam hidupku. Ini akan segera berlalu." pesan singkatnya masuk pada WhatsApp-ku yang diakhiri dengan emotic…