Langsung ke konten utama

Kemchicks dan Tumpeng

Kemchicks dan Tumpeng
Doc. Andini Harsono

Apa hubungannya Kemchicks dan Tumpeng?

Pada Sabtu, 20 Juli 2019 lalu, Kemchicks merayakan ulang tahun ke 70 hubungan diplomatik Indonesia-Amerika yang ditandai dengan pemotongan Nasi Tumpeng. Dalam tradisi masyarakat Jawa, Nasi Tumpeng dihadirkan pada peristiwa penting seperti pernikahan, ulang tahun, dan peresmian suatu tempat sebagai wujud rasa syukur.

Tumpeng adalah nasi putih/nasi kuning/nasi gurih berbentuk kerucut yang merupakan budaya masyarakat Jawa yang tertera dalam Serat Centhini. Tumpeng disebut juga dalam naskah sastra Ramayana, Arjuna Wijaya dan Kidung Hasra Wijaya sebagai hidangan dalam berbagai pesta.

Potong Tumpeng
Doc. Andini Harsono

Lauk pauk dalam penyajian tumpeng juga memiliki arti dimana harus ada unsur hewan darat, hewan laut dan sayur mayur. Tidak ada lauk pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng, namun beberapa lauk yang biasa menyertai adalah perkedel, abon, kedelai goreng, telur dadar/telur goreng, timun yang dipotong melintang, dan daun seledri. Variasinya melibatkan tempe kering, serundeng, urap kacang panjang, ikan asin atau lele goreng.

Karena filosofi tumpeng yang dalam maka dipilih Kemchicks sebagai syukuran hubungan diplomatik Indonesia-Amerika pada bidang pertanian dan peternakan yang telah terjalin baik selama 70 ini. Kemchicks yang didirikan oleh pengusaha nyentrik Bob Sadino pada tahun 1970 adalah supermarket yang menyediakan beragam produk pangan impor untuk masyarakat Jakarta. Salah satu store-nya ada di Kemang. Mengingat Kemang merupakan hunian para bule maka Kemchicks menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Pengusaha yang selalu mengajarkan bagaimana kita pandai melihat peluang dan segera melangkah ini membuktikan bahwa berawal dari jualan telur ayam lalu ayam negeri mampu membawanya memiliki beberapa perusahaan yang berkembang hingga sekarang.

Chef Andi
Doc. Andini Harsono

Acara syukuran kemarin, Kemchicks juga mengadakan icip-icip hidangan kolaborasi Indonesia dan Amerika gratis bagi para pengunjung setianya. Bahan baku yang digunakan berasal dari Amerika seperti daging, keju dan buah-buahan. Kemudian ada yang berbeda dari tumpengnya yaitu adanya taburan kismis pada nasi kuningnya. Acara semakin seru karena ada demo masak dari Chef Andi yang membuat steak menggunakan daging Amerika unggulan.  

Saya mencicipi mulai dari canape, pizza, macaroni, hingga bermacam keju. Semua disajikan dengan fresh dan pastinya lezat :D


Aneka Canape
Doc. Andini Harsono


Pizza menggunakan bahan pangan dari Amerika
Doc. Andini

Konsuler Pertanian dan Perdagangan dari Kedutaan Amerika Serikat, Chris Ritsggers menyatakan bahwa hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika tidak hanya pada urusan politik dan keamanan namun ketahanan pangan menjadi salah satu konsentrasi kerjasama kedua Negara. Hal ini dibuktikan dengan adanya saling bertukar pengetahuan dalam upaya memajukan kualitas pangan sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan gizi yang baik. Kemchicks menjadi salah satu tempat sharing pengetahuan tersebut karena Kemchicks menyediakan bahan makanan dari berbagai Negara.

Chris Ritggers, Konsuler Pertanian dan Perdagangan Kedutaan Amerika Serikat saat menghadiri acara syukuran hubungan diplomasi Indonesia - Amerika
Doc. Andini Harsono

Saya pribadi cukup sering berkunjung ke Kemchicks karena saya senang membeli buah-buahannya serta snack dari luar. Belum lama ini saya sempat membeli ayam panggang dan mashed potato-nya. Rasanya? Hmmmm enakk :D

Makanan memang alat komunikasi yang asyik. Bukan hanya untuk individu atau sosial masyarakat tapi juga untuk kepentingan Negara. Setiap Negara memiliki makanan khasnya dan bisa mewakili budayanya. Dari sanalah hubungan keakraban dapat terjalin. Selain itu, mengkonsumsi makanan yang baik akan melahirkan mood yang baik sehingga dapat memacu kreativitas sehari-hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bisnis Indonesia Financial Award 2018 Apresiasi Industri Keuangan

Bicara soal bisnis harus memiliki strategi yang kuat agar bisnisnya selalu bergerak stabil di tengah persaingan begitu ketatnya sekarang ini. 
Kalangan bisnis wajib hukumnya untuk mencari informasi perkembangan bisnis yang up to date. Harian Bisnis Indonesia masih menjadi sumber terpercaya bagi para pengusaha dan perusahaan terutama di kalangan industri keuangan yaitu perbankan, asuransi dan multifinance. 
Kepercayaan perusahaan terhadap Bisnis Indonesia  diapresiasi melalui Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018 yang dilaksanakan tanggal 27 Agustus lalu di Hotel Raffles, Jakarta. 
Acara yang dihadiri oleh para CEO dan direksi perusahaan yang menjadi pelanggan setia Bisnis Indonesia berlangsung meriah. Penghargaan ini menjadi motivasi perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan kinerja. 

Hariyadi Sukamdani - Presiden Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika Penerbit Bisnis Indonesia menuturkan BIFA 2018 diselenggarakan untuk mengapresiasi industri keuangan yang menjalankan usahanya …

Ingin Punya Bisnis? Segera Lakukan

"Going into business without a business plan is like going on a mountain trek without a map or GPS support - you'll eventually get lost and starve." - Kevin J. Donaldson
Bisnis tanpa rencana bagaikan bepergian tanpa arah dan persiapan. Resikonya tentu tersesat dan pada akhirnya tidak sampai pada tujuan. Bisnis bagaikan roda kehidupan yang terus berputar seiring perputaran waktu yang kian hari kian cepat. Maka dari itu, kalau kita sedang menjalankan bisnis harus benar-benar terencana dan memiliki strategi kuat. 
Kamis, 20 September 2018 lalu saya berkesempatan hadir menjadi bagian Women Talk bersama Futri Zulya S.Mn, M. Bus dengan tema "How to Start Your Business" di Kemang, Jakarta Selatan. CEO PT Batin Medika Indonesia ini menuturkan perjalanan menjalankan bisnisnya setelah selesai kuliah. Dengan rencana dan strategi yang kuat, Futri berhasil menjalankan bisnisnya hingga berkembang sampai saat ini. 


Saya memang seorang freelancer sejak 5 tahun lalu, tapi saya…

Akhir Pekan Seru di Banten Lama

Entah mengapa sejak 2 bulan belakangan ini, saya ingin sekali menghabiskan waktu akhir pekan di Banten Lama. Sampai-sampai saya mengatakan hal ini ke beberapa kawan dan juga sepupu saya yang hobinya “ngulik tempat-tempat bersejarah.
Seakan alam tahu apa keinginan hati dengan keberuntungan saya bergabung dalam kegiatan “Pesona Cagar Budaya Indonesia, Banten Lama.” yang diselenggarakan oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ya, tanggal 12-14 Oktober 2018 lalu saya explore Banten Lama.
Meskipun bukan kali pertama saya datang ke sini namun pesona Banten Lama tetap mencuri perhatian. Apa sih yang membuat saya ingin datang lagi ke Banten Lama? Cerita sejarah yang menjadi cagar budaya di tempat ini sungguh mengesankan. Banten dulunya sempat berjaya mengusai ekonomi nusantara dengan hasil rempah-rempah yang melimpah. Para pedagang dari India, Malaysia, Vietnam hingga Cina berbondong-bondong merapat di Pelabuhan Karangantu, Banten. Hi…