Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Fintech : Solusi Keuangan Berbasis Digital

Geliat ekonomi digital di Indonesia kian hari kian meningkat dan berkembang sangat cepat. Banyaknya perusahaan e-commerce menunjukkan bahwa Indonesia telah beralih pada pergerakan ekonomi berbasis digital. Pemerintah Indonesia menargetkan menjadi Negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020. Perusahaan-perusahaan e-commerce melahirkan sistem financial technologi (Fintech) yang sangat membantu pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Sunu Widyatmoko, Wakil Ketua AFPI dan CEO Dompet Kilat menjelaskan perkembangan fintech sangat membantu roda ekonomi di Indonesia dengan sistem peer to peer atau langsung bertemu antara kreditur dan debitur. Fintech solusi keuangan di tengah perubahan iklim keuangan dunia. Fintech telah memiliki 73 perusahaan start-up yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Maka dari itu perlu dicermati oleh calon nasabah/customer ketika ingin meminjam dana melalui perusahaan fintech yaitu mencari informasi tentang keberadaan perusahaan …

Widows : Film Drama Action Diluar Dugaan

Mendekati akhir tahun banyak sekali film menarik yang sayang untuk dilewatkan. Sejak dua minggu lalu, saya kepoin film-film tersebut dan Widows adalah film yang paling saya tunggu akhir tahun ini.
Kenapa?
Cerita yang tidak biasa membuat saya penasaran bagaimana bisa perempuan mengalahkan kelompok kriminal di sebuah kota besar di Amerika sana?
Jawabannya, sumpah ini film keren banget (bagi saya).
Setelah berulang kali melihat trailernya, saya makin penasaran ending dari film ini. Ternyata benar saja, ending yang disuguhkan oleh Steve McQueen sang sutradara benar-benar diluar dugaan.
Widows berkisah tentang perempuan-perempuan tangguh mempertahankan hidup di kota Chicago setelah kematian suaminya. Bukan hanya itu, para janda ini harus menanggung akibat dari ulah para suami merampok uang dari sebuah kelompok besar di Chicago. McQueen seakan ingin menyampaikan kondisi yang sebenarnya. Konflik rumah tangga lengkap dengan pertengkaran hingga perselingkuhan menyakitkan tergambar jelas di film i…

Sembutopia Ajak Masyarakat Hidup Sehat Melalui Supear

Siapa yang tak suka makan buah pear (pir)? Saya sih cukup lumayan suka buah pir karena rasanya unik dan mengandung banyak manfaat bagi tubuh. Saya lebih suka pir hijau dari USA, lebih empuk dan lebih manis. Ternyata buah pir menyimpan cerita sejarah juga, saya baru tahu setelah hari ini, 27 November 2018 bertemu Bapak Kafi Kurnia untuk berdiskusi tentang keunggulan buah pir.
Buah pir tercatat sebagai buah ajaib untuk penyembuhan beragam penyakit yang ditemukan pada tablet lempung di Sumer, Mesopotamia kuno sekitar 2,750 B.C. Homer menyebut buah pir sebagai karunia keajaiban para dewa dan salah satu buah-buahan yang hadir di Taman Alcinous. Ketika peradaban menyebar, ribuan varietas pir muncul dan dibudidayakan di seluruh Eropa.
Sementara di Cina kuno, buah pir dipercaya mewakili keabadian dan kemakmuran karena pohon pir hidup untuk waktu yang lama. Di Korea, buah pir melambangkan rahmat dan kebangsawanan. Pohon pir merupakan simbol kenyamanan. Buah pir juga sebagai simbol kesuburan bag…

IFC Gelar "La Mode" Sur La Seine a Paris Desember 2018

Paris merupakan pusat fashion dunia yang sampai sekarang masih menjadi barometer para designer-designer dunia untuk berkreasi dalam karyanya. Ketika bicara gaya apa yang sedang hits sekarang, pasti semua orang mencari referensi dari kota ini. Hal ini tidak mau dilewatkan begitu saja oleh Indonesia Fashion Chamber (IFC) untuk turut serta meramaikan dunia fashion di Paris.
Melalui “La Mode” Sur La Seine a Paris yang akan diselenggarakan di kota Paris, Perancis tanggal 1 Desember 2018 ini, IFC berharap fashion Indonesia makin diminati di mata internasional. Ya, Indonesia memiliki beragam kebudayaan yang bisa diaplikasikan ke dalam dunia fashion. Batik merupakan kain khas Indonesia yang telah diakui dunia. Tenun Indonesia juga sudah mendapat tempat di pasar internasional.
Fashion show“La Mode” Sur La Seine a Paris akan menampilkan karya 16 designer Indonesia yang mengangkat konten lokal sesuai tren global, meliputi katagori busana konvensional hingga busana muslim. Designer yang turut sert…

XL dan Sisternet Dukung Internet Untuk Pendidikan di Pulau Untung Jawa

Sejak lama saya ingin menjejakkan kaki ke Pulau Untung Jawa. Padahal pulau ini dekat dari Jakarta, hanya sekitar 30 menit menggunakan boat sudah sampai, tapi ya seperti biasa, kadang yang dekat tidak sempat untuk dijelajahi.
Alhamdulillah, tanggal 15 November 2018 kemarin saya, teman-teman blogger dan media juga tim XL dan Sisternet berkunjung ke Pulau Untung Jawa untuk berjumpa saudara-saudara kita disana dan berbagi.
Melalui program dari Sisternet yaitu #kelasliterasidigital, XL dan Sisternet mengangkat tema “Mendidik Anak di Era Digital.”. Saya sepakat dengan tema yang diberikan karena memang sekarang jamannya sudah serba digital jadi mau tidak mau, suka tidak suka semua orang harus mampu mengikutinya.
Nah, yang menjadi perhatian kita bersama adalah bagaimana digital dimanfaatkan dengan maksimal sebagai sarana pendidikan anak-anak bukan untuk yang negatif. Kemudahan akses selama 24 jam membuat kita harus semakin bijaksana dalam menggunakan kecanggihan teknologi tersebut apalagi kita…

Rehat Dalam Mantra Mantra Kunto Aji

Tenangkan hati
Semua ini bukan salahmu Jangan berhenti Yang kau takutkan takkan terjadi
Sepenggal bait dalam lagu Rehat karya Kunto Aji yang belakangan ini saya suka sekali mendengarkannya. Album Mantra Mantra yang belum lama rilis ini memikat hati saya. Kejutan sekali, Aji benar-benar bernyanyi dengan lirik-lirik yang tidak biasa dihadirkan oleh musisi. Bukan hanya bicara soal cinta dua insan melainkan menyemangati hati-hati yang sedang patah. 
Contohnya pada lagu Sulung dan Bungsu. Semua liriknya berisikan semangat untuk kembali mencintai diri sendiri. 
Hampir setiap hari album ini menemani sore saya. Menjelang senja adalah waktu yang indah menurut saya untuk rehat. Waktu yang tepat untuk melepaskan penat setelah seharian beraktivitas dan waktu yang tepat untuk evaluasi "Sudah ngapain aja sih saya hari ini? Apa saja yang sudah aku perbuat untuk hidupku? Untuk orang lain?". Ya, kira-kira begitu.
Saya pun sering merinding ketika mendengarkan lagu Rehat dalam album ini. Lirik ya…

BPOM Ajak Pelaku Usaha Mengedukasi Masyarakat Melalui Perka No. 31 Tahun 2018

Sebagai anak kos, saya sering mengonsumsi pangan olahan yang dibeli dari supermarket karena lebih praktis. Oleh karena itu saya tidak boleh lengah untuk tidak membaca label pada kemasannya, kapan tanggal kadaluarsa, kode produksi dan informasi gizi di dalam pangan tersebut. Kebanyakkan dari kita sering lupa untuk melakukan hal tersebut. Jangan karena beli di supermarket lalu kita menganggap enteng hal itu, biar bagaimanapun kita harus menjadi konsumen cerdas sebelum membeli.
Belum lama ini BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengeluarkan Perka Nomor 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang merupakan revisi dari peraturan terkait label pangan olahan yang sebelumnya diatur dalam Lampiran IV Peraturan Badan POM Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.
Kalau boleh saya rangkum isi Perka Nomor 31 tahun 2018 adalah sebagai berikut :
Harus tercantum label halal (apabila memang pangan tersebut halal). Label halal dapat dicantumkan sepanjang telah mendapat sertifikat halal …

UDAX Memperkuat Teknologi Blockchain di Indonesia

Apakah kalian pernah mendengar atau sudah tahu tentang Blockchain? Saya sih baru tahu detail kemarin ketika mengikuti Southeast Asia Blockchain Forum – UDAX Indonesia Launching Conference di The Westin, Jakarta Selatan, Rabu, 31 Oktober 2018.

Blockchain merupakan basis data yang saling terhubung dan diamankan menggunakan sistem kriptografi. Sebagian besar dunia teknologi cryptocurrency seperti Bitcoin mengandalkan bentuk database dengan keunggulan mampu melacak volume transaksi yang besar dan aman. Blockchain adalah teknologi yang digunakan oleh mata uang digital. 

Di Indonesia sistem Blockchain sudah digunakan. Hal ini dipaparkan oleh Dr. Komang Budi Aryasa, Kepala Riset dan Big Data PT Telkom pada acara tersebut. Tentunya masih perlu banyak research dari teknologi Blockchain yang telah digunakan di Indonesia. Maka dari itu, Dr. Komang menyambut hadirnya UDAX Indonesia.


Perkembangan dunia digital memasuki pasar ekonomi Indonesia merupakan salah satu alasan UDAX mendirikan UDAX Indonesia…