Langsung ke konten utama

Fintech : Solusi Keuangan Berbasis Digital

BloggerXFintechDay
Doc : Andini Harsono

Geliat ekonomi digital di Indonesia kian hari kian meningkat dan berkembang sangat cepat. Banyaknya perusahaan e-commerce menunjukkan bahwa Indonesia telah beralih pada pergerakan ekonomi berbasis digital. Pemerintah Indonesia menargetkan menjadi Negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020. Perusahaan-perusahaan e-commerce melahirkan sistem financial technologi (Fintech) yang sangat membantu pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Sunu Widyatmoko, Wakil Ketua AFPI dan CEO Dompet Kilat menjelaskan perkembangan fintech sangat membantu roda ekonomi di Indonesia dengan sistem peer to peer atau langsung bertemu antara kreditur dan debitur. Fintech solusi keuangan di tengah perubahan iklim keuangan dunia. Fintech telah memiliki 73 perusahaan start-up yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Maka dari itu perlu dicermati oleh calon nasabah/customer ketika ingin meminjam dana melalui perusahaan fintech yaitu mencari informasi tentang keberadaan perusahaan tersebut apakah telah terdaftar di OJK.

Sunu Widyatmoko - Wakil Ketua AFPI dan CEO Dompet Kilat
Doc : Andini Harsono

Kemudahan yang diberikan pada transaksi fintech bukan tidak ada tantangan. Sunu menjelaskan bahwa tantangan terbesar bagi perusahaan fintech adalah mengedukasi masyarakat sebagai konsumen atau nasabah yang akan menggunakan produk mereka. Selain itu sulitnya mendapat kepercayaan masyarakat bahwa fintech memberikan solusi bukan sebagai masalah baru dalam keuangan. Contohnya, apabila salah seorang konsumen terdapat masalah dengan salah satu perusahaan fintech kemudian konsumen share di media sosial maka perusahaan tersebut sulit untuk mendapat kepercayaan lagi dari masyarakat lainnya. Bukan hanya itu, perusahaan fintech yang lainnya juga mendapat dampak seperti karena nila setitik, rusak susu sebelanga.

Fintech dibagi menjadi 3 kelompok pinjaman yaitu pinjaman produktif (UKM), syariah dan multiguna. Calon konsumen akan diverifikasi dengan cara melihat rekam jejak transaksi digitalnya, seperti berapa pulsa setiap bulan, berapa penggunaan ojek online atau produk online lainnya. Dari sana perusahaan fintech akan menentukan berapa besar pinjaman yang akan didapatkan. Sementara bunga dari pinjaman yang diberikan oleh perusahaan fintech rata-rata 16-20% per tahun.

Minggu lalu saya mengikuti kegiatan Financial Technology As Solution Not The Problem yang diselenggarakan oleh Fintech Indonesia, AFPI, dan Rupiah. BloggerXFintechDay didukung oleh Cash Wagon, Rupiah Plus, Aktivasi, Uang Me, Cash Cepat, Taralite, KreditPro dan PinDuit yang menambah pengetahuan saya tentang apa itu fintech.

Perusahaan (platform) fintech menawarkan produknya masing-masing dengan beragam keuntungan yang ditawarkan. KreditPro dan PinDuit menarik perhatian saya. Kedua platform ini sedikit berbeda dari lainnya. 

KreditPro

Merupakan perusahaan fintech mending Indonesia yang menyediakan investasi Peer-to-peer lending (P2P lending) dengan menghubungkan investor dengan peminjam melalui platform KreditPro yang inovatif dan aman. 

KreditPro memberikan pinjaman produktif untuk pengembangan usaha dengan mekanisme produk modal kerja talangan invoice/PO, kegiatan pendanaan yang dilakukan dengan cara menjaminkan tagihan (invoice) atau bukti pemesanan yang sedang berjalan sebagai sumber pembayaran pinjaman untuk tambahan modal kerja. 

KreditPro
Doc : Andini Harsono

Dengan bunga rendah kompetitif dan tenor fleksibel hingga 6 bulan, KreditPro memberikan pinjaman sampai dengan 90% dari nilai invoice atau 70% dari nilai PO yang diajukan. 

KreditPro juga mencari potensi-potensi lokal yang bisa dikembangkan seperti membantu nelayan melalui koperasi agar lebih produktif. 

PinDuit

Berfokus pada produk pinjaman untuk pendidikan, PinDuit telah bekerjasama dengan lebih dari 40 institusi pendidikan di Indonesia. PinDuit memberikan pinjaman dana untuk melanjutkan pendidikan hingga 400 juta. 

Proses pengajuan pinjaman dana pendidikan di bawah 24 jam dengan persyaratan KTP, kartu keluarga, mutasi bank dan data peserta didik. Konsumen hanya membayar cicilan pertama biaya pendidikan dan selanjutnya PinDuit akan membayar 100% ke institusi pendidikan. Setelah itu konsumen bisa langsung belajar dengan membayar cicilan per bulan. 

PinDuit
Doc : Andini Harsono

Kesulitan ekonomi selalu menjadi alasan masyarakat untuk berhenti sekolah. Untuk itu, PinDuit mencoba memberikan solusi agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan dengan bunga ringan. 

Jadi kalau kebingungan ada proyek tapi tidak ada modal, KreditPro bisa menjadi penolong agar pekerjaan lancar tapi ingat jangan lupakan kewajibannya. Nah saya berencana melanjutkan kuliah dan PinDuit menarik untuk dijajaki selanjutnya hehe.

Financial Technology adalah sebuah solusi bukan masalah tambahan. Hal ini yang perlu disosialisasikan ke masyarakat. Artinya masyarakat harus memanfaatkanya sebaik mungkin agar tidak terjadi masalah dibelakangnya. Fintech hadir untuk memenuhi kebutuhan berbagai bagian dari masyarakat yang pada akhirnya diharapkan dapat menambah pergerakan dari perekonomian nasional. 

Saya sepakat dengan pinjaman untuk hal yang produktif. Pelaku usaha kecil dapat terus melakukan aktivitas produksinya yang akan berdampak pada perkembangan ekonomi. Bukan tidak mungkin, apabila kondisi ini dilaksanakan dengan baik, masing-masing bidang melakukan perannya dengan baik maka target pemerintah tahun 2020 dapat tercapai. Sudah saatnya kita mengubah pola pikir untuk lebih produktif mengembangkan diri agar mendapat kehidupan yang lebih baik.

BloggerXFintechDay
Doc : Andini Harsono


Komentar

  1. Fintech memang sekarang lagi menjamur banget di negara kita ya mbak. Bukan hanya transaksi online sepeti belanja aja berbagai pinjaman online pun benar2 harus diwaspadai karena banyak perusahaan yang belum terdaftar di OJK

    BalasHapus
  2. Ga di kota ga di desa masalah pinjaman online sedang menjamur. Kurang waspada bisa2 masuk jebakan rentenir yang bukannya membantu tapi malah mencekik.
    Adanya sosialisasi fintech seperti ini semoga bisa mengurangi warga yang terlilit hutang dengan cara yang benar ya

    BalasHapus
  3. Kalau tahu & paham ini solusi. Kemarin coba iseng klik dari sms yg kasih info bisa pinjam dana. pas klik aplikasi lsg bil apakah kita setuju dengan syarat2nya. Nah ini perlu paham. Juga tahu udah masuk daftar OJK belum

    BalasHapus
  4. Di zaman serba digital sekarang apapun bisa ya mba. Dan urusan fintech ini menurut saya cara baru yang bagus dan perlu tapi juga harus hati2 biar tidak keliru.. pada prinsipnya membantu sih..

    BalasHapus
  5. Semoga sosialisasinya bisa menyebar ke berbagai kalangan di masyarakat karena memang di lapangan banyak terjadi permasalahan akibat ketidaktahuan...

    BalasHapus
  6. fintech sudah merajalela saat ini.. harus pilah-pilih deh kak.. karena kalau salah pilih bisa zonk

    BalasHapus
  7. teknologi yang mmebuat hidup kian praktis dan efektif makin ke sini, makin di cari orang ya Mba, makanya kita emak ga boleh gaptek juga

    BalasHapus
  8. Perkembangan digital ekonomi saat ini kian menyemarakan perkembangan fintech di negeri ini. Sebagai penggiat internet kita tetap waspada dengan jenis jasa pinjaman online karena masih banyak yg belum terdaftar ojk

    BalasHapus
  9. ini fintechnya kebanyakn peer to peer landing ya..memang mempermudah tapi harus paham dengan berbagai risikonya juga

    BalasHapus
  10. Tawaran bunga rendah dan kemudahan melakukan pinjaman ini menjadi andalan banget ya bagi semua perusahaan fintech. Tapi tetap kehati2an dalam membaca S&K itu perlu. Soalnya perusahaan fitech sedangenjamur skrg.

    BalasHapus
  11. akses dana segar cepat cair makin ragam ya, tinggal pilih yang sudag terdaftar dan diawasi OJK , sdh pasti aman

    BalasHapus
  12. Btw aku baru dengar mbak soal PinDuit dan Kreditpro. apalagi PinDuit yang fokusnya ke pendidikan. Dengan adanya fintech ini pasti membantu masyarakat banget ya mbak. Namun yang terpenting adalah masyarakat juga harus diedukasi ttg penggunaan fintech yang baik.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhir Pekan Seru di Banten Lama

Entah mengapa sejak 2 bulan belakangan ini, saya ingin sekali menghabiskan waktu akhir pekan di Banten Lama. Sampai-sampai saya mengatakan hal ini ke beberapa kawan dan juga sepupu saya yang hobinya “ngulik tempat-tempat bersejarah.
Seakan alam tahu apa keinginan hati dengan keberuntungan saya bergabung dalam kegiatan “Pesona Cagar Budaya Indonesia, Banten Lama.” yang diselenggarakan oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ya, tanggal 12-14 Oktober 2018 lalu saya explore Banten Lama.
Meskipun bukan kali pertama saya datang ke sini namun pesona Banten Lama tetap mencuri perhatian. Apa sih yang membuat saya ingin datang lagi ke Banten Lama? Cerita sejarah yang menjadi cagar budaya di tempat ini sungguh mengesankan. Banten dulunya sempat berjaya mengusai ekonomi nusantara dengan hasil rempah-rempah yang melimpah. Para pedagang dari India, Malaysia, Vietnam hingga Cina berbondong-bondong merapat di Pelabuhan Karangantu, Banten. Hi…

BPOM Ajak Pelaku Usaha Mengedukasi Masyarakat Melalui Perka No. 31 Tahun 2018

Sebagai anak kos, saya sering mengonsumsi pangan olahan yang dibeli dari supermarket karena lebih praktis. Oleh karena itu saya tidak boleh lengah untuk tidak membaca label pada kemasannya, kapan tanggal kadaluarsa, kode produksi dan informasi gizi di dalam pangan tersebut. Kebanyakkan dari kita sering lupa untuk melakukan hal tersebut. Jangan karena beli di supermarket lalu kita menganggap enteng hal itu, biar bagaimanapun kita harus menjadi konsumen cerdas sebelum membeli.
Belum lama ini BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengeluarkan Perka Nomor 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang merupakan revisi dari peraturan terkait label pangan olahan yang sebelumnya diatur dalam Lampiran IV Peraturan Badan POM Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.
Kalau boleh saya rangkum isi Perka Nomor 31 tahun 2018 adalah sebagai berikut :
Harus tercantum label halal (apabila memang pangan tersebut halal). Label halal dapat dicantumkan sepanjang telah mendapat sertifikat halal …

Kenali dan Cegah Thalassemia Sedini Mungkin

Musim hujan telah tiba nih, sudah seharusnya kita meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Seperti biasa, musim hujan maka flu mudah menyerang. Belum nanti diare dan lain sebagainya. Konsumsi makanan bergizi seimbang, gerak badan alias olahraga, dan istirahat cukup adalah upaya pencegahan berbagai macam penyakit. Sebenarnya bukan hanya pada musim penghujan aja sih, kita harus setiap hari usaha menjaga pola hidup sehat.
Berbicara soal kesehatan tidak akan ada habisnya apalagi bicara soal penyakit. Nah, minggu lalu saya mengikuti seminar “Pengendalian Kanker dan Thalassemia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular khususnya kanker dan thalassemia. 
Tentang Thalassemia
Saya mau berbagi informasi tentang thalassemia dulu ya, karena bagi saya thalassemia masih asing diketahui. Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkura…