Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Suatu Perjalanan Tentang

Pagi buta aku harus segera bergegas karena matahari terbit tidak akan menunda kemunculannya. Pantai Sanur memang spot matahari terbit yang paling indah di Bali. Maka kami ingin menikmatinya.
Masih setengah mengantuk, aku menerima telepon dari local guide merangkap driveryang akan menemani kami seharian.
“Selamat pagi Ibu, saya Gede yang akan mengantar Ibu. Saya sudah ada di bawah, di depan serambi, apakah Ibu sudah siap?” suara laki-laki berlogat Bali kental memecahkan kantukku sesaat.
“Oh iya Bapak, mohon tunggu sebentar yaa. Kami masih beberes.” ucapku kemudian mengakhiri panggilan telepon.
“Heh Ria, lu main bilang bentar aja, gue belum rapi tahu.” tegur Lia dengan jutek. Iya, Lia memang paling jutek di antara geng kami.
“Ria, Ria, Ria.” terdengar suara Santi memanggil-manggil dari balik pintu kamar mandi.
“Apaan sih?”
“Emang sunrisenya jam berapa sih di Sanur?” tanya Santi sambil menggosok gigi.
“Ya jam 6, mungkin lebih cepet. Eh dimana-mana ya sekitar jam itu. Buruan mandinya, pake na…

5 Tanda Awal Anda Terkena Typhus

Tahun 2011 saya terkena sakit Typhus yang membuat saya harus benar-benar istirahat. Alhamdulillah saya tidak sampai harus rawat inap. Cukup rawat jalan dan 10 hari sembuh. Tapi selama 1 tahun, kuman itu selalu datang tiba-tiba alias kambuh. Oya waktu itu saya didiagnosa ada gejala DBD juga karena trombosit sangat rendah. Dokter saya memaksa makan dan minum sesuai anjurannya selain diberikan obat yang ampuh sehingga saya tidak sampai dirawat inap. Thanks Dok :)
Sejak saat itulah saya sangat menjaga makanan yang saya makan meskipun hobi saya makan apa aja dan di mana aja. Karena typhus bisa menyerang karena makanan yang dimasak kurang bersih dan peralatan makan (piring, sendok, garpu) juga kurang bersih. Kalau kata dokter saya, “Jangan jajan sembarangan.”.
Mei tanggal 14 kemarin kuman itu kembali menyerang saya. Awalnya saya pikir hanya masuk angin biasa dan lambung kambuh. Tapi ternyata saya mengenali gejala di badan saya seperti 7 tahun silam. Gejalanya mudah kok dikenali apakah kira-ki…

Sebarkan Berita Baik Untuk Indonesia Tercinta

Sebarkan berita baik dalam pergaulan di masyarakat adalah salah satu upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Jangankan persatuan dan kesatuan bangsa, ketentraman berkeluarga dan bertetangga juga akan terjaga jika kita dapat menyampaikan berita yang baik-baik saja secara benar. Apalagi jaman teknologi sekarang ini, semua orang dapat dengan mudah mengakses berita kapan saja dan di mana saja.
Sebarkan berita baik ketika kita sedang menggunakan media sosial untuk bersosialisasi. Saya yakin, Anda yang membaca tulisan saya ini pasti memiliki akun media sosial, bahkan mungkin lebih dari satu. Setiap hari, mungkin setiap jam atau bahkan dalam hitungan sepersekian menit sekali, Anda dengan asyiknya berselancar di dunia maya. Segala macam informasi dapat Anda terima di sana, dan dengan mudah juga Anda membagikannya kembali agar teman-teman Anda di media sosial pun mengetahuinya.
Melihat fenomena kemudahan akses informasi kapan saja dan di mana tersebut sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak y…

Kulineran Puas di Kedai Sirih Merah

Asam-asam Iga, Tahu Petis, Mendoan, Laksa Penang, Tumis Jagung, Tumis Buncis Kailan, Laksa Singapore, Gurame Mangga Asam Manis, Gurame Pesmol, Sambal Goreng Kentang, Kering Tempe, Opor Ayam, Lumpia Semarang, Es Dawet, dan Es Campur Sirih Merah membuat saya puas kulineran kemarin siang. Kulineran puas di Kedai Sirih Merah yang terletak di Jalan Taman Kebon Sirih I nomor 5, Jakarta Pusat (seberang Bank Indonesia).

Saya adalah penikmat kuliner alias tukang makan (:D). Saya bisa membedakan mana masakan enak mana yang biasa aja mana yang benar-benar bikin puas dan bikin balik lagi. Dan kali ini saya menemukan kembali restoran yang bikin saya puas dan ingin balik lagi.
Kenapa? Masakannya paasss banget rasanya serta suasananya itu rumaaah banget. Sebagai anak kos yang merantau, pastinya sering rindu makan masakan rumahan dengan suasana rumah yang nyaman dan santai. Nah, Kedai Sirih Merah bisa menyajikan semua itu.

Dekorasi Indonesia jaman dahulu kala dengan sentuhan Cina Peranakan membuat beta…

72% Penduduk Indonesia Sudah Bebas Malaria

72% penduduk Indonesia memang sudah bebas dari penularan malaria, tapi masih ada 28% sisanya yang berpotensi terkena malaria. Tercatat pada tahun 2017, daerah tertinggi malaria adalah Papua dan Papua Barat. Untuk itu, pemerintah masih terus berusaha untuk mengeliminasi malaria. Sebuah upaya untuk menghentikan penularan malaria setempat dalam satu wilayah geografis tertentu, dan bukan berarti tidak ada kasus malaria impor serta sudah tidak ada vektor malaria di wilayah tersebut. Oleh karenanya, tetap dibutuhkan kegiatan kewaspadaan untuk mencegah penularan kembali.
Dr. Elizabeth Jane Soepardi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kementerian Kesehatan RI menjelaskan saat ini pemerintah terus berupaya melakukan eliminasi meskipun sudah 72% penduduk Indonesia bebas dari penularan malaria. Tentunya usaha pemerintah tidak akan berhasil tanpa adanya peran serta dari masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak (terkait stakeholder dan swasta).

Dr. Elizabeth …