Langsung ke konten utama

Ingin Punya Bisnis? Segera Lakukan

How to Start Your Business
Design by Canva
Redesign by Andini Harsono

"Going into business without a business plan is like going on a mountain trek without a map or GPS support - you'll eventually get lost and starve." - Kevin J. Donaldson

Bisnis tanpa rencana bagaikan bepergian tanpa arah dan persiapan. Resikonya tentu tersesat dan pada akhirnya tidak sampai pada tujuan. Bisnis bagaikan roda kehidupan yang terus berputar seiring perputaran waktu yang kian hari kian cepat. Maka dari itu, kalau kita sedang menjalankan bisnis harus benar-benar terencana dan memiliki strategi kuat. 

Kamis, 20 September 2018 lalu saya berkesempatan hadir menjadi bagian Women Talk bersama Futri Zulya S.Mn, M. Bus dengan tema "How to Start Your Business" di Kemang, Jakarta Selatan. CEO PT Batin Medika Indonesia ini menuturkan perjalanan menjalankan bisnisnya setelah selesai kuliah. Dengan rencana dan strategi yang kuat, Futri berhasil menjalankan bisnisnya hingga berkembang sampai saat ini. 

Futri Zulya
Doc : Andini Harsono


Saya memang seorang freelancer sejak 5 tahun lalu, tapi saya selalu menjadikan pekerjaan saya adalah bisnis saya. Bagi saya, menjadi seorang freelancer sama saja menjadi businessman. Mengapa? Kalau perusahaan yang menghire saya tidak puas, maka saya akan kehilangan kesempatan pada pekerjaan berikutnya, otomatis penghasilan saya berhenti (bisnis saya gagal). 

Begitu pula sebaliknya, ketika klien saya puas dengan hasil kerja saya, maka dia akan merekomendasikan ke partner-partnernya sehingga menjadikan bisnis saya lebih berkembang. 

Kegagalan-kegagalan yang pernah saya alami menjadi bekal untuk menjalani pekerjaan saya ke depannya. Perbaiki rencana, perbaiki strategi, lakukan riset, perluas pergaulan (koneksi), dan berinovasi. 

Pada kesempatan tersebut Futri juga membagikan tips bagaimana kita memulai bisnis. Dari paparannya kalau boleh saya rangkum adalah sebagai berikut :

What Your Passion?

Dalam memulai bisnis, tentukanlah terlebih dahulu apa passion kita. Sebagai contoh, passionnya di bidang masak memasak maka buatlah bisnis bikin kue atau catering, passion kita di bidang jahit maka buatlah bisnis fashion dan lain sebagainya. Kalau saya memilih bisnis trip organizer karena passion saya traveling. 

Ketika kita menjalankan pekerjaan apalagi bisnis sesuai dengan passion kita (apa yang kita mau) maka kita akan berusaha keras agar berhasil. Bagi saya pribadi, menjalankannya itu nikmat banget dan bikin bahagia apalagi kalau mendapat apresiasi dari klien, wah :)

Business Plan and Do Your Research

Futri juga sangat menganjurkan untuk membuat rencana bisnis dan lakukan riset. Rencana bisnis per bulan, trisemester, 6 bulan dan per tahun. Ketahui pula apa kelemahan dan kekuatan dari bisnis kita. Ancaman kegagalannya di mana dan bagaimana cara mengatasinya. Harus dibuat secara rinci dan matang agar bisnis kita berjalan lancar.

Sebaiknya, jangan batasi diri dengan ilmu seadanya. Riset dilakukan untuk mengembangkan kemampuan diri yang berdampak pada bisnis kita. Perluas pertemanan, menambah koneksi dan jangan sungkan untuk belajar dengan yang lebih senior adalah cara jitu untuk menunjang bisnis yang sedang dijalani. 

Fashion Show yang menjadi bagian acara
Doc : Andini Harsono


Bagaimana Soal Modal?

Hal yang paling dasar menghambat untuk kita tidak segera menjalankan bisnis kita adalah masalah permodalan. Aduh gaji saya pas-pasan bagaimana mau bikin bisnis, modalnya gak ada. 

Di sini Futri menjelaskan mulailah tertib soal keuangan. Kalau sudah niat ingin buka bisnis, maka harus tertib masalah keuangan. Pisahkan antara keuangan rumah tangga dan bisnis. Futri memberikan tips cara membaginya yaitu 

Living 50%
Playing 20%
Saving 30%

Harus dibagi diawal setelah gaji diterima. Artinya nabung gak boleh nunggu ada sisanya. Kalau ingin memulai bisnis menggunakan uang sendiri, maka buat tabel keuangan setiap bulan, kira-kira bisnis kita perlu modal berapa maka berapa lama kita harus menabung dengan berapa besarnya.

Selain itu, modal bisa kita dapatkan dengan metode partnership. Menggandeng seseorang yang memiliki modal dan siap berbisnis adalah salah satu jalan keluar ketika ingin segera mulai berbisnis. Namun, ketika memilih partner harusnya yang memiliki visi misi yang sama. Jangan lupa pastikan kita menyepakati pembagian hasil dari bisnis tersebut serta berkomitmen terhadapnya. Harapannya supaya tidak ada perselisihan dikemudian hari. Baiknya juga ada perjanjian tertulis antar pihak dan apabila sudah besar disaksikan oleh konsultan hukum. 

Segera Lakukan

Rencana sudah matang, sudah melakukan riset, modal sudah ada, pasar sudah jelas maka tunggu apa lagi? Segera lakukan. Segera mulai. Segera jalankan. Kita tidak akan pernah tahu  bagaimana hasilnya apabila kita tidak segera memulainya. Kalau diam saja bagaimana bisa berkembang?

Memulai sesuai rencana akan mengurangi resiko. Meskipun di tengah jalan akan berubah tapi setidaknya dengan kita memulai sesuai rencana, kita akan tahu dimana kelemahan bisnis kita dan apa solusinya.

"Kalau Anda ingin berbisnis, segera lakukan." ucap Futri dengan penuh semangat.

Sabar dan Inovasi

Setelah bisnis mulai berjalan, maka bersabarlah. Menjalankan bisnis seperti mengayuh sepeda. Perlu usaha untuk sampai tujuan. Saya malah ngeri kalau ada yang berhasil dengan instan. Karena berdasarkan hemat saya yang sudah-sudah kalau yang cepat naik akan cepat turun juga. 

Demi mempertahankan produk atau servis bisnis kita, maka lakukan inovasi sesuaikan dengan kebutuhan pasar. Terus tingkatkan mutu dan mempertahankan yang sudah baik menjadi salah satu cara bisnis kita tetap mendapat ruang di pasaran. 

Sedekah

Sebagai umat muslim, bersedekah adalah bagian ibadah wajib dijalankan. Ketika kita berbisnis jangan tinggalkan sedekah. Dengan bersedekah akan melancarkan rezeki. Apapun yang kita dapatkan sekarang merupakan anugerah Allah yang patut disyukuri dengan cara bersedekah.

Hal ini pula yang diingatkan Futri. Setidaknya 2,5% dari hasil bisnisnya disedekahkan. Bahkan beliau membuat program sosial dalam bisnisnya yaitu mengajak perempuan (ibu-ibu) untuk produktif dengan bergabung bareng perusahaannya dan tak lupa memberikan pelatihan-pelatihan agar kelak mampu berdiri mandiri menjalankan sebuah usaha.

Hari yang luar biasa. Rezeki Allah berupa ilmu dan pertemuan dengan orang-orang hebat yang semakin menyemangati saya dalam meniti bisnis. Kalau bukan diri kita sendiri yang berusaha untuk maju siapa lagi, kalau bukan sekarang memulai berbisnis, kapan lagi.

Mari kita lakukan demi masa depan lebih baik.

Bersama Ibu Futri Zulya
Doc : panitia Women Talk

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenali dan Cegah Thalassemia Sedini Mungkin

Musim hujan telah tiba nih, sudah seharusnya kita meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Seperti biasa, musim hujan maka flu mudah menyerang. Belum nanti diare dan lain sebagainya. Konsumsi makanan bergizi seimbang, gerak badan alias olahraga, dan istirahat cukup adalah upaya pencegahan berbagai macam penyakit. Sebenarnya bukan hanya pada musim penghujan aja sih, kita harus setiap hari usaha menjaga pola hidup sehat.
Berbicara soal kesehatan tidak akan ada habisnya apalagi bicara soal penyakit. Nah, minggu lalu saya mengikuti seminar “Pengendalian Kanker dan Thalassemia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular khususnya kanker dan thalassemia. 
Tentang Thalassemia
Saya mau berbagi informasi tentang thalassemia dulu ya, karena bagi saya thalassemia masih asing diketahui. Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkura…

BPOM Ajak Pelaku Usaha Mengedukasi Masyarakat Melalui Perka No. 31 Tahun 2018

Sebagai anak kos, saya sering mengonsumsi pangan olahan yang dibeli dari supermarket karena lebih praktis. Oleh karena itu saya tidak boleh lengah untuk tidak membaca label pada kemasannya, kapan tanggal kadaluarsa, kode produksi dan informasi gizi di dalam pangan tersebut. Kebanyakkan dari kita sering lupa untuk melakukan hal tersebut. Jangan karena beli di supermarket lalu kita menganggap enteng hal itu, biar bagaimanapun kita harus menjadi konsumen cerdas sebelum membeli.
Belum lama ini BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengeluarkan Perka Nomor 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang merupakan revisi dari peraturan terkait label pangan olahan yang sebelumnya diatur dalam Lampiran IV Peraturan Badan POM Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.
Kalau boleh saya rangkum isi Perka Nomor 31 tahun 2018 adalah sebagai berikut :
Harus tercantum label halal (apabila memang pangan tersebut halal). Label halal dapat dicantumkan sepanjang telah mendapat sertifikat halal …

IFC Gelar "La Mode" Sur La Seine a Paris Desember 2018

Paris merupakan pusat fashion dunia yang sampai sekarang masih menjadi barometer para designer-designer dunia untuk berkreasi dalam karyanya. Ketika bicara gaya apa yang sedang hits sekarang, pasti semua orang mencari referensi dari kota ini. Hal ini tidak mau dilewatkan begitu saja oleh Indonesia Fashion Chamber (IFC) untuk turut serta meramaikan dunia fashion di Paris.
Melalui “La Mode” Sur La Seine a Paris yang akan diselenggarakan di kota Paris, Perancis tanggal 1 Desember 2018 ini, IFC berharap fashion Indonesia makin diminati di mata internasional. Ya, Indonesia memiliki beragam kebudayaan yang bisa diaplikasikan ke dalam dunia fashion. Batik merupakan kain khas Indonesia yang telah diakui dunia. Tenun Indonesia juga sudah mendapat tempat di pasar internasional.
Fashion show“La Mode” Sur La Seine a Paris akan menampilkan karya 16 designer Indonesia yang mengangkat konten lokal sesuai tren global, meliputi katagori busana konvensional hingga busana muslim. Designer yang turut sert…